Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Khutbah Jum'at: Obat Kesedihan

Khutbah Jum'at: Obat Kesedihan

Ratings:

4.6

(10)
|Views: 727 |Likes:
Khutbah Jum'at: Obat Kesedihan
Khutbah Jum'at: Obat Kesedihan

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Jan 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

 
OBAT KESEDIHAN
َيِداَه لف ْضُ  نَمَو ُ ّضُم لف  َ  نَم اَِاَعأ ِتائَسَو اَِأ روُُش نم ِاب ذُََو ُُغَََو ُُَََو ُُَحَ ِِََح ّإ ُُسَرَو ُُَع ًَحُم ّأ ُَشأَو  ّإ إ  ْأ ُَشأ ُ .ن  َ  ىإ ٍاَب ُََ نَمَو ِباَحصأو آ ىَعَو َحُم ىَع ّَسَو ّَص ُ ُُم ُأَو ّإ نُُَ َو ِاقُ َ  ق ُَمآ َن  اَ أاَ  ب ءاََ ي  قَو ءاََو ًثك اَجر اَُم ّَبَو اََجوَز اَم ََخَو ةَِَو ْَ نم قَخ ي ُبَر ق اَ اَ أاَ  اًَر َع اك  ّإ اَرْَو امأ ،اًظَع ًزف زاف قف ُُسَرَو  طُ  نَمَو َبُذ غَ َو اَعأ  ُ  ً َس  َو  ق ُَمآ َن  اَ أاَ  ... ُَبّكَو ٌَعب َحُم ّكَو ،اَاَحُم رُمْ َشَو ،َّَسَو َع  ىّَص َحُم ُَه َ ََخَو ،ِ اَك  َح ََصأ ّف .ِرا ف لَ ّكَو ،لَ َعب
 Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita bersyukur kehadirat Allah
Subhanahu wa Ta’ala
atas segala nikmat yang telah tercurahkepada kita. Semoga Allah
Subhanahu wa Ta’ala
memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hambaNya yang bersyukur, sehingga Allah akan menambah pemberiaan nikmatNya. SesungguhnyaAllah memberikan rizki kepada siapa saja yang dikehendakiNya dengan tanpa batas, Allah
Subhanahu wa ta’ala
berfirman,
د َجَوَبَارَحْم ِْلا يَّرِ كَزََْَعَ َخََم ََ ّُ ك يَّرِ كَزَهََفَّ كَوَًنسََًت ََََ ََأوَ ٍسََٍ ُقَِَُّَهََ َّقَ ََ ﴿ بٍسَِِْغَِُءشََ  َُزُرْيَ َّا َّإِّا د ِنعِ ْِ َُ ْَلَاذ ََ ِَل َّَأُَرْَيَََًزْِَد َنعِ٣٧﴾ 
“Maka Rabbnya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknyadengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariyamasuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata:"HaiMaryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini" Maryam menjawab:"Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS. Ali ‘Imran: 37)
 Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Keimanan seseorang bisa berubah-ubah, dapat meningkat juga dapat merosot tajam. Keimanan akanmeningkat dengan amalan shalih yang dikerjakan. Dan kemerosotannya disebabkan terjadinya pelanggaran syari’at dan maksiat. Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wasallam
menggambarkankeimanan dengan hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadrak dengan sanad hasan,
“Sesungguhnya keimanan dapat menjadi lekang, bagaikan baju yang bisa berubah usang. Karenaitu, mintalah kepada Allah agar Allah memperbaharui iman dalam hati kalian.”
Kita harus memonitor keimanan yang merupakan barang paling berharga yang kita miliki. Kitamesti mengontrol amalan yang selama in biasa kita lakukan. Jangan sampai terjadi kemerosotan,apalagi sampai keimanan hilang dari dada. Kemerosotan iman saja sangat merugikan manusia,apalagi jika seseorang murtad, keluar dari agama Islam, sudah tentu kerugian dunia akhirat pastididapat. Sahabat Abu Darda
 Radhillahu ‘anhu
berpesan,
“Termasuk tanda kecerdasan seorang (hamba) Muslim, ia selalu mengetahui apakah imannya sedang naik ataupun menurun.”
 
