Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Pemijahan Gurame

Teknik Pemijahan Gurame

Ratings: (0)|Views: 106 |Likes:
Published by Toro Item
Materi ini mengenai teknik pemijahan pada ikan gurame
Materi ini mengenai teknik pemijahan pada ikan gurame

More info:

Published by: Toro Item on Nov 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

 
1
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN GURAME
Oleh : Sri Astutik Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar,
 
bentuk badan pipih lebar, bagianpunggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/keperak-perakan
.
Ikan gurame merupakan keluarga
 Anabantidae 
 ,
keturunan
Helostoma 
dan bangsa
Labyrinthici 
. Ikan gurami berasal dari Perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), danmenyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain.Ikan gurami dapat memijah sepanjang tahun, walaupun produktifitasnya lebih tinggiterutama pada musim kemarau. Adapun hal yang perlu diperhatikan untuk pemijahan iniadalah padat tebar induk, tata letak sarang, panen telur dan kualitas air media pemijahan.Induk jantan ditandai dengan adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawahyang tebal terutama pada saat musim pemijahan dan tidak adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Sedangkan induk betina ditandai dengan bentuk kepala bagian atas datar,rahang bawah tipis dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada.I
. PERSIAPAN PEMIJAHAN
Kolam pemijahan dapat berupa kolam tanah atau kolam tembok tetapi dasar kolamdiusahakan tetap tanah. Dasar kolam tanah akan merangsang induk gurami untuk segeramemijah. Syarat kolam pemijahan yaitu : airnya jernih, tenang dan mengalir kecil sehinggasuplai oksigen juga terpenuhi, ada pintu pemasukan dan pengeluaran air dan tidak bolehterlalu banyak mengandung lumpur karena airnya cepat keruh, air yang keruh dapatmenutupi permukaan telur, akibatnya akan mempengaruhi keberhasilan penetasan telur.1.
 
Persiapan Kolam PemijahanPersiapan kolam pemijahan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kolam dalamkondisi optimal bagi ikan gurami untuk melakukan pemijahan. Kolam pemijahan harusdilengkapi dengan saluran pemasukan air dan pengeluaran. Saluran pemasukan airdibutuhkan untuk mensuplai air baru agar air kolam tetap segar dan ketersediaan oksigenterlarut tetap terjaga. Aliran air yang masuk ke kolam dapat merangsang ikan untuk memijah.Ikan Gurami seperti ikan air tawar lainnya juga akan terangsang berpijah bila adasuasana baru dalam kolam, seperti bau ampo yang terbentuk akibat pengeringan tanahkolam kemudian kena air baru. Hal inilah yang menyebabkan pengeringan dan penjemuranpada dasar kolam pemijahan mutlak dilakukan. Selain kegiatan pengeringan, pemberianpakan daun talas juga dapat merangsang gurami untuk segera kawin.Tahapan kegiatan yang perlu dilakukan untuk menyiapkan kolam pemijahan ikangurami adalah sebagai berikut :a.
 
Kolam dikeringkan 3-7 hari, tergantung cuaca dan ketebalan lumpur di kolam. Tujuanpengeringan kolam yaitu merangsang birahi induk untuk segera kawin, membunuh hamadan penyakit serta membuang gas-gas yang membahayan ikan (misalnya: amoniak (NH
3
) dan H
2
S)b.
 
Perbaikan pematang, membersihkan kolam dari semua kotoran yang ada dan masuk kekolam serta membersihkan rumput liar disekitar pematangc.
 
Jika dasar kolam banyak mengandung lumpur segera dikurangi atau dibuangd.
 
Setelah pengeringan kolam, dilakukan pengapuran dengan dosis 100gr/m
2
. Pemberiankapur selain untuk menaikkan pH tanah juga untuk membunuh bibit-bibit penyakit yangterdapat di dasar kolam
 
2
e.
 
Kolam pemijahan diisi dengan air bersih, jernih dan memenuhi persyaratan untuk kehidupan dan telur nantinya sedalam 80 cmf.
 
Setelah 3-4 hari dari pengisian air kolam, induk sudah dapat dimasukkan ke kolampemijahan Apabila sumber air kurang jernih atau keruh, sebaiknya air diendapkan terlebih dahuludalam bak pengendapan. Air kolam yang keruh akan menyebabkan telur terselimuti olehlumpur sehingga telur-telur membusuk dan tidak menetas. Disamping itu, air yang keruhkita akan kesulitan untuk mengetahui apakah telah terjadi aktifitas pemijahan dan apakahsarang telah berisi telur atau belum.2.
 
Mempersiapkan SarangInduk gurami membuat sarang terlebih dahulu sebelum melakukan pemijahan. Guramimeletakkan dan menyimpan telurnya didalam sarang. Di alam, induk gurami jantanmembuat sarang yang terbuat dari rumput-rumput kering yang disusun di pojokan kolam. Agar proses pemijahan gurame dapat berlangsung lebih cepat, pembudidaya perlumenyediakan tempat kerangka sarang (sosog) dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bahan sarang (seperti ijuk, sabut kelapa). Keberadaan bahan sarang tersebut juga merangsang induk cepat untuk memijah.a.
 
Kerangka Sarang (Sosog)Kerangka sarang dapat berupa sosog, ranting-ranting pohon dan bilah bambu yangcukup ditancapkan di pinggir pematang kolam. Pemakaian dengan bilah bambu lebih praktis,hemat biaya, dan induk gurami lebih fleksibel dalam membuat sarang. Sedangkan sosogadalah anyaman bambu berbentuk kerucut dengan diameter lingkaran mulut sosog antara25-30 cm dan dalamnya 30-40 cm. Pemasangan sosog dilakukan di pematang dengan caratangkainya ditancapkan ke pematang kolam. Namun ada juga yang memasang sosog dibagian tengah kolam dengan cara memasang tangkai pada pangkal sosog . Penempatansosog di bagian tengah kolam bertujuan untuk mengantisipasi induk yang enggan membuatsarang dipinggir kolam, karena kondisi pinggir kolam yang kurang nyaman dan banyak lalulalang orang.Pemasangan sosog disarankan sekitar 15-30 cm di bawah permukaan air kolam. Jarak pemasangan antara sosog yang satu dengan lainnya sekitar 2
 –
4 m. Jumlah sosog yangdipasang di kolam pemijahan disesuaikan dengan jumlah induk betina. Satu ekor induk betina biasanya membutuhkan satu sarang untuk meletakkan telurnya. Namun, semakinbanyak kerangka yang dipasang maka akan semakin baik karena induk gurami akan lebihleluasa memilih tempat yang diperkirakan aman dan nyaman untuk meletakkan telurnya.b.
 
Bahan SarangBahan sarang untuk pemijahan gurami dapat berupa ijuk, sabut kelapa dan rumput-rumput kering. Namun , yang paling banyak digunakan adalah ijuk dan sabut kelapa karenalebih praktis, murah, dan mudah didapat. Pilihlah ijuk yang lembut untuk menghindaripecah atau rusaknya telur akibat gesekan dengan ijuk. Sebelum digunakan ijuk dan sabutkelapa dicuci hingga bersih dan dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur.Bahan pembuat sarang ini biasanya ditempatkan dipinggir atau di tengah kolamdengan posisi menggantung supaya induk dapat dengan mudah mengambil ijuk atau sabutkelapa. Agar bisa menggantung, ijuk dan sabut kelapa dijepit secara longgar dengan bilahbambu yang dipasang dipinggiran kolam. Namun kelemahannya, banyak ijuk yang jatuh kedasar kolam atau tertimbun lumpur.Penempatan bahan sarang yang umum dilakukan pembudidaya yaitu diatas para-parayang terbuat dari bambu. Para-para bambu ini diberi kaki pada keempat sudutnya sehingga
 
3
mampu menahan ijuk/sabut kelapa yang ditempatkan di atasnya. Bahan tersebut diletakkandiatas para-para yang terendam air atau rata dengan air supaya mudah diambil induk  jantan. Oleh induk jantan, ijuk/sabut kelapa diambil dan dipindahkan ke sosog atau bilahbambu yang di tancapkan pinggir pematang kolam.3.
 
