Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Agroborneo Edisi 7

Agroborneo Edisi 7

Ratings: (0)|Views: 166|Likes:
Published by agroborneo
Sebutir sehari kapsul gizi, Budidaya - Beri ayam makan secepatnya, Menyiduk Penyelundup dari Malaysia ke Indonesia. Menyiduk Penyelundup: Ikan patin, bawal, tongkol, sotong, sarden dll. karena mendapatkan ijin masuk dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kalbar, maka selalu diletakkan dipinggir pintu sebagai ‘tameng’ jika ada pemeriksaan, yang bagian dalam berupa produk-produk peternakan illegal umumnya tidak tersentuh.
Sebutir sehari kapsul gizi, Budidaya - Beri ayam makan secepatnya, Menyiduk Penyelundup dari Malaysia ke Indonesia. Menyiduk Penyelundup: Ikan patin, bawal, tongkol, sotong, sarden dll. karena mendapatkan ijin masuk dari Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kalbar, maka selalu diletakkan dipinggir pintu sebagai ‘tameng’ jika ada pemeriksaan, yang bagian dalam berupa produk-produk peternakan illegal umumnya tidak tersentuh.

More info:

Published by: agroborneo on Nov 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2014

pdf

text

original

 
2088-7434
 
AGROBORNEO
| Edisi 07 | Oktober 2012
2
Dari Redaksi
MENYIDUK PENYELUNDUP
dibantu dari Dinas Peternakan Propinsi,sementara wartawan yang dibawaserta segera mengambil gambar untuk mendokumentasikan peristiwa ini. idak lama kemudian pihak Karantina Hewan yang bertugas di pintu lintas batas (PLB)Entikong datang, membenarkan bahwaproduk-produk peternakan yang beradadi dalam ruang pendingin tersebut tanpadisertai dokumen resmi alias illegal.Inilah bagian dari operasi ‘BatasKapuas’ yang dicanangkan Polda Kalbardalam mengatasi praktek penyelundupandari negara tetangga kita. Pihak DinasPeternakan Propinsi yang gerahkarena berkali-kali menerima laporanpenyelundupan sejak 2010 lalu, sangatmendukung operasi ini. “Kami sebenarnyamalu berkali-kali menerima laporanmasyarakat melalui asosiasi (Asosiasi Agribisnis Perunggasan – pen), namunbelum bisa melakukan tindakan berarti.Sekarang ini saat yang tepat untuk melakukan tindak penegakan hukum.” ujar
H
ari Kamis tanggal 18Oktober 2012 pukul15.50 empat mobilberisi 19 orang meluncurdari pos pemberhentian diBalaikarangan-KalimantanBarat menuju titik operasi yaitugudang dan ruang pendingin
(coldstorage) 
milik ‘J’, tersangkapenyelundup produk-produk peternakan dari Sarawak-Malaysia.
Kurang dari sepuluh menit perjalanantibalah rombongan pada titik operasi.Begitu turun dari kendaraan, masing-masing bergerak sebagaimanatugasnya; limapersonil Brimobdengan sigapbersenjata lengkapmengamankanlingkungan dansituasi, dari pihak kepolisian daerah(Polda) Kalbarsegera memeriksadokumen danmeminta keterangan,
Daging ik 
 
AGROBORNEO
| Edisi 07 | Oktober 2012
3
Drh. H. Supriono dari Dinas PeternakanPropinsi yang mengikuti jalannya operasi.Selanjutnya Supriono menuturkanlatar belakang operasi ini, bahwa dalamtiga tahun terakhir komoditi dan produk peternakan illegal dari Malaysia membanjirmasuk ke wilayah Kalbar. Pada tahun2010 bahkan ayam broiler hidup ‘berani-beraninya’ masuk ke wilayah RI. Kemudiandilakukan pengawsan ketat oleh KarantinaHewan di perbatasan sehingga banyak ayam yang mati di tengah jalan. Melihatresiko tinggi membawa ayam hidup,akhirnya yang terus masuk adalah produk peternakan yangdibekukan yakniberupa dagingsapi, daging ayamutuh maupunpotongan, olahandaging berupa sosis,bahkan dagingkambing dandaging itik. elurayam ras kerabang juga rutin masuk.“Singkat ceritapeternakan Malaysiasejarang ini dalamkondisi surplus dagingayan dan telur. Kalaudaging sapi dankambing umumnyare-ekspor . Daging sapidan kerbau dari India,sedangkan dagingkambing/domba dariNew Zealand.”Sepuluh tahun silam, sekitar 1999 –2000 peternak di Sarawak masih sesekalimembeli ayam dara petelur
(pullet)
padapeternakan ayam ras di Kalbar, juga parentstock broiler. Artinya produksi bibit ayamdi Sarawak masih belum cukup kala itu. etapi setelah sepuluh tahun berlalu,produk peternakan Sarawak membanjiriKalbar.“Dalam menjaga lalu lintas ternak pemerintahnya menerapkan sistempengawasan yang disiplin (sesuai kaidahilmu kesehatan hewan) dan sangat ketat.
Ikan pan, bawal, tongkol, sotong, sarden dll.karena mendapatkan ijin masuk dari DinasPerikanan dan Kelautan Propinsi Kalbar, makaselalu diletakkan dipinggir pintu sebagai ‘tameng’ jika ada pemeriksaan, yang bagiandalam berupa produk-produk peternakan illegal umumnya dak tersentuh.Potongan sayap ayam

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Agustri W Hanafi liked this
agroborneo liked this
agroborneo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->