Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Manual Underwriting CIT

Contoh Manual Underwriting CIT

Ratings: (0)|Views: 569|Likes:
Published by mda Nurul Iman

More info:

Published by: mda Nurul Iman on Nov 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
 
MANUAL UNDERWRITING UMUM
Untuk seluruh jenis bisnis (Class of Business), ketentuan-ketentuan umum yang harusdiperhatikan dalam proses akseptasi adalah sebagai berikut :
I.
 
SELEKSI TERHADAP RISIKO / BISNIS / PORTFOLIO.
I.1. Harus menyelesaikan seleksi terhadap risiko / bisnis / portfolio terhadap seluruh jenis bisnis.I.2. Terhadap risiko-risiko denganHarga Pertanggungan di atas limit Treaty atau jenisasuransi tanpa dukungan Reinsurance Treaty, harus dilakukan analisa resiko yanglebih komprehensif dan selektif.I.3. Harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam kebijakan setiap jenis bisnis (per COB).I.4. Harus memperhatikan Loss Record (Loss Ratio) minimal 3 (tiga) tahun terakhirdari setiap resiko yang akan ditutup.
II. PROSES AKSEPTASI.
Setiap proses penutupan baru / perpanjangan harus mengacu kepada Prosedur Akseptasimasing-masing jenis bisnis dengan penekanan pada unsur-unsur sebagai berikut ini :
II.1. Pengisian Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA).
II.1.1. Harus dilakukan terhadap seluruh penutupan, baik penutupan baru maupunperpanjangan.II.1.2. SPPA harus diisi lengkap dan ditandatangani oleh pihak Tertanggung.II.1.3. Permintaan penutupan baru maupun perpanjangan (renewal) melaluitelepon, harus ditegaskan secara tertulis oleh pihak Tertanggung.
II.2. Survey Resiko.
II.2.1. Pada prinsipnya harus dilakukan atas semua obyek, terutama untuk obyek-obyek dengan tingkat resiko yang tinggi dan/atau loss ratio yang tinggi,baik penutupan baru maupun perpanjangan.II.2.2. Harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam kebijakan khusustiap jenis bisnis (COB).
 
 II.2.3. Laporan survey resiko harus dapat menggambarkan tingkat resiko yangsebenarnya dari obyek pertanggungan (obyektif), dengan analis yangkomprehensif serta kemungkinan pemisahan resiko untuk COB tertentu.II.2.4. Pelaksanaan survey resiko harus tetap berpedoman pada buku pedomansurvey yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat cq. Divisi Underwriting.II.2.5. Untuk obyek pertanggungan dengan resiko dan harga pertanggungan yangmemerlukan back-up reasuransi secara facultative, berdasarkan kebutuhanakan disurvey oleh Kantor Pusat dan/atau Independent Surveyor. Apabilabisnis tersebut adalah bisnis Cabang, maka survey pendahuluan tetapdilaksanakan oleh Kantor Cabang.
II.3. Identifikasi Obyek Pertanggungan.
 II.3.1. Harus sesuai dengan keadaan sebenarnya (obyektif ) yang terinci, mencakuppula jenis/type, tahun perolehan (dan/atau tahun pembuatan dan/atau tahunpemakaian) sesuai dengan keputusan COB yang bersangkutan.II.3.2. Harus jelas, lengkap dan terperinci, didukung oleh laporan survey yanglengkap perihal kegiatan perusahaan, proses produksi, serta denah/lay outdan lain-lain sesuai dengan COB masing-masing, yang dapatmenggambarkan keadaan obyek pertanggungan dan tingkat risiko.
II.4. Rincian Harga Pertanggungan.
Harus jelas, lengkap dan terinci sesuai dengan rincian obyek pertanggungan sertameliputi pula harga masing-masing unit/item.
II.5. Analisa Resiko.
II.5.1. Harus dilakukan atas seluruh jenis penutupan.,II.5.2. Harus sesuai dengan manual Akseptasi.II.5.3. Harus dpat menggambarkan tingkat risiko yang sebenarnya (obyektif).II.5.4. Harus komprehensif dan minimal mencakup aspek-aspek :-
 
Insurable Interest,-
 
Moral Hazard,-
 
Physical Hazard,-
 
Aspek Marketing,-
 
Aspek Keuangan,-
 
Kelancaran Pembayaran Premi.II.5.5. Hasil analisa resiko dari masing-masing fungsionaris harus dituangkandalam bentuk 
Underwriting Info
dan
Evaluasi Akseptasi
secara lengkapdan jelas, masing-masing :-
 
saran dan rekomendasi dari surveyor,-
 
analisa dan pendapat dari underwriter,-
 
pendapat serta keputusan dari Manager Tehnik / Kepala Cabang.
 
 
III. PENGECUALIAN UMUM.
Resiko-resiko yang tersebut dibawah ini tidak dapat dijamin dalam setiap jenis penutupanasuransi :III.1. Pool Business.III.2. Nuclear Energy Risks (As per Nuclear Energy Risks Exclusion Clause NMA1994).III.3. War and Civil War Exclusion Clause.III.4. Seepage and Pollution Risks (As per Seepage and Pollution Clause NMA 1685).III.5. Millenium Bug
Risks (As per Electronic Date Recognition Clause “A” – 
NMA2800 11/12/1997).III.6. Cyber Laibility Risk.
IV.
 
PENERAPAN SYARAT DAN KONDISI POLIS.
IV.1. Harus sesuai dengan fasilitas back-up Reasuransi Treaty yang ada sesuai denganketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Kantor Pusat cq. Divisi Reasuransi,atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Divisi Underwriting.IV.2. Harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk setiap COB.IV.3. Penerapan kondisi polis serta rate premi dilakukan setelah proses analisa resikoyang komprehensif dan harus sesuai dengan tingkat resiko yang ada.IV.4. Luas jaminan yang diberikan harus betul-betul dipahami dan dimengerti olehUnderwriter.IV.5. Kondisi Polis dan syarat pembayaran premi harus dijelaskan kepada pihak Tertanggung, baik mengenai luas jaminan, pengecualian dan syarat-syarat polisyang ada.IV.6. Penerapan jangka waktu pertanggungan :IV.6.1. Hanya dapat diberikan penutupan tahunan, kecuali ditetapkan lain dalamketentuan COB yang bersangkutan.IV.6.2. Penutupan jangka pendek hanya dapat diberikan apabila penegasan dariTertanggung bahwa polis akan diperpanjang untuk jangka waktu satu tahunsetelah berakhirnya pertanggungan jangka pendek,
kecuali ditetapkan lain.
IV.6.3. Tidak dibenarkan melakukan penutupan jangka panjang (melebihi satutahun), untuk jenis asuransi berbasis tahunan (annual basis).
V.
 
PENERAPAN PERLUASAN JAMINAN / KLAUSA.
V.I. Perluasan jaminan hanya dapat diberikan setelah dilakukan analisa yangkomprehensif atas potensial loss yang mungkin terjadi dan dalam batas yang masihdapat dikontrol apabila kerugian yang timbul terjamin.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->