Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Terstruktur Psikologi Belajar.

Makalah Terstruktur Psikologi Belajar.

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by Sang Pengembara

More info:

Published by: Sang Pengembara on Nov 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

 
Kematangan Belajar Page 1
BAB IPENDAHULUAN1.
 
Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya, setiap individu mempunyai kemampuan untuk belajar. Prosessemacam ini di alaminya semenjak ia lahir sampai tumbuh dewasa. Adanya suatu kegiatanbelajar tidak lepas dari pada tujuan yang hendak dicapai yakni agar mampu mengadakanperubahan-perubahan dalam setiap perkembangannya yang ada. Perubahan-perubahan ituadalah keterampilan fisik, kognitif, dan sikap sebagai respons terhadap gejala dilingkungannya.Adapun tantangan yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar amat banyak sekali, khususnya pada lembaga pendidikan. Karena diharuskan atau dituntut agar siswaberhasil dalam studinya tersebut.Kalau dilihat lebih jauh tentang berbagai upaya yang dilakukan dalam mengatasimasalah tersebut, seolah-olah masih terjadi ketidak puasan terhadap siswa dikarnakan tidak sesuai dengan tujuan belajar itu sendiri. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama agarnantinya siswa dapat mengetahui serta memahami tentang terbagi metode yang harus ia jalanisehingga nantinya akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
2.
 
Rumusan Masalah2.1.
 
Mendeskripsikan konsep kematangan belajar.
 2.2.
 
Mengidentifikasi kematangan siswa sebagai penunjang keberhasilan belajar.
 
2.3.
 
Mengidentifikasi pengembangan belajar siswa.
 
Kematangan Belajar Page 2
BAB IIKEMATANGAN BELAJAR1.
 
Konsep Dasar Kematangan Belajar
Kematangan (maturity) adalah suatu keadaan atau kondisi bentuk struktur dan fungsiyang lengkap atau dewasa pada suatu organisasi..
1
Kematangan membentuk sifat dan
kekuatan dalam diri untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disebut “Readiness” yang
berupa tingkah laku, baik tingkah laku yang instingtif maupun tingkah laku yang dipelajari.Tingkah laku instingtif adalah suatu pola tingkah laku yang diwariskan melalui proseshereditas. Sedangkan maksud dari tingkah laku yang dipelajari yaitu orang tak akan berbuatsecara intelijen apabila kapasitas intelektualnya belum memungkinkan.Dari pemaparan diatas, dapat ditarik kesimpulan berdasakan karakteristiknya. meliputi:1)
 
Kematangan adalah merupakan suatu keadaan atau tahap pencapaian prosespertumbuhan atau perkembangan.2)
 
Kematangan dapat berarti matangnya suatu sifat atau potensi fisik yang menjadisecara kodrat akibat proses pertumbuhan dan hanya tergantung pada waktu belaka.3)
 
Kematangan juga dapat berarti matangnya suatu fungsi atau potensi mental psikologisakibat proses perkembangan karena pengalaman dan latihan4)
 
Kematangan potensi fisik dan mental psikologis itu merupakan suatu keadaan yangakan berfungsi sebagai prerequisite dalam proses perkembangan kearah pematanganfungsi atau potensi.Dengan demikian, kematangan yang dimaksud adalah kematangan potensi fisik danpotensi mental psikologis yang telah dicapai dalam sutau tahap pertumbuhan atauperkembangan.Sedangkan, belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangatfundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Oleh karenanya,pemahaman yang mengenai arti belajar dengan segala aspek, bentuk, dan manifestasinyamutlak diperlukan oleh para pendidik. Kekeliruan dan ketidaklengkapan persepsi merekaterhadap proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya mungkin akan mengakibatkankurang bermutunya hasil pembelajaran yang dicapai peserta didik.
1
http://moeslemmuda.blogspot.com/2010/04/perkembangan-peserta-didik.html
 
Kematangan Belajar Page 3
Sebagaian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan ataumenghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi/materi pelajaran. Disampingitu, ada pula yang memandang bahwa belajar adalah sebagai latihan belaka seperti tampak pada latihan membaca dan menulis. Untuk menghindari ketidaklengkapan persepsi tersebut ,berikut ini akan disajikan beberapa definisi dari para ahli.Skinner, seperi yang dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational Psychology:The Teaching-learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi(penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif.
2
 Chaplin(1972) dalam dictionary of Psychologymembatasi belajar dengan duarumusan yaitu;
Pertama
, belajar adalah perolehan perubahan-perubahan tingkah laku yangrelatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman.
Kedua
, belajar adalah prosesmemperoleh respons-respons sebagai akibat adanya latihan khusus.
3
 Menurut Wittig (1981) dalam bukunya Psychology of Learning mendefinisikanbelajar sebagai perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam /keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.
4
 Dari Pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan, bahwa belajar adalah suatu prosesadaptasi untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasilpengalaman dan latihan.Dari definisi kematangan dan belajar diatas, dapat dideskripsikan bahwa kematanganbelajar adalah suatu kondisi fisik dan mental yang matang pada seorang anak dalampenerimaan pengetahuan, pengalaman dan latihan. Kondisi fisik antara lain, kondisi mottorik dan sensorik siswa, seperti menulis dan mendengarkan pengarahan guru. Kondisi mentalyaitu berkaitan dengan proses berfikir dan sikap siswa dalam merespons pelajaran. Jadi,salah satu tugas guru atau tenaga kerja pendidikan adalah mengidentifikasi kemampuansiswa pada tahap atau jenjang perkembangannya (kematangan) demi menunjuangkeberhasilan siswa dalam belajar dan untuk menetapkan indikator yang harus dicapai olehsiswa.Untuk mengetahui kondisi kematangan siswa dalam belajar pada tahap atau jenjangtertentu adalah mengidentifikasi perkembangan psiko-fisik siswa itu sendiri. Antara lain:a.
 
Perkembangan motorik b.
 
Perkembangan kognitif, dan
2
Syah, Muhibbin.1999
. Psikologi Belajar 
. Jakarta:Wacana Ilmu,... hal 60
3
Ibid
4
Ibid,..61

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->