P. 1
Seri Dokumen Kunci 2; Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kerusuhan Mei 1998

Seri Dokumen Kunci 2; Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Kerusuhan Mei 1998

Ratings: (0)|Views: 132|Likes:
Published by Muhammad Ihsan

More info:

Published by: Muhammad Ihsan on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

 
SERI DOKUMEN KUNCI
TEMUANTIM GABUNGANPENCARI FAKTA PERISTIWA KERUSUHANMEI 1998
LAMPIRAN
LAPORAN
TIM RELAWAN UNTUK KEMANUSIAAN
PUBLIKASI
KOMNAS
 
PEREMPUANBEKERJA SAMA DENGAN
NEW ZEALAND OFFICIAL DEVELOPMENT ASSISTANCE
 
PUBLIKASI KOMNAS PEREMPUANDICETAK DI INDONESIA PADA BULAN NOVEMBER 1999Cetakan kedua pada bulan Oktober 2002Cetakan ketiga pada bulan Agustus 2006ISBN 979-95872 – 0 – 4 ALIH & TATA BAHASA>Carla BianpoenTATA HALAMAN>Nani BuntaranPENYUNTING> Andi Yentriyani
 
KATA PENGANTAR 
Sejak kerusuhan Mei 1998, masalah kekerasan terhadap perempuan,termasuk perkosaan, menarik perhatian berbagai pihak, khususnya dari kelompok-kelompok penegak hak asasi manusia. Komnas Perempuan menganggap bahwa duadokumen resmi tentang tragedi Mei – laporan nasional hasil kerja TGPF dan laporandari Pelapor Khusus PBB – merupakan himpunan fakta-fakta penting yang perludiketahui dan dinilai oleh masyarakat luas. Kami percaya bahwa kedua lapporan initelah disusun berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Seri Dokumen Kunci Komnas Perempuan diluncurkan melalui penerbitandua laporan resmi yang memaparkan fakta-fakta kerusuhan Mei 1998. Penerbitanini dilakukan dalamrangka memperingati satu tahun berdirinya Komnas Perempuan (15 Oktober 1998) dan Hari Internasional Kekerasan terhadap Perempuan (25 November).Laporan dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan tentang kekerasan seksual  yang terjadi saat kerusuhan Mei 1998 mengejutkan masyarakat Jakarta dan sekaligusmengundang reaksi keras dari masyarakat. Sebagai respon terhadap tuntutanmasyarakat, pada bulan Juli 1998, pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan tugas menyelidiki kerusuhan Mei, termasuk perkosaan yanterjadi. Langkah ini tek terpisah dari adanya pihak-pihak yang terus meragukanterjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.Di tengah-tengah kesimpangsiuran pendapat ini, sejumlah perempuan yang mewakili Masyarakat Anti Kekerasan terhadap Perempuan mendatangi Bina Graha panda bulan Juli 1998 untuk menemui Presiden Habibie. Rombongan inimengajukan tuntutan agar Presiden RI mengutuk dan meminta maaf atas kejadian yang dialami korban kerusuhan, termasuk kaum perempuan etnik Cina, serta agar  pemerintah segera melakukan investigasi independen dan mengadili para pelakutindak kekerasan tersebut. Setelah mendengar pengalaman para pekerjakemanusiaan yang mendampingi langsung para korban kekerasan, maka Presiden Habibie memutuskan untuk menerima tuntutan yang telah disuarakan. Desakanagar pemerintah proaktif terhadap penghentian segala bentuk kekerasan terhadap seluruh perempuan di Indonesia, bukan saja terhadap kasus perkosaan Mei, kemudiandijawab dengan pembentukan sebuah independen yang mengemban misitersebut. Tawaran awal dari Presiden untuk menamakan badan ini ‘komisinasional untuk perlindungan bagi perempuan’, atas permintaan kaum perempuandiganti dengan nama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Komisi ini berdiri dengan Keputusan Presiden tertanggal 15 Oktober 1998.
Laporan Akhir Tim Gabungan Pencari Fakta
i

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
tinfuse liked this
Merry Mer liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->