faktor-faktor sosial. Faktor-faktor sosial yang mempengaruhi pemakaian bahasa misalnyastatus sosial, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi, jenis kelamin dan sebagainya. Disamping itu, pemakaian bahasa juga dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional, yaitusiapa pembicara, bahasa apa yang dipakai, kepada siapa, kapan, di mana, dan mengenaimasalah apa.2. LANDASAN TEORIMencermati uraian yang dikemukakan pada pendahuluan di atas, tulisan kali ini mengkajimasalah bahasa Gorontalo dalam Ragam Adat Pohutu Moponika". Sebagai suatukelompok suku bangsa, masyarakat Gorontalo memiliki dua cara berbahasa dalam kontekskomunikasi yang berbeda. Dalam interaksi sosial, bahasa yang dipilih adalah bahasaGorontalo ragam biasa. Sedangkan dalam konteks komunikasi yang bernuansakebudayaan, bahasa yang digunakan adalah bahasa Gorontalo ragam adat. Misalnya saja, pada acara peminangan, bahasa yang digunakan mempunyai tatakalimat, pilihan kata,tatamakna, dan cara penyampaian yang khas. Semua aspek kebahasaan tersebut memilikiciri dan sifat kedaerahan. Biasanya ragam bahasa adat tersebut ditandai dengan tatakalimatyang sarat dengan kata-kata kias, berlirik sajak, dan pilihan katanya penuh perumpamaan,dan maknanya bermuatan adat setempat. Dengan demikian, secara umum dikenaladanya bahasa Gorontalo ragam biasa dan bahasa Gorontalo ragam adat.BBahasa ragam adat ini tidak semua orang dapat menggunakan, memaknai, danmenyampaikannya kepada pendengar. Untuk ragam ini harus dipilih orang yang memilikikemampuan dan keterampilan baik di bidang kebudayaan maupun di bidang kebahasaan(khususnya bahasa Gorontalo ragam adat). Kemampuan dan keterampilan yang dimaksudadalah kemampuan komunikatif yang meliputi kemampuan bahasa yang dimiliki oleh penutur serta keterampilan mengungkapkannya sesuai dengan fungsi dan situasi sertanorma-norma pemakaian dalam konteks sosialnya (Suwito, 1983:19).Bahasa Gorontalo Ragam adat merupakan ragam sosial yang cukup berperandalam peristiwa kebudayaan Gorontalo. Hal ini didukung oleb beberapa kegiatan yang bernuansa kebudayaan, bahasa ragam adatlah yang dipilih dan digunakan sebagai alatkomunikasi. Kita ambil saja sebagai contoh dalam peristiwa pernikahan bagi sepasangmuda-mudi suku Gorontalo. Peristiwa ini dilaksanakan melalui beberapa tahap. Salahsatu dari tahapan-tahapan itu adalah acara peminangan. Dalam proses peminangan, juru bicara dari masing-masing calon mempelai bertarung denganmenggunakan ragam bahasa yang sama yakni bahasa Gorontalo ragam adat yang saratdengan nuansa kebudayaan yang bersifat lokal. Bahasa yang mereka pilih sangat puitis