Oleh karena itu marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah
Ta’ala
karena taqwa adalahsebaik-baik bekal bagi seorang hamba dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.
 Kaum Muslimin Rahikumullah,
Kehidupan manusia tidak selamanya bahagia. Manusia tidak terlepas dari yang namanya kesedihan,kesusahan, kesempitan dan berbagai macam musibah yang menimpa hati. Kondisi yang seperti inimenimpa seluruh manusia, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.Dan setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengobati penyakit tersebut. Dan tidak jarangcara-cara tersebut hanya bisa menghilangkan kesedihan sementara, lalu setelah itu justrumendatangkan kesengsaraan yang bertambah parah. Maka kita dapatkan kebanyakan merekamenghilangkan kesedihan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, merokomendatangi dukun, mendengarkan musik dan lain-lain yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah. olehsebab itu bukanlah ketenangan dan kelapangan hati yang mereka dapatkan tetapi justru kesempitandan kesengsaraanlah yang mereka rasakan, karena mereka telah jauh dari tuntunan Islam.Sebagaimana firman Allah
Ta’ala
,
 ﴿ ىم َعْَأ ة ِَ َقِْلا َ ْيَُُُحْَوَًنضَة ًشَ ِَ ُََّ ِَ رِ كْِعَََْَأ  ْَوَ١٢٤﴾ 
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS.Thaha: 124)
 Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Adapun kita kaum Muslimin, maka kita memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan penyakittersebut, tentunya dengan obat-obat yang telah diberikan oleh Allah dan RasulNya. Obat yang pertama adalah kita meyakini bahwa kesedihan dan kesusahan yang menimpa kita, sudahditaqdirkan oleh Allah, maka ketika kita menyadari hal tersebut akan tenanglah hati kita danlapanglah dada kita.Kemudian obat berikutnya adalah do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menghadapikesedihan. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud
 Radhiyallahu ‘anhu
 bahwasannya Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
،َؤاَض ف ٌَع ،َُْُ ف ٍاَم ،ََب َِصاَ ،ََمأ ُنبَو ،ََع ُنبَو ،َُَع إ ُ :اقف ،ٌُ َو َه ًَع اَصأ اَم ،ََع َغ ْع ف ب َتْَس وأ ،َقْَخ نم ًَأ ُََع وأ ،َِباَك ف ُَْَأ وأ ،ََْَ ب ََس ،َ َُه س ب َسأ اًَف ُ اَم ُَبأَو ،َو ُَه ُ ََهْذأ إ َو َه اَهذَو ،ُ ءلجَو ،يرص رُَو ،ْ بَر آق ََ ْأ
“Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu, dan anak hamba perempuanMu,ubun-ubunku di tanganMu, berlaku kepadaku hukumMu, adil atasku QadhaMu (keputusanMu), akumeminta kepadaMu dengan seluruh nama-namaMu (yaitu) yang Engkau namakan diri Engkaudengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepadakepada salah satu hambaMu, supaya Engkau menjadikan al-Qur’an penyiram hatiku, cahayadadaku, pengusir kesedihanku, penghilang kecemasan dan kegelisahan, kecuali Allah akanmenghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kesenangan.”
Tentunya di dalam berdo’a dengan do’a di atas kita harus faham dengan makna yang terkandung didalam do’a tersebut, supaya kita menghadirkan hati kita di dalam berdo’a. Karena Allah tidak menerima do’a seorang yang hatinya lalai, dan salah satu sebab kelalaian tersebut adalah tidak fahamnya kita dengan kandungan makna do’a tersebut.
 
