• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
BAB IXAPLIKASI
COOPERATIVE LEARNING 
DALAM IPS PADA MATERI
GOOD GOVERNANCE 
9.1. Persiapan Sebelum PembelajaranA. Materi Good Governance (Diberikan dalam bentuk hand out)
Citra pemerintahan buruk yang ditandai dengan tindakan korupsi, kolusidan nepotisme (KKN) telah melahirkan sebuah fase sejarah politik bangsaIndonesia dengan semangat
 good governance
. Istilah good governance secara berangsur menjadi popular baik dikalangan pemerintahan, swasta mupunmasyarakat secara umum. Di Indonesia, istilah ini secara umum diterjemahkandengan
pemerintahan yang baik.
Meskipun ada beberapa kalangan yangkonsisten menggunakan istilah aslinya karena memandang luasnya dimensi goodgovernance yang tidak bisa direduksi hanya menjadi pemerointah semata.Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh lembaga dana internasionalseperti World Bank, UNDP dan IMF dalam rangka menjaga dan menjaminkelangsungan dana bantuan yang diberikan kepada negara-negara sasaran bantuan. Pada dasarnya, badan-badan Internasional ini berpandangan bahwasetiap bantuan internasional untuk pembangunan di negara-negara dunia, terutamanegara berkembang, sulit berhasil tanpa adanya good governance di negara-negaratersebut. Karena itu, good goovernance kemudian menjadi isu sentral dalamhubungan lembaga-lembaga multilateral tersebut dengan negara sasaran. (Wooddalam Saiful Munjani,2001).
 
Wacana good governance mendapatkan relevansinya di Indonesia dalam pandangan mesyarakat transparasi Indonesia ( MTI), 2002: vii) paling tidadengan tiga sebab utama :
 Pertama
, krisis ekonomi dan politik yang masih terus menerus dan belkum adatanda-tanda akan segera berakhir;
 Kedua
, masih banyaknya korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan negara;
 Ketiga
, kebijakan Otonomi Daerah yang merupakan harapan besar bagi prosesdemokratisasi dan sekaligus kekhawatiran akan kegagalan program tersebut.Alasan lain adalah masih belum optimalnya pelayanan birokrasi pemerintahan dan juga sektor swasta dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik.Meskipun istilah good governance sering disebut dalam berbagaikesempatan, istilah tersebut dimaknai secara berlainan. Satu sisi ada yangmemaknai good governance sebagai kinerja suatu lembaga, misalnya kinerja suatu pemerintahan, perusahaan atau organisasi masyarakat. Menurut MM. Billah,istilah ini merujuk atau mengendalikan atau mempengaruhi masalah publik untuk mewujudkan nilai-nilai itu dalam tindakan dan kehidupan keseharian. Dengandemikian
ranah good governance
tidak terbatas pada negara atau birokrasi pemerintahab, tetapi juga pada ranah masyarakat sipil yang direpresentasikan olehorganisadsi non-pemerintah (ORNOP) seperti Lembaga Swadaya Mesyarakat(LSM) dan juga sektor swasta. Singkatnya, tuntutan terhadap good governanecetidak selayaknya hanya ditujukan kepada penyelenggara negara atau pemerintahan, melainkan juga pada masyarakat di luar struktur birokrasi
 
 pemerintahan yang secara bersemangat menuntut penyelenggaraan goodgovernance pada negara (MM. Billah, 1996: 40).Sisi lain memaknai good governance sebagai penerjemahan kongkrit daridemokrasi. Tegasnya menurut Taylor, good governance adalah pemerintahandemokratis seperti yang dipraktekan dalam negara negara demokrasi maju diEropa barat dan amerika misalnya (saiful Munjani, 2001). Demokrasi sebagaisuatu sistem pemerinbtahan dianggap sifat-sifat good governance yang secaranormative dituntut kehadirannya sebagai suksesnya suatu bantuan Badan-BadanDunia. Ia merupakan alternatif dari system pemerintahan lain seperti TotalitarismeKomunis Atau Otoritarisme Militer yang sempat populer di negara-negara duniaketika di masa Perang Dingin.Pada dasarnya konsep good governance memberikan rekomendasi padasistem pemerintahan yang menekankan kesetaraaan antara lembaga-lembaganegara baik di Tingkat Pusat maupun Daerah, sektor swasta, dan masryarakatmadani (civil society). Good governance diartikan sebagai suatu kesepakatanmenyangkut pengaturan negara yang diciptakan bersama oleh pemerintah,masyarakat madani (civil msociety) dan sektor swasta. Kesepakatan tersebutmencakup keseluruhan bentuk mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimanawarga dan kelompok masyarakat mengutarakan kepentingannya menggunakanhak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan di antara mereka.Sementara UNDP menyebutnya sebagai pelaksanaan politik, ekonomi, danadministrasi dalam mengelola masalah-masalah bangsa. Pelakasanaankewenangan tersebut bisa dikatakan baik (good atau sound) jika dilakukan dengan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...