Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Zea mays

Zea mays

Ratings: (0)|Views: 154 |Likes:
Published by Annisa Pratiwi

More info:

Published by: Annisa Pratiwi on Nov 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Zea maysFoto disamping adalah penampang melintang dari akarZea mays atau jagung. Zea mays merupakan tumbuhanmonokotil, sehingga cirri-ciri anatomi akarnya adalah berkas pengangkut semuanya radial, yaitu membentuk jari-jariberselang-seling antara xilem dan floem). Kemudian jaringan terluar epidermis dan dibawahnya hipodermis ataueksodermis. Korteks tersusun atas jaringan parenkim dengan bagian terdalam membentuk lapisan endodermis yangberdinding tebal (sebagai batas korteks dan stele).Akan tetapi tidak semua lapisan sel-sel lapisan endodermis berdindingtebal, ada yang tidak mengalami penebalan disebut sel peresap (agar dapat dilalui larutan), penebalan endodermisdengan pita kaspari. Di bawah lapisan endodermis terdapat sel-sel yang berdinding tipis yaitu perisikel. Stelenyatersusun atas berkas pengangkut dan empulur. Berkas pengangkut (floem dan xilem) umumnya membentuk jari-jari,tetapi ada juga yang membentuk kelompok. Banyaknya jari-jari floem dan xilem ada 2,3,4,5 dan seterusnya dengansebutan Diark (2), Triark (3), Tetrak (4), Pentarch (5) dan Poliark (apabila banyak).Pinus termasuk dalam golongan gymnospermae. Pada jaringan epidermis terdapat hipodermis, yang terdiri atas sel-selparenkim yang menyerupai serat.Pada jaringan dasarnya terdapat saluran hars yang merupakan ciri khas dari batang, akar, dan daun dari tumbuhanpinus. Selain itu tersusun atas sel-sel parenkimatis, memiliki lekukan ke arah dalam sel yang mengandung klorofil.Pada jaringan pembuluhnya, berkas pembuluhnya tunggal atau dua berkas yang berdampingan dan terdapat padabagian tengah daun dikelilingi oleh jaringan transfusi.Pada batang tumbuhan monokotil, jaringan pembuluhnya tersebar di empulur. Setiap floem dan xilem tersebutdiselubungi oleh lapisan sel yang disebut seludang berkas pengangkut.Tipe kolateral tertutup Termasuk monokotil Berkas pengangkut tersebar Pada pengamatan sayatan tipis batang jagung(Zea mays) dengan perbesaran 10 x 10, dapat terlihat epidermis, korteks, floem, dan xylem. Batang jagung (Zea mays) initermasuk batang monokotil dan mempunyai berkas pembuluh tipe kolateral tertutup dan berkas pengangkutnyaterletak tersebar.Kekhususan yang utama pada kolateral tertutup ialah diantara pembuluh kayu dan pembuluh tapis tidak tedapatkambium. Dalam hal ini parenkim berfungsi sebagai penghubung diantara keduanya. Tiada jarang pula berkaspengangkut ini terletak dikelilingi oleh jaringan sklerenkim oleh karenanya disebut seludang sklerenkim (Sutrian, 1992).Tipe kolateral yaitu letak xylem dan floem berdampingan, umumnya floem di sebelah luar xylem. Sedangkan bila antaraxylem dan floem berdampingan langsung tanpa adanya kambium disebut koleteral terbuka (Hidayat, 1995).Pada tipe ini, floem dan xylem berdampingan. Ada dua tipe, yaitu kolateral tertutup yang biasa terdapat pada ikatanpembuluh batang monokotil dan kolateral terbuka yang biasa terdapat pada ikatan pembuluh batang dikotil (Iserep,1993).
PENDAHULUAN
 
Pada tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki struktur anatomi organ yang berbeda-beda. Mulai dariakar,batang,daun,hingga organ reproduksinya. Dapat diketahui bahwa perbedaan yang paling mencolok antaratumbuhan monokotil dan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotilterlihat lebih teratur,sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat tidak teratur (Soerga,2011).
 
