Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ILMU USHUL FIQIH

ILMU USHUL FIQIH

Ratings: (0)|Views: 58 |Likes:
Published by Amar Khan

More info:

Published by: Amar Khan on Nov 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

 
RUANG LINGKUP USHUL FIQIH
Pengetahuan Fiqh itu lahir melalui proses pembahasan yang digariskan dalam ilmuushul Fiqh. Menurut aslinya kata "
Ushul Fiqh
" adalah kata yang berasal dari bahasaArab "
Ushulul Fiqh
" yang berarti
asal-usul Fiqh
. Maksudnya, pengetahuan Fiqh itulahir melalui proses pembahasan yang digariskan dalam ilmu ushul Fiqh.Pengetahuan Fiqh adalah formulasi dari nash syari'at yang berbentuk Al-Qur'an,Sunnah Nabi dengan cara-cara yang disusun dalam pengetahuan Ushul Fiqh.Meskipun caar-cara itu disusun lama sesudah berlalunya masa diturunkan Al-Qur'andan diucapkannya sunnah oleh Nabi, namun materi, cara dan dasar-dasarnya sudahmereka (
 para Ulama Mujtahid 
) gunakan sebelumnya dalam mengistinbathkan danmenentukan hukum. Dasar-dasar dan cara-cara menentukan hukum itulah yangdisusun dan diolah kemudian menjadi pengetahuan Ushul Fiqh.Menurut Istitah yang digunakan oleh para ahli Ushul Fiqh ini, Ushul Fiqh itu ialah,
suatu ilmu yang membicarakan berbagai ketentuan dan kaidah yang dapat digunakan dalam menggali dan merumuskan hukum syari'at Islam dari sumbernya
.Dalam pemakaiannya, kadang-kadang ilmu ini digunakan untuk menetapkan dalilbagi sesuatu hukum; kadang-kadang untuk menetapkan hukum denganmempergunakan dalil Ayat-ayat Al-Our'an dan Sunnah Rasul yang berhubungandengan perbuatan mukallaf, dirumuskan berbentuk "
hukum Fiqh
" (ilmu Fiqh) supayadapat diamalkan dengan mudah. Demikian pula peristiwa yang terjadi atau sesuatuyang ditemukan dalam kehidupan dapat ditentukan hukum atau statusnya denganmempergunakan dalil.Yang menjadi obyek utama dalam pembahasan Ushul Fiqh ialah
 Adillah Syar'iyah
(dalil-dalil syar'i) yang merupakan sumber hukum dalam ajaran Islam. Selain darimembicarakan pengertian dan kedudukannya dalam hukum
 Adillah Syar'iyah
itudilengkapi dengan berbagai ketentuan dalam merumuskan hukum denganmempergunakan masing-masing dalil itu.Topik-topik dan ruang lingkup yang dibicarakan dalam pembahasan ilmu Ushul Fiqhini meliputi:a.Bentuk-bentuk dan macam-macam hukum, seperti
hukum taklifi 
(wajib, sunnat,mubah, makruh, haram) dan
hukum wadl'i 
(sabab, syarat, mani', 'illat, shah,batal, azimah dan rukhshah).b.Masalah perbuatan seseorang yang akan dikenal hukum (
mahkum fihi 
) sepertiapakah perbuatan itu sengaja atau tidak, dalam kemampuannya atau tidak,menyangkut hubungan dengan manusia atau Tuhan, apa dengan kemauan sendiriatau dipaksa, dan sebagainya.c.Pelaku suatu perbuatan yang akan dikenai hukum (
mahkum 'alaihi 
) apakahpelaku itu mukallaf atau tidak, apa sudah cukup syarat taklif padanya atau tidak,apakah orang itu ahliyah atau bukan, dan sebagainya.d.Keadaan atau sesuatu yang menghalangi berlakunya hukum ini meliputi keadaanyang disebabkan oleh usaha manusia, keadaan yang sudah terjadi tanpa usahamanusia yang pertama disebut
awarid muktasabah
, yang kedua disebut
awarid samawiyah
.e.Masalah
istinbath
dan
istidlal 
meliputi makna zhahir nash, takwil dalalah lafazh,mantuq dan mafhum yang beraneka ragam, 'am dan khas, muthlaq dan
 
muqayyad, nasikh dan mansukh, dan sebagainya.f.Masalah
ra'yu
,
ijtihad 
,
ittiba' 
dan
taqlid 
; meliputi kedudukan rakyu dan batas-batas penggunannya, fungsi dan kedudukan ijtihad, syarat-syarat mujtahid,bahaya taqlid dan sebagainya.g.Masalah
adillah syar'iyah
, yang meliputi pembahasan Al-Qur'an, As-Sunnah,ijma', qiyas, istihsan, istishlah, istishhab, mazhabus shahabi, al-'urf, syar'u manqablana, bara'atul ashliyah, sadduz zari'ah, maqashidus syari'ah/ususus syari'ah.h.Masa'ah
rakyu
dan
qiyas
; meliputi. ashal, far'u, illat, masalikul illat, al-washfulmunasib, as-sabru wat taqsim, tanqihul manath, ad-dauran, as-syabhu, ilghaulfariq; dan selanjutnya dibicarakan masalah
ta'arudl wat tarjih
dengan berbagaibentuk dan penyelesaiannya.Sesuatu yang tidak boleh dilupakan dalam mempelajari Ushui Fiqh ialah bahwaperanan ilmu pembantu sangat menentukan proses pembahasan.Dalam pembicaraan dan pembahasan materi Ushul Fiqh sangat diperlukan ilmu-ilmupembantu yang langsung berperan, seperti
ilmu tata bahasa Arab
dan
qawa'idul lugah
nya,
ilmu mantiq
,
ilmu tafsir 
,
ilmu hadits
,
tarikh tasyri'il islami 
dan
ilmu tauhid 
.Tanpa dibantu oleh ilmu-ilmu tersebut, pembahasan Ushul Fiqh tidak akan menemuisasarannya.
Istinbath
dan
istidlal 
akan menyimpan dari kaidahnya.Ushul Fiqh itu ialah suatu ilmu yang sangat berguna dalam pengembanganpelaksanaan syari'at (ajaran Islam). Dengan mempelajari Ushul Fiqh orangmengetahui bagaimana Hukum Fiqh itu diformulasikan dari sumbernya. Dengan ituorang juga dapat memahami apa formulasi itu masih dapat dipertahankan dalammengikuti perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang; atau apakah adakemungkinan untuk direformulasikan. Dengan demikian, orang juga dapatmerumuskan hukum atau penilaian terhadap kenyataan yang ditemuinya sehari-haridengan ajaran Islam yang bersifat universal itu.Dengan Usul Fiqh :-Ilmu Agama Islam akan hidup dan berkembang mengikuti perkembanganperadaban umat manusia.-Statis dan jumud dalam ilmu pengetahuan agama dapat dihindarkan.-Orang dapat menghidangkan ilmu pengetahuan agama sebagai konsumsi umumdalam dunia pengetahuan yang selalu maju dan berkembang mengikuti kebutuhanhidup manusia sepanjang zaman.-Sekurang-kurangnya, orang dapat memahami mengapa para Mujtahid zaman dulumerumuskan Hukum Fiqh seperti yang kita lihat sekarang. Pedoman dan norma apasaja yang mereka gunakan dalam merumuskan hukum itu. Kalau merekamenemukan sesuatu peristiwa atau benda yang memerlukan penilaian atau hukumAgama Islam, apa yang mereka lakukan untuk menetapkannya; prosedur manayang mereka tempuh dalam menetapkan hukumnya.Dengan demikian orang akan terhindar dari taqlid buta; kalau tidak dapal menjadi
Mujtahid 
, mereka dapat menjadi
Muttabi' 
yang baik, (
Muttabi' 
ialah orang yangmengikuti pendapat orang dengan mengetahui asal-usul pendapat itu). Dengandemikian, berarti bahwa Ilmu Ushul Fiqh merupakan salah satu kebutuhan yangpenting dalam pengembangan dan pengamalan ajaran Islam di dunia yang sibukdengan perubahan menuju modernisasi dan kemajuan dalam segala bidang.
 
Melihat demikian luasnya ruang lingkup materi Ilmu Ushul Fiqh, tentu saja tidaksemua perguruan/lembaga dapat mempelajarinya secara keseluruhan.
PENGERTIAN
Pengertian Ushul Fiqh dapat dilihat sebagai rangkaian dari dua buah kata, yaitu : kata
Ushul 
dan kata
 Fiqh
; dan dapat dilihat pula sebagai nama satu bidang ilmu dari ilmu-ilmuSyari'ah.Dilihat dari tata bahasa (Arab), rangkaian kata
Ushul 
dan kata
 Fiqh
tersebut dinamakandengan
tarkib idlafah
, sehingga dari rangkaian dua buah kata itu memberi pengertianushul bagi fiqh.Kata Ushul adalah bentuk jamak dari kata
ashl 
yang menurut bahasa, berarti sesuatu yangdijadikan dasar bagi yang lain. Berdasarkan pengertian Ushul menurut bahasa tersebut,maka Ushul Fiqh berarti
 sesuatu yang dijadikan dasar bagi fiqh
.Sedangkan menurut istilah,
ashl 
dapat berarti
dalil 
, seperti dalam ungkapan yangdicontohkan oleh
 Abu Hamid Hakim
: Artinya:
"Ashl bagi diwajibkan zakat, yaitu Al-Kitab; Allah Ta'ala berfirman: "...dan tunaikanlah zakat!." 
Dan dapat pula berarti kaidah
kulliyah
yaitu aturan/ketentuan umum, seperti dalamungkapan sebagai berikut :Artinya:
"Kebolehan makan bangkai karena terpaksa adalah penyimpangan dari ashl, yakni dariketentuan/aturan umum, yaitu setiap bangkai adalah haram; Allah Ta'ala berfirman :"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai... ".

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->