Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gambaran Umum Kabupaten Bogor

Gambaran Umum Kabupaten Bogor

Ratings: (0)|Views: 565 |Likes:
Published by Fathinuddin
Deskripsi gambaran umum Kabupaten Bogor
Deskripsi gambaran umum Kabupaten Bogor

More info:

Published by: Fathinuddin on Nov 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

 
1
GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOGOR
Pembangunan daerah yang telah dilaksanakan di berbagai bidang kehidupan masyarakat,yang meliputi bidang sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan danteknologi (IPTEK), sarana dan prasarana, politik, ketentraman dan ketertiban masyarakat, hukum,aparatur, tata ruang dan pengembangan wilayah, serta sumber daya alam (SDA) danlingkungan hidup, yang selama ini telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor telahmencapai kemajuan. Meskipun demikian, masih banyak masalah/persoalan/ agenda yang perludiselesaikan untuk 20 (dua puluh) tahun ke depan dengan memperhatikan modal dasar yangdimiliki.
KONDISI FISIK WILAYAH
 Secara geografis Kabupaten Bogor terletak antara 6º
18”0”
 
 – 
47”10” Lintang
Selatandan 106º
23”45”
- 107º
13”30’
Bujur Timur, yang berdekatan dengan Ibukota Negara sebagaipusat pemerintahan, jasa dan perdagangan dengan aktifitas pembangunan yang cukup tinggi,memiliki luas ± 298.838,304 Ha, dengan batasan wilayah sebagai berikut :1.
 
Sebelah Utara : Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten), Kabupaten/Kota Bekasi danKota Depok;2.
 
Sebelah Barat : Kabupaten Lebak (Provinsi Banten);3.
 
Sebelah Timur : Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta;4.
 
Sebelah Selatan : Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur;5.
 
BagianTengah : Kota Bogor.Secara administratif, Kabupaten Bogor terdiri dari 411 desa dan 17 kelurahan (428desa/kelurahan), 3.639 RW dan 14.403 RT yang tercakup dalam 40 kecamatan. Jumlahkecamatan sebanyak 40 tersebut merupakan jumlah kumulatif setelah adanya hasil pemekaran 5(lima) Kecamatan di tahun 2005, yaitu Kecamatan Leuwisadeng (pemekaran dari KecamatanLeuwiliang), Kecamatan Tanjungsari (pemekaran dari Kecamatan Cariu), Kecamatan Cigombong(pemekarandari Kecamatan Cijeruk), Kecamatan Tajurhalang (pemekaran dari KecamatanBojonggede) dan Kecamatan Tenjolaya (pemekaran dari Kecamatan Ciampea). Selain itu, padaakhir tahun 2006 telah dibentuk pula sebuah desa baru, yaitu Desa Wirajaya, sebagai hasilpemekaran dari Desa Curug Kecamatan Jasinga.Kabupaten Bogor merupakan wilayah daratan dengan tipe morfologi wilayah yangbervariasi, dari dataran yang relatif rendah di bagian Utara hingga dataran tinggi di bagianSelatan, sehingga membentuk bentangan lereng yang menghadap ke utara, dengan klasifikasikeadaan morfologi wilayah serta prosentasenya sebagai berikut :a.
 
Dataran rendah (15 -100 m dpl) sekitar 29,28 %, merupakan kategori ekologi hilir;b.
 
Dataran bergelombang (100 - 500 m dpl) sekitar 42,62 %, merupakan kategori ekologi tengah;c.
 
Pegunungan (500
 – 
1.000 m dpl) sekitar 19,53 %, merupakan kategori ekologi hulu;d.
 
Pegunungan tinggi (1.000
 – 
2.000 m dpl) sekitar 8,43 %, merupakan kategori ekologi hulu;e.
 
Puncak-puncak gunung (2.000
 – 
2.500 m dpl) sekitar 0,22 %, merupakan kategori ekologihulu;Iklim wilayah Kabupaten Bogor termasuk iklim tropis sangat basah di bagian selatan daniklim tropis basah di bagian utara, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.500
 – 
5.000 mm/tahun,
 