TUJUAN
 
Dalam praktikum kali ini dilakukan beberapa pengamatan yang memiliki tujuan untuk mempelajarisistem dan jenis jaringan daun,tipe daun monokotil dan dikotil, posisi dari berbagai jaringan daun, danmembandingkan struktur anatomi daun monokotil dan dikotil.
 
 
MATERIAL DAN METODA
 
a.
 
Waktu dan Tempat
 
b.
 
Alat dan Bahan
 
Bahan
 
c.
 
Cara Kerja
 
DATA PENGAMATAN
 
PEMBAHASAN
 
2009).
Tujuan Percobaan
 
A.
 
Mengamati anatomi akar, batang, dan daun monokotil.
 
B.
 
Mengamati anatomi akar, batang, dan daun dikotil.
 
C.
 
Membedakan anatomi akar, batang, dan daun antara dikotil dan monokotil.
 
II.
 
Landasan Teoretis
 
A.
 
Akar
 
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya berkembang di bwah permukaantanah, meskipun ada pula akar yang tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembangdari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga dinamakan
radikula
.Pada Gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabangyang berukuran lebih kecil. Sistem akar seperti itu disebut
akar tunggang
. Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mengering. Dari dekat pangkalnya atau di dekatnya akanmuncul akar baru yang disebut akar tambahan atau akar adventif. Keseluruhan akar adventif seperti itudinamakan susunan
akar serabut 
.
 
Banyak tumbuhan dikotil memiliki system akar tunggang (
taproot 
) yang terdiri dari satu akar verticalyang besar (akar tunggangnya) yang menghasilkan banyak akar lateral yang lebih kecil. Akar tunggangmerupakan suatu penambat yang kuat dan mnembus jauh ke dalam tanah, seperti yang kita ketahui jika kitapernah mencabut Dandelion. Akar tunggang dari beberapa tumbuhan yang beradaptasi terhadap lingkungankering dapat mengambil sumber-sumber air yang berada jauh di bawah tanah. Banyak akar tunggang, sepertiwortel, lobak, dan bit gula, adalah akar yang termodifikasi untuk menyimpan cadangan makanan dalam jumlahyang banyak. Tumbuhan mengkonsumsi cadangan makanan ini ketika berbunga dan menghasilkan buah. Untuk alasan ini, tanaman berumbi dipanen seblum tanaman itu berbunga.
 
Monokotil, yang meliputi rumput-rumputan, umumnya memiliki system
akar serabut
(
 fibrous root 
)yang terdiri dari suatu anyaman akar yang mirip benang, yang menyebar di bawah permukaan tanah.(Monokotil besar yang meliputi palem dan bamboo, memiliki akar yang jauh lebih tebal, seperti tali bukanseperti benang.) Sistem akar serabut menyebabkan tumbuhan tersebut mendapatkan banyak air dan mineraltanah dan menambatkan tumbuhan secara kuat ke dalam tanah. Karena system akarnya terkonsentrasi beberapasetimeter di bagian atas tanah, rumput-rumputan akan menahan lapisan atas tanah tetap berada di tempatnya danmembuat penutup tanah yang sangat bagus untuk mencegah erosi.
 
