Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Rangka

Sistem Rangka

Ratings: (0)|Views: 864|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nurhidayah Salsabila on Nov 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
I.
 
dPENDAHULUAN
A.
 
Latar Belakang
Sistem organ pada tubuh manusia bekerja secara serentak dan terkoordinasi, sertasepenuhnya serasi melakukan tujuan yang sama yakni agar tubuh tetap hidup. Gerakanterkecil yang kita lakukan setiap harinya, seperti bernapas, menangis, menjerit kesakitan,senyum, lompat dan lain-lain merupakan hasil koordinasi yang sempurna dalam tubuhmanusia. Pergerakan, baik internal maupun eksternal merupakan ciri khas semua makhluk hidup. Pergerakan merupakan karakteristik penting organisme yang harus memperolehmakanan.Pada kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa melakukan gerakan yang tujuannyasebagai alat untuk melakukan perpindahan secara signifikan. Tidak dapat dipungkiri bahwarangka adalah penunjang alat gerak pasif pada tubuh, sekaligus menopang tubuh dan jugamelindungi bagian-bagian lunak dari tubuh. Tanpa adanya rangka, maka dapat dibayangkanbetapa rapuhnya tubuh, dan mustahil bagi otot-otot dapat melakukan kontraksi tanpa dibantuoleh rangka.Selain melakukan fungsi-fungsi tersebut di atas, sistem rangka juga berfungsi melindungialat-alat vital di dalam tubuh dari benturan keras ataupun luka mekanis. Hal ini agar organ-organ di dalam tubuh manusia dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam kehidupansehari-hari, sistem rangka merupakan suatu sistem penopang tubuh yang dapat menegakkantubuh sehingga tubuh kelihatan seimbang dan proporsional.Berdasarkan uraian di atas, kita dapat memperoleh informasi mengenai sistem rangka.Akan tetapi, akan sulit bagi mahasiswa untuk memahami materi sistem rangka tersebutdengan baik hanya melalui teori. Terkadang teori hanya membuat mahasiswa meraba-rabasuatu fakta alam karena adanya keterbatasan indera manusia. Oleh karena itu, diperlukanadanya pengamatan langsung pada objeknya, sehingga mahasiswa bisa memahami letak,fungsi, ciri, dan struktur tulang yang menyusun sistem rangka pada makhluk hidup sertamampu menjelaskannya. Mengingat pentingnya mempelajari sistem rangka sebagai salahsatu materi perkuliahan Struktur Hewan, maka dilakukanlah pengamatan pada sistem rangkaini.
B.
 
Tujuan Praktikum
1.
 
Untuk mengamati tulang-tulang penyususun tengkorak 2.
 
Untuk mengamati tulang-tulang penyusun anggota badan3.
 
Untuk mengamati tulang anggota gerak 4.
 
Untuk mengamati tulang penyusun rangka aves5.
 
Untuk mengamati tulang penyusun rangka pisces6.
 
Untuk mengamati tulang penyusun rangka amphibi
II.
 
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras daritubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton danendoskeleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja ataukeduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringa subdermal, yaituendoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton umumnya dijumpai padahewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Endoskeletonumunya dijumpai pada hewan vertebrata (Pagarra, 2004).Menurut Anonim
a
(2011), secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulangtersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggotatubuh).
 
1.
 
Rangka AksialRangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulangyang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:a.
 
Tulang tengkorak b.
 
Tulang hioidc.
 
Tulang belakang (vertebrae)d.
 
Tulang dada (sternum)e.
 
Tulang rusuk (costa)2.
 
Rangka ApendikulerRangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Rangka apendikuler terdiriatas bahu, tulang-tulang tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, dan telapak kaki. Secara umumrangka apendikuler menyusun alat gerak, tangan dan kakiSistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial) dan rangka anggota(rangka appendikular), rangka aksial meliputi tengkorak (kranium), tulang belakang (kolumnavertebralis), tulang rusuk (kostae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelangbahu (gelang pektoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvik) denganrangka anggota belakang (Pagarra, 2004).Menurut Setiadi (2007), klasifikasi tulang menurut bentuknya terbagi atas:1.
 
Tulang panjang, yaitu tulang yang berbentuk silindris, yang terdiri dari diafisis dan epifisisyang berfungsi untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.2.
 
Tulang pendek, yaitu tulang yang berstruktur kuboid yang biasanya ditemukan berkelompok yang berfungsi memberikan kekuatan dan kekompakan pada area yang pergerakannyaterbatas.3.
 
Tulang pipih, yaitu tulang yang strukturnya mirip lempeng yang berfungsi untuk perlekatanotot dan memberikan perlindungan.4.
 
Tulang ireguler, yaitu tulang yang bentuknya tidak beraturan dengan struktur tulang yangsama dengan tulang pendek.5.
 
Tulang sesamoid, yaitu tulang kecil bulat yang masuk dalam formasi persendian yangbersambungan dengan kartilago, ligamen atau tulang lainnya.Menurut Anonim
b
(2011), Sistem skeletal adalah sistem yang terdiri dari tulang (rangka) danstruktur yang membangun hubungan (sendi) di antara tulang-tulang tersebut. Secara umum fungsidari sistem skeletal adalah:1.
 
Menyediakan bentuk untuk menopang tubuh,2.
 
Sebagai alat gerak pasif,3.
 
Melindungi organ-organ internal dari trauma mekanik,4.
 
Menyimpan dan melindungi sumsum tulang selaku sel hemopoietic (
red bone marrow
),5.
 
Menyediakan tempat untuk menyimpan kelebihan kalsium, dan6.
 
Menyimpan lemak (
 yellow bone marrow
).Bentuk tulang mempunyai hubungan erat dengan tugasnya. Tulang tempurung kepalabersenyawa, sedangkan cingulum anterior dan cingulum posterior merupakan tulang-tulang yangterangkai menjadi satu. Tulang yang bersenyawa tak dapat digerak-gerakkan terhadap satu samalain, sedang sebagian besar tulang-tulang dapat digerakkan satu terhadap yang lain. Padahumerus dan femur terdapat hubungan bentuk bola dan mangkokan yang menyebabkan gerak berputar. Hubungan engsel terdapat pada siku dan lutut. Gerakan-gerakan tulang itudimungkinkan oleh adanya otot ligamen dari jaringan ikat. Kecuali itu juga disebabkan oleh otot-otot daging yang dapat kontraksi memanjang dan memendek, sebagai penggeraknya. Pada tulangyang panjang dibedakan atas bagian central yang disebut
diaphyse
sedang kedua ujungnyadisebut
epiphyse.
Pada tulang-tulang yang bersenyawa terdapat hubungan satu sama lain, danmasing-masing epiphyse dan diaphyse juga terdapat hubungan tidak teratur dan terkunci oleh
 
suture.
Pada katak sutura masih berupa tulang rawan, sehingga tulang itu dapat tumbuh terus.Pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang keras pada saattertentu. Dengan demikian pertumbuhan lebih besar lagi tidak mungkin terjadi (Jasin, 1992).Umunya struktur
appendages
(alat gerak) depan lebih rumit daripada belakang. Alat gerakapada ikan berupa sirip. Tulang di bagian ventral dari
 
pusat sirip ikan hiu disebut korakoid,sedangkan yang memanjang ke arah dorsal di bagian tepi sirip disebut skapula. Selanjutnya untuk kelompok ikan ini, tulang gigi berasal dari dermal. Sirip pada ikan pari merupakan modifikasidaripada beberapa tulang gigi yang hilang. Tulang-tulang bagian panggul pada ikan lebihsederhana daripada bagian gelang bahu dan hampir melekat pada kolumna vertebralis (Sukiya,2003).
III.
 
METODE PRAKTIKUM
A.
 
Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Mei 2011Waktu : Pukul 11.40 s.d. 13.10 WITATempat : Laboratorium Biologi Lantai III Timur FMIPA UNM
B.
 
Alat dan Bahan
1.
 
Torso manusia2.
 
Kerangka amphibi (katak)3.
 
Kerangka aves (burung)4.
 
Kerangka pisces (ikan)
C.
 
Prosedur Kerja
1.
 
Pengamatan Ia.
 
Mengamati tulang tempurung kepala seperti: os. frontal, os. parietal, os.oksipital, os. spenoidal, os. temporal.b.
 
Mengamati tulang wajah seperti maksilla, mandibula, os. zigomaticum, os.nasal, dan os. lakrimal.c.
 
Mengamati tulang belakang, seperti vertebra servikalis, vertebra torakalis,vertebra lumbalis, vertebra sakralis dan vertebra koksigealis.d.
 
Mengamati tulang dada, seperti manubrium sterni, corpus sterni, processusxiphoideus dan tulang rusuk, seperti costae vera, costa spuria dan costafluktuantes.e.
 
Mengamati tulang anggota gerak pada bagian atas yang terdiri dari:scaula,clavicula, humerus, radius, ulna, carpal, metacarpal dala phalanges.f.
 
Mengamati tulang anggota gerak bawah yang terdiri dari: femur, patella, tibia,fibula, tarsal, metatarsal, maleolus, calcaneus dan phalanges.g.
 
Menggambar hasil pengamatan.2.
 
Pengamatan IIa.
 
Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada avesb.
 
Menggambar hasil pengamatan.3.
 
Pengamatan IIIa.
 
Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada amphibib.
 
Menggambar hasil pengamatan.4.
 
Pengamatan IVa.
 
Mengamati struktur bagian tubuh (skeleton) pada piscesb.
 
Menggambar hasil pengamatan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->