2kecuali di wilayah bagian utara dan sebagian kecil wilayah timur curah hujan kurang dari 2.500mm/tahun. Suhu rata-rata di wilayah Kabupaten Bogor adalah 20° - 30°C, dengan rata-ratatahunan sebesar 25°C. Kelembaban udara 70 %. Kecepatan angin cukup rendah, dengan rata
 – 
 rata 1,2 m/detik dengan evaporasi di daerah terbuka rata
 – 
rata sebesar 146,2 mm/ bulan.Secara umum wilayah Bogor terbentuk oleh batuan vulkanik yang bersifat piroklastik,yang berasal dari endapan (batuan sedimen) dua gunung berapi, yaitu Gunung Pangrango(berupa batuan breksi tufaan/ kpbb) dan Gunung Salak (berupa aluvium/kal dan kipasaluvium/kpal). Endapan permukaan umumnya berupa aluvial yang tersusun oleh tanah, pasir,dan kerikil hasil dari pelapukan endapan. Bahan induk geologi tersebut menghasilkan tanah
 – 
 tanah yang relatif subur.Wilayah Kabupaten Bogor memiliki jenis tanah yang cukup subur untuk kegiatanpertanian, perkebunan, dan kehutanan. Jenis tanah di Kabupaten Bogor terdiri dari 22 jenistanah, dengan prosentase terbesar adalah Asosiasi Latosol Merah, Latosol Coklat Kemerahandan Laterit Air Tanah sebesar 20,20 % (60.439.627 Ha). Sedangkan jenis tanah lainnya adalahsebagai berikut : Andosol Coklat Kekuningan (1%); Asosiasi Aluvial Coklat Kelabu dan AluvialCoklat Kekelabuan (4,71 %); Asosiasi Andosol Coklat dan Regosol Coklat (3,22 %); AsosiasiLatosol Coklat dan Latosol Kekuningan (3,83 %); Asosiasi Latosol Coklat dan Regosol Kelabu(5,89 %); Asosiasi Latosol Coklat Kemerahan dan Latosol Coklat (8,78 %); Asosiasi Podsolik Kuning dan Hidromorf Kelabu (0,34%); Asosiasi Podsolik Kuning dan Regosol (0,30 %);Kompleks Grumusol, Regosol dan Mediateran (5,81 %); Kompleks Latosol Merah Kekuningan,Latosol Coklat Kemerahan dan Litosol (6,71 %); Kompleks Latosol Merah Kekuningan, LatosolCoklat, Podsolik Merah Kekuningan (5,61 %); Kompleks Podsolik Merah Kekuningan, Podsolik Kuning dan Regosol (2,84%); Kompleks Regosol Kelabu dan Litosol (1,69 %); KompleksResina, Litosol Batu Kapur dan Brown Forest Soil (0,89 %); Latosol Coklat (7,62 %); LatosolCoklat Kekuningan (1,91 %); Latosol Coklat Kemerahan (0,001 %); Latosol Coklat TuaKemerahan (6,32 %); Podsolik Kuning (1,57 %); Podsolik Merah (2,07 %) dan Podsolik MerahKekuningan (7,54 %).Di wilayah Kabupaten Bogor terdapat 6 (enam) Daerah Aliran Sungai (DAS) yangposisinya membentang dan mengalir dari daerah pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara,yaitu : DAS Cidurian, DAS Cimanceuri, DAS Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali Bekasi danDAS Citarum Hilir. Sungai-sungai pada masing-masing DAS tersebut mempunyai fungsi danperanan yang sangat strategis yaitu sebagai sumber air untuk irigasi, rumah tangga danindustri serta berfungsi sebagai drainase utama wilayah. Di samping itu, di Kabupaten Bogorterdapat danau atau situ-situ sebanyak 93 buah dengan luas 496,28 Ha dan terdapat juga sejumlahmata air. Situ-situ dimaksud berfungsi sebagai reservoar atau tempat peresapan air dan beberapadiantaranya dimanfaatkan sebagai obyek wisata atau tempat rekreasi, budidaya perikanan danirigasi untuk pertanian.Dengan kondisi ekologi dan morfologi tersebut di atas, sebagian besar wilayah KabupatenBogor berfungsi lindung (non budidaya dan budidaya terbatas), sehingga wilayah yang dapatdigunakan untuk kegiatan budidaya terbatas yakni hanya wilayah dataran rendah bagian utara.Selain itu, kondisi morfologi Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi,perbukitan dan pegunungan dengan batuan penyusunnya didominasi oleh hasil letusan gunung,yang terdiri dari andesit, tufa, dan basalt. Gabungan batu tersebut termasuk dalam sifat jenisbatuan relatif lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan tergolong besar. Jenispelapukan batuan ini relatif rawan terhadap gerakan tanah bila mendapatkan siraman curahhujan yang tinggi. Selanjutnya, jenis tanah penutup didominasi oleh material vulkanik lepas
 
3agak peka dan sangat peka terhadap erosi, antara lain Latosol, Aluvial, Regosol, Podsolik danAndosol. Dengan demikian, beberapa wilayah rawan terhadap tanah longsor.
SOSIAL BUDAYA DAN KEHIDUPAN BERAGAMA
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2006 menurut hasil Sensus Daerah(SUSDA) sebanyak 4.215.585 jiwa dan pada tahun 2007 telah mencapai 4.237.962 jiwa(penyempurnaan hasil SUSDA melalui coklit, 2007) atau 10,32 % dari jumlah penduduk Propinsi Jawa Barat (40.737.594 jiwa). Berarti dalam lingkup Propinsi Jawa Barat, jumlahpenduduk tersebut menempati urutan kedua setelah Kabupaten Bandung (4.399.128 jiwa). Lajupertumbuhan penduduk (LPP) Kabupaten Bogor tahun 2006-2007 adalah 0,53 %, lebih rendahdibandingkan dengan LPP tahun 2005-2006 yang mencapai 2,79 %. Sementara LPP selamaperiode 2000-2007, rata-rata mencapai 4 % atau masih berada diatas 2 % per tahun. Kondisiini disebabkan oleh tingginya laju pertumbuhan alami dan migrasi masuk ke Kabupaten Bogor.Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengendalikan perkembangan jumlahpenduduk tersebut, diantaranya dengan peningkatan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Untuk program KB, selama tahun 2006 pelayanan Keluarga Berencana telah menjangkau peserta KBAktif sebanyak 525.657 PUS atau 72,92 % dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) diKabupaten Bogor yang mencapai 720.882 PUS. Dari proporsi 72,92 % tersebut, sebanyak 20,35 % (106.958 PUS) merupakan Keluarga Miskin, yang telah difasilitasi untuk mendapatkanalat kontrasepsi secara gratis.Jumlah penduduk sebanyak 4.237.962 jiwa di atas, terdiri dari penduduk Laki-lakisebanyak 2.178.831 jiwa dan penduduk Perempuan sebanyak 2.059.131 jiwa atau rasio jeniskelamin (
sex ratio
) 105, artinya penduduk Laki-laki lebih banyak daripada penduduk Perempuan. Sementara itu, komposisi umur penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2007,yaitu usia 0-14 tahun sebanyak 1.209.386 jiwa, usia 15-64 tahun sebanyak 2.871.380 jiwa, danusia 65 tahun ke atas sebanyak 157.196 jiwa. Dari komposisi umur tersebut, maka angkabeban ketergantungan (
dependency ratio
) mencapai 47,59 yang berarti diantara 100 orangpenduduk usia produktif menanggung sebanyak 48 orang penduduk usia non produktif.Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Bogor rata-rata 1.417 jiwa/ km², sementaratingkat kepadatan terendah adalah 306 jiwa/km², terdapat di kecamatan Tanjungsari dan tingkatkepadatan tinggi yaitu 7.854 jiwa/km², terdapat di kecamatan Ciomas. Data ini menunjukkanbahwa pada wilayah perkotaan tingkat kepadatannya lebih tinggi dibandingkan denganwilayah pedesaan, terutama yang berbatasan langsung dengan Kota Depok dan Kota Bogor.Jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianut serta diakui oleh negara, yaitu yangberagama Islam sebanyak 4.142.969 orang (97,76%), Kristen Katholik sebanyak 25.357 orang(0,60 %), Kristen Protestan sebanyak 45.957 orang (1,08 %), Hindu sebanyak 2.181 orang (0,05%), Budha sebanyak 14.125 orang (0,33 %), Kong Hu Chu sebanyak 6.643 orang (0,16 %) danLainnya sebanyak 730 orang (0,02%).Kualitas kehidupan beragama di Kabupaten Bogor menunjukkan adanya kesadaranmasyarakat untuk melaksanakan ajaran agama masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.Kondisi tersebut menciptakan hubungan yang harmonis dan kondusif baik antara sesamapemeluk agama maupun antar umat beragama. Intensitas komunikasi antara sesama alim ulama,tokoh agama dan pemerintah baik intern, antar umat beragama, berjalan dengan harmonismelalui dialog-dialog baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun difasilitasi olehpemerintah. Namun demikian, pada tahun terakhir ini mulai muncul aliran tertentu yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->