 
Meristem apikal akar sangat mirip dengan meristem apical pucuk, memiliki 3 daerah meristem, protoderm(berkembang menjadi epidermis), prokambium (berkembang menjadi stele) dan meristem dasar (yangmembentuk korteks); juga, meristem apikal akar membentuk sel
sel di depan posisinya yang membuat tudungakar dan bertugas untuk melindungi meristem apikal akra pada saat akar menembus tanah. Sistem perakarantidak memiliki kutikula.Sel
sel protoderma memanjang dan memiliki vakuola dan, sedikit jauh dari ujung akar, banyak yangtumbuh menonjol membentuk rambut akar. Rambut akar ini berkembang dengan cepat dan menembus partikeltanah. Dinding selnya yang tipis menyerap air (dan ion
ion mineral) secara bebas. Zona rambut akar disebut jugalapisan piliferous akar, meningkatkan permukaan penyerapan akar secara luar biasa. Diperkirakan tanaman ryeyang tumbuh cepat akan membentuk 5 km akar baru dan 100 km rambut akar per hari. Masa hidup rambut akarsangat pendek. Pada akar yang lebih tua, penyerapan erakhir dan permukaan membentuk kitin (cutinized).Akar lateral berasal dari sekelompok sel
sel (perisikel) di dalam akar dan berlawanan dengan ujungprotoxylem. Massa sel
sel kecil berbentuk kerucut terbentuk dan tumbuh di sebelah kanan axis akar utama,setelah beberapa waktu, menembus epidermis. Anatomi dan organisasinya sama persis dengan akar utama.
B.
 
Batang
 
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Di ujung sumbu titik tumbuhnya, batangdikelilingi daun muda dan menjadi tunas terminal. Di bagian batang yang lebih tua, yang daunnya salingberjauhan,
buku
(nodus) tempat daun melekat pada batang dapat dibedakan dari
ruas
(internodus), yakni bagianbatang diantara dua buku yang berurutan. Di ketiak daun biasanya terdapat
tunas ketiak 
. Bergantung padapertumbuhan ruas dapat dibedakan beberapa macam bentuk tumbuhan.
 Batang berfungsi terutamanya untuk mendukung daun sehingga daun selalu terekspos ke sinar matahari.Bunga dan buah juga tumbuh pada batang dan cabang
cabangnya. Batang bertugas membawa air dan larutanmineral ke atas dan mengantarkan hasil fotosintesis pada daun ke arah bawah. Banyak batang termodifikasisebagai tempat penyimpanan makanan, ada juga yang berfungsi sebagai organ berfotosintesis, lainnya merupakanalat perbanyakan vegetative (reproduksi aseksual).
Mengingat banyaknya fungsi dan struktur batang, amatlah menakjubkan bahwa hanya ada satu strukturdasar bagi semua tumbuhan berpembuluh. Jaringan pada batang dapat dibedakan menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Perbedaan struktur primer batang pada spesies yang berlainan didasarioleh perbedaan jumlah jaringan dasar dan jaringan pembuluh. Pada
Coniferae
dan dikotil, jaringan pembuluhpada ruas batang umumnya tampak seperti silinder berongga yang dibatasi di sebelah luar oleh korteks dan disebelah dalam oleh empulur. Sistem jaringan pembuluh pada batang primer berupa sejumlah berkas yang jelasterpisah satu dari yang lain dan dinamakan ikatan pembuluh. Ikatan pembuluh juga dinamakan
 fasikel
danterletak dalam lingkaran. Parenkim di antara dua ikatan pembuluh yang berdampingan disebut
 parenkiminterfasikel
atau
 jari-jari empulur 
.
 
Pada Gymnospermae dan dikotil, letak ikatan pembuluh berada dalam lingkaran, sedangkan padamonokotil letaknya tersebar atau dalam dua lingkaran.
 
C.
 
Daun
 
Baik dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ yang amat beragam. Struktur jaringanpembuluh dalam tangkai daun dan tulang daun utama biasanya mirip dengan batang bagian dalam. Ciri pentingpada daun adalah bahwa pertumbuhan apeksnya segera terhenti. Pada beberapa tumbuhan paku, meristemtersebut tetap aktif dalam jangka waktu yang cukup lama.
 
Daun Angiospermae amat beragam struktur anatomi dan morfologinya. Pada sebagian besarAngiospermae dapat dibedakan
dasar daun, tangkai daun, dan helai daun
. Bentuk, struktur, dan ukuran ketiga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->