Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perizinan

Perizinan

Ratings: (0)|Views: 46 |Likes:

More info:

Published by: Firaz Rizaldy D'genk on Nov 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
Perizinan
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangMengapa ada izin? karena ada norma-norma yang melarang atau ada norma umum yangmelarang. Norma ialah isi dari hukum yaitu yang terdiri dari tiga hal : Norma perintah misalnyadalam hal Pajak, Norma larangan misalnya dalam pasal KUHP, dan Norma Membolehkanmisalnya dalam KUHPerdata. Norma umum yaitu peraturan perundang-undangan.Izin merupakan perbuatan Hukum Administrasi Negara bersegi satu yang diaplikasikan dalamperaturan berdasarkan persyaratan dan prosedur sebagaimana ketentuan perundang-undangan.Untuk setiap kegiatan pembangunan bangunan, masyarakat terlebih dahulu harus mengurus danmemperoleh Izin Mendirikan Bangunan. Bangunan yang tidak memiliki IMB akan terkenasanksi yaitu tindakan penertiban.Untuk mendapatkan IMB, pertama pemohon harus datang ke SUDIN Pengawasan PembangunanKota Wilayah setempat, di mana bangunan itu akan didirikan, untuk mengajukan PIMB.Sebelumnya terlebih dahulu pemohon harus menyiapkan dan melengkapi berkas permohonanyang akan diajukan.Kasus-kasus tentang pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan(IMB) banyak sekali kita temuidalam masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan IMB dilanggar atau tidak dimohonkanoleh masyarakat adalah karena ketidaktahuan masyarakat tentang perlunya IMB dan tentangsyarat-syarat yang tergolong kurang dimengerti bagi masyarakat awam, khususnya untuk mendirikan rumah pribadi, yang bukan untuk usaha.Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai apa itu izin dan bagaimanapersyaratan pengajuan IMB, serta peran HAN dalam penyalahgunaan wewenang, khususnyadalam mengatasi pelanggaran atau kasus tentang IMB ini.BAB IIPERUMUSAN MASALAHDari latar belakang masalah diatas, maka dapat ditarik beberapa permasalahan yang akan dibahasdalam makalah ini, antara lain sebagai berikut:1. Apa yang dimaksud dengan perizinan?2. Apa saja instrumen yuridis dan tujuan dari perizinan secara luas?3. Apa saja contoh-contoh kasus dari perizinan, khususnya tentang Izin MendirikanBangunan(IMB)?4. Apa saja Persyaratan untuk mengajukan IMB?5. Bagaimana peran HAN dalam pencegahan penyalahgunaan wewenang tentang perizinan?
 
 BAB IIIPEMBAHASANA. Pengertian PerizinanIzin merupakan salah satu instrumen yang paling banyak digunakan dalam hukum administrasinegara. Izin menurut Prof. Bagirmanan, yaitu merupakan persetujuan dari penguasa berdasarkanperaturan perundang-undangan untuk memperuraikan tindakan atau perbuatan tertentu yangsecara umum dilarang.Izin khusus, yaitu persetujuan dimana disini terlihat adanya kombinasi antara hukum publik dengan hukum prifat, dengan kata lain izin khusus adalah penyimpamgan dari sesuatu yangdilarang. Izin yang dimaksud yaitu :
• Dispensi adalah merupakan penetapan yang bersifat deklaratoir, menyatakan bahwa suatu
perundang-undangan tidak berlaku bagi kasus sebagaimana diajukan oleh seorang pemohon.
• Linsesi adalah izin untuk melukakn suatu yang bersifat komersial serta mendatangkan laba dan
keuntungan.
• Konsesi adalah suatu penetapan administrasi negara yang secara yuridis dan kompleks.
 Oleh karena merupakan seperangkat dispensasi-dispensasi, izin-izin, serta lisensi-lisensi disertaidengan pemberian semcam wewenang pemerintah terbatas pada konsensionaris. Konsesi tidak mudah diberikan oleh karena banyak bahaya penyelundupan, kekayaan bumi dan kekayaan alamnegara dan kadang-kadang merugikan masyarakat yang bersangkutan.Wewenang pemerintah diberikan kepada konsensionaris walupun terbatas dapat menimbulkanmasalah pilitik dan social yang cukup rumit, oleh karena perusahaan pemegang konsesi tersebutdapat memindahkan kampong, dapat membuat jaringan jalan, listrik dan telepon, membentuk barisan keamanan, mendirikan rumah sakit dan segala sarana laiannya.Uthrecht:Bilamana pembuatan peraturan tidak umunya melarang suatu perbuatan tetapi masih jugamemperkenankannya asal saja diadakan secara yang ditentukan untuk masing-masing hal konkritmaka perbuatan administrasi Negara memperkenankan perbuatan tersebut bersifat suatu izin(vergunning).B. Instrumen Yuridis dan Tujuan Perizinan1. Instrumen YuridisPrinsip izin terkait dalam hukum publik oleh karena berkaitan dengan perundang-undanganpengecualiannya apabila ada aspek perdata yang berupa persetujuan seperti halnya dalampemberian izin khusus. Izin merupakan perbuatan Hukum Administrasi Negara bersegi satu yangdiaplikasikan dalam peraturan berdasarkan persyaratan dan prosedur sebagaimana ketentuanperundang-undangan.Pemerintah dalam melakukan berbagai kegiatannya menggunakan instrumen yuridis seperti
 
peraturan, keputusan, peraturan kebijaksanaan, dan sebagainya. Sebagaimana telah disebutkanbahwa dalam negara sekarang ini khususnya yang mengaut type welfare state, pemberiankewenangan yang luas bagi pemerintah merupakan konsekuensi logis, termasuk memberikankewenangan kepada pemerintah untuk menciptakan berbagai instrumen yuridis sebagai saranauntuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.Pembuatan instrumen yuridis oleh pemerintah harus didasarkan pada ketentuan hukum yangberlaku atau didasarkan pada kewenangan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.Hukum Administrasi Negara memberikan beberapa ketentuan tentang pembuatan instrumenyuridis, sebagai contoh mengenai pembuatan keputusan.Di dalam pembuatan keputusan, HAN menentukan syarat material dan syarat formal, yaitusebagai berikut :Syarat-syarat material :
• Alat pemerintahan yang mem buat keputusan harus berwenang;
 
• Keputusan tidak boleh mengandung kekurangan
-kekurangan yuridis sepertipenipuan, paksaan, sogokan, kesesatan, dan kekeliruan;
• Keputusan harus diberi bentuk sesuai dengan perat
uran dasarnya dan pembuatnya juga harusmemperhatikan prosedur membuat keputusan;
• Isi dan tujuan keputusan itu harus sesuai dengan isi dan tujuan peraturan dasarnya.
 Syarat-syarat formal :
• Syarat
-syarat yang ditentukan berhubung dengan persiapan dibuatnya keputusan danberhubung dengan cara dibuatnya keputusan harus dipenuhi;
• Harus diberi dibentuk yang telah ditentukan;
 
• Syarat
-syarat berhubung de-ngan pelaksanaan keputusan itu dipenuhi;
• Jangka waktu harus ditentukan antara timbulnya hal
-hal yang menyebabkan dibuatnya dandiumumkannya keputusan itu dan tidak boleh dilupakan.Berdasarkan persyaratan yang ditentukan HAN, maka peyelenggarakan pemerintahan akanberjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan sejalan dengan tuntutan negaraberdasarkan atas hukum, terutama memberikan perlindungan bagi warga masyarakat.2. TujuanTujuan Perizinan dalam arti luasTujuan izin yaitu untuk mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti keinginan pemerintah.1. Mengarahkan aktifitas tertentu (Sturen).2. Mencegah bahaya bagi lingkungan.3. Keinginan melindungi objek tertentu.4. Hendak membagi benda-benda yang sedikit.5. Mengarahkan dengan meyeleksi orang-orang dan aktivitas-aktivitas.3. ProsedurProsedur penerbitan izin secara umum akan meliputi pentahapan sebagai berikut :a. Acara Permulaan :b. Acara persiapan dan peran serta (inspraak)c. Acara persiapan luas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->