Penebaran Induk Kekolam PemijahanInduk gurami yang telah matang gonad dan siap mijah dapat segera dipindahkan kekolam pemijahan. Penangkapan dan pelepasan induk yang telah matang gonad dilakukansecara hati-hati agar induk tidak terluka atau stress. Penangkapan induk sebaiknyadilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlampau panas. Hal ini untuk menghindari stress pada ikan akibat perbedaan suhu yang terlalu tinggi antara di kolaminduk dengan suhu di kolam pemijahan. Pemindahan induk ke kolam pemijahan dilakukansetelah kolam pemijahan sudah siap dan telah diisi air.Penangkapan induk gurami yaitu dengan cara melokalisir induk dengan menggiringnyadisalah satu sisi kolam dengan menggunakan jarring yang dibentangkan. Setelah ruanggeraknya dipersempit, induk dapat ditangkap dengan menggunakan tangan dan dilakukandengan hati-hati. Penangkapan induk harus dilakukan satu demi satu. Penangkapan induk tidak disarankan menggunakan seser, karena akan mengakibatkan sisik ikan banyak yangterkelupas.Cara memegang induk gurami ada caranya yaitu induk dipegang dengan tangandengan posisi badan terbalik. Induk dipegang pelan dan hati-hati, mata gurami diusahakantertutup oleh telapak tangan agar tidak berontak. Bagi yang belum mahir dapatmenggunakan kain halus basah yang diselimutkan pada tubuh ikan secara hati-hati.Selanjutnya induk diangkat secara pelan-pelan dengan posisi terlentang juga. Induk yangtertangkap dimasukkan ke dalam drum atau ember besar berisi air yang telah dipersiapkan.Pemasukkan induk ke kolam pemijahan harus dilakukan secara hati-hati. Masukkaninduk bersama dengan wadahnya ke kolam pemijahan dan biarkan gurami keluar danberenang dengan sendirinya. Pemindahan induk dapat juga dengan cara mempergunakankain halus basah, kemudian diangkut dan dilepaskan bersama pembungkusnya. Dengancara ini kemungkinan induk jatuh karena meronta dapat dikurangi atau dihindari. Jika nduk sampai terjatuh maka akan dapat menyebabkan stress sehingga induk tidak mau memijah.
II. PEMIJAHAN
1.
 
Teknik pemijahanKolam pemijahan sebaiknya jangan terlalu luas, karena akan membuat induk banyak bergerak sehingga kurang produktif. Kolam pemijahan umumnya berbentuk persegi panjangdengan ukuran 20
 –
200 m
2
dengan kedalaman sekitar 75
 –
100 cm. Teknik pemijahanikan gurami dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :a.
 
Pemijahan sistem paket (pasangan)Pemijahan sistem paket (pasangan) merupakan cara pemijahan yang banyak dilakukanoleh para pembenih ikan gurami. Pemijahan sistem paket yaitu di dalam 1 kolam hanyadipijahkan satu paket induk, yaitu terdiri dari1 ekor jantan dengan 3 ekor betina. Jika dalamsatu kolam tersebut terdapat 2 ekor jantan maka ada kemungkinan induk jantan salingbertarung karena kolam pemijahan yang sempit serta berebut induk betina.Kolam pemijahan dilakukan pada kolam biasa yang disekat menjadi beberapa bagianuntuk dijadikan kolam pemijahan. Sekat yang umum digunakan yaitu anyaman bambu ataumenggunakan jarring yang berbentuk sedemikian rupa hingga menyerupai anyaman bambusebagai penyekat menjadi beberapa kolam pemijahan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->