Maka Ibnu al-Qayim
 Rahimahullah
menjelaskan kandungan makna do’a tersebut sebagai berikut
Pengakuan seorang hamba bahwa dia adalah hamba Allah, seorang makhluk yang harustunduk dan patuh terhadap semua perintah, dan ini menunjukkan bahwa dia tidak bisa lepasdari pertolongan Allah, walaupun hanya sekejap mata. Ini juga menumbuhkan keyakinan bahwa hanya Allahlah yang bisa menghilangkan kesedihannya.
Persaksian dia bahwa ubun-ubunnya, dan ubun-ubun seluruh makhluk berada di tanganAllah, oleh sebab itu dia tidak merasa takut dengan makhluk karena dia sadar bahwa dia danmakhluk lain sama kedudukannya sebagai seorang hamba, dan makhluk yang lain tidak bisamemberikan manfaat maupun menimpakan mudharat kepada dirinya.
Memulai do’anya dengan tawassul yang disyari’atkan, yaitu dengan bertawassul dengannama-nama Allah, baik yang diketahui oleh manusia maupun yang tidak. Ini adalah dalil bahwa nama-nama Allah tidak terbatas jumlahnya, karena di antara nama-nama Allah adanama-nama yang hanya Allah sendiri yang tahu, berarti sesuatu yang tidak bisa diketahuioleh manusia tidak mungkin bisa dihitung.
Dalam do’a ini terkandung permintaan seorang hamba supaya Allah
Ta’ala
menjadikan al-Qur’an sebagai “Rabi’” bagi hatinya. Rabi’ adalah air hujan, maka Nabi menyerupakanmenyerupakan al-Qur’an dengan air hujan, karena sebagaimana air hujan menumbuhkan bumi, maka al-Qur’an pun menghidupkan hati. Dan apabila hati kita hidup, maka hiduplahseluruh anggota badan kita.
Kemudian permintaan hamba supaya al-Qur’an dijadikan cahaya bagi dadanya, karena dadayang bercahaya dan hati yang hidup adalah sumber kelapangan dan kebahagiaan seseorang.
Permintaan seorang hamba supaya Allah menjadikan al-Qur’an penghilang kesedihannya,karena kalau kesedihan dihilangkan dengan al-Qur’an, maka kesedihan tersebut tidak akankembali. Berbeda halnya apabila dihilangkan dengan selainnya seperti harta, anak, istri, jabatan atau apapun selainnya, maka kesedihan akan kembali ketika obat-obat selain al-Qur’an itu pergi.
Dianjurkan bagi yang mendengar hadits ini untuk mengamalkannya sebagaimana perintah Nabi kepada para sahabatnya pada hadits di atas.Maka kesimpulannya, kesedihan dan kesempitan hati tidak akan bisa dihilangkan kecuali dengantauhid/ pemahaman yang benar tentang Allah, dan dengan al-Qur’an yaitu dengan menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi hidup kita, yang senantiasa kita pahami serta kita amalkan dalamkehidupan kita sehari-hari.
 ُرَغ َُه ُإ ُوُغَساف ِتاَُَو َنُ ِاََو َو   ُغَسأ َه  أ
KHUTBAH YANG KEDUA
َحُم ىَع َص ُ ََسُَو ِءاَ ُاَخ ًَحُم ّأ ُَشأَو َحِا َو  ّإ إ  ْأ ُَشأَو َاَ َر ِِََح ّإ َْكراَب اَك َحُم آ ىَعَو َحُم ىَع ِراَبَو .َم َ َإ ،َِهَبإ آ ىَعَو َِهَبإ ىَع ََص اَك َحُم آ ىَعَو ,بامأ ,.َم َ َإ ،َِهَبإ آ ىَعَو َِهَبإ ىَع
 Kaum Muslimin Rahimakumullah,
Itulah obat yang dicontohkan oleh Nabi untuk menghilangkan kesedihan dan kesusahan dan inimenunjukkan betapa sempurnanya agama kita. Tidaklah ada satu kebaikan pun kecuali kita sudahdijelaskan dan tidaklah ada satu keburukan pun kecuali kita sudah diperingatkan untumenjauhinya. Kemudian kita juga diharuskan untuk menjauhi sebab-sebab munculnya kesedihandan kesempitan hati yaitu dengan menjauhi sikap berpaling dari al-Qur’an sebagaimana firmanAllah,

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
B'MAZ liked this
Bilqis Rochmi liked this
papanrehal liked this
Moch Wasum liked this
Abdurrahman Alwi liked this
aisyah24maret liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->