Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul 6 PHP_Proses Penentuan Harga.pdf

Modul 6 PHP_Proses Penentuan Harga.pdf

Ratings: (0)|Views: 49|Likes:
Published by Rinna Hadi Wahyunii

More info:

Published by: Rinna Hadi Wahyunii on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2014

pdf

text

original

 
 
PEMASARAN HASIL PERTANIAN:
Proses Penentuan Harga
 
Prof. Ir. Ratya Anindita, MSc., Ph.DLab. Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas BrawijayaEmail : ratya.fp@ub.ac.id
1.
 
PENDAHULUAN
1.1
 
Pengantar1.2
 
Tujuan
2.
 
NEGOISASI SECARA INDIVIDU3.
 
PASAR YANG TERORGANISASI
3.1
 
Perdagangan Komoditi3.2
 
Pasar Lelang (Auction Market)
 
3.3 Terminal Perdagangan
 4.
 
BARGAINING SECARA KOLEKTIF5.
 
HARGA YANG DIATUR(
ADMINISTRATED PRICE
)
1. PENDAHULUAN
1.1 Pengantar
 
 
Pada topik sebelumnya telah dijelaskan bagaimana kekuatanpenawaran dan permintaan menghasilkan tingkat harga danoutput. Pembahasan tersebut selanjutnya memunculkan satupertanyaan penting yaitu bagaimana proses penentuan hargayang sebenarnya, yang kemudian diterjemahkan ke dalamtransaksi.
 
 
Berbagai macam teknik digunakan untuk menentukan hargaproduk di dalam transaksi secara individu atau untukmenemukan harga keseimbangan pasar. Tomek dan Robinson(1981) menyebut proses penentuan harga sebagai
 “mekanisme
atau penemuan harga
” 
. Mekanisme itu mereka bagi menjadi limakategori, yaitu harga menurut negosiasi secara individu, pasaryang terorganisir, rumus penentuan harga,
bargaining
secarakelompok atau kolektif, dan harga yang dikendalikan.
1.2. Tujuan
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan akandapat:
 
Menjelaskan macam-macam bentuk proses penentuan hargauntuk kasus produk pertanian
 
Menjelaskan bagaimana konsep dari masing-masing bentukmekanisme penentuan harga, baik (1) harga melaluinegosiasi secara individu, (2) harga melalui pasar yangterorganisir, (3) harga menurut rumus penentuan harga, (4)harga menurut
bargaining
secara kelompok atau kolektif, dan(5) harga yang dikendalikan.
6
SELF-PROPAGATING ENTREPRENEURIAL EDUCATIONDEVELOPMENT 
MODUL
 
 
Page
2
of 
8
 
Pemasaran Hasil Pertanian
 
2012
 
Brawijaya University
2. NEGOISASI SECARA INDIVIDU
 
Negosiasi secara individu adalah
bargaining
yang sederhana antara pembeli secaraindividu dan penjual untuk setiap transaksi. Pada bentuk aslinya dengan kekuatanpasar yang sama dan informasi yang sama perlu dimiliki oleh para partisipan.Mekanisme ini adalah prosedur implisit dari bentuk pasar kompetitif. Aturan yangformal pada dasarnya tidak tampak.
 
Informasi pada kondisi penawaran dan permintaan secara umum dari suatu produkakan mempengaruhi harga dari negosiasi. Harga pada transaksi sebelumnya danpenilaian pada kemungkinan perubahan pada penawaran dan permintaan menjadipertimbangan secara eksplisit atau intuitif. Lebih lanjut, partisipan mempunyaiinformasi yang lebih baik tentang kondisi pasar ke partisipan yang lain sehinggatransaksi harga bisa dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung bagaimanakedua partisipan mempunyai informasi yang cukup.
 
Negosiasi secara individu sebagai satu-satunya sarana untuk penentuan hargaproduk yang diperdagangkan secara luas akan mungkin menjadi mahal, jika setiappembeli dan penjual perlu mendapatkan informasi yang terbaik tentang kondisipersediaan dan permintaan secara detil, dan bagi partisipan adalahmenguntungkan untuk merahasiakan informasi itu. Pada kasus seperti itu, pembeliatau penjual berada pada lingkungan yang optimal untuk mengeksploitasipartisipan lainnya. Oleh karena itu, kelemahan dari metode ini adalah bagipartisipan yang mempunyai informasi kurang lengkap sehingga partisipan tersebuttidak dapat secara baik menentukan harga yang sesuai dengan keadaansebenarnya. Di samping itu, asimetri informasi dapat terjadi karena adanya moral
hazard 
ataupun
adverse selection.
 
Bagaimanapun juga, di Negara berkembang seperti Indonesia,
bargaining
secaraindividu di antara pembeli dan penjual masih merupakan cara yang paling umumuntuk menentukan harga produk pertanian. Sebagaian besar penjualan sayur-sayuran dan buah-buahan di Amerika juga dilakukan dengan cara ini.
3. PASAR YANG TERORGANISASI
 
Ketika transaksi semakin banyak, kegiatan tawar-menawar diantara para pembelidan penjual menjadi sangat tidak praktis, terlalu banyak makan waktu dan terlalumahal. Oleh karena itu, di sepanjang sejarah perdagangan dan pada perekonomiantradisional di negara yang berkembang, pasar local dan
fair market 
(pasarmusiman) pada pusat kelembagaan dan fungsi perdagangan dan penentuan harga.Pasar yang terorganisir, seperti pelelangan atau pertukaran komoditi, secaraperlahan menggantikan transaksi secara individu.
 
Kelebihan utama dari pasar komoditi yang terorganisir berada pada ketetapan yangtidak pandang bulu (siapa saja dapat melakukan), metode penentuan hargadengan biaya yang murah dan tidak di kontrol oleh pembeli ataupun penjual. Pasarini melaksanakan fungsi penting dalam penentuan harga dengan menyamakanpermintaan dan penawaran jangka pendek. Harga yang ditetapkan di pasar denganmemperkirakan harga keseimbangan melalui beberapa kondisi yaitu (a) jumlah
 
 
Page
3
of 
8
 
Pemasaran Hasil Pertanian
 
2012
 
Brawijaya University
transaksinya besar, (b) kualitas produk yang dijual pada pertukaran adalahmerupakan wakil dari produksi keseluruhan, (c) jumlah pembeli dan penjualnyabanyak dan tidak ada satupun partisipan yang mampu memanipulasi harga, (d)informasi yang lengkap dan tidak bias (
unbiased 
) sesuai dengan karakteristikpenawaran dan permintaan dari komoditasnya, dan (e) pemerintah bukanmerupakan faktor utama dalam penentuan harga.
 
Namun, ada beberapa kritik terhadap pasar komoditi. Salah satunya adalah bahwaharga cenderung berfluktuasi secara berlebihan dan pada saat tertentu secaratidak rasional memberikan respon terhadap rumor atau psikologi massa. Sebagaicontoh, cuaca yang tidak disukai dapat membawa pada pembelian sebagaiantisipasi atas naiknya harga. Hal ini dapat menarik perhatian para pembeli lainyang ingin menanamkan modal pada pasar yang sedang naik. Kebalikannyamungkin terjadi di dalam pasar yang sedang jatuh. Permasalahan lain munculketika penjualan komoditi secara langsung menjadi lebih dominan akanmemperumit proses penentuan dan pelaporan harga. Di samping itu, para pembelidan pejual tidak lagi bersama-sama di dalam satua atau beberapa tempat.Penetapan harga yang mewakili (
a representative price
) menjadi lebih sulit untukdicapai karena berasal dari sejumlah besar pasar yang
decentralized 
dibandingkan jika pasar dapat disentralisasikan. Karena volume yang terjual melalui pasarsentral menjadi lebih kecil, dikarenakan perkembangan tersebut (banyak yangterjual di luar pasar), maka harga yang ditetapkan pada pasar tersebut akan lebihberfluktuasi dan mencerminkan kualitas yang terjual berbeda dibandingkan denganrata-rata dari output keseluruahan.
 
Paling tidak ada tiga macam pasar yang terorganisir, antara lain:
3.1. Perdagangan Komoditi
-
 
Perdagangan komoditi membutuhkan suatu lokasi untuk terjadinya perdagangandi bawah aturan tertentu. Walaupun belum sepenuhnya dilaksanakan diberbagainegara, sejumlah komoditi yang diperdagangkan secara internasional sepertigula, minyak kelapa dan emas ditentukan harganya dengan cara ini di pasardunia.
-
 
Dua jenis perdagangan komoditi yang terjadi, yaitu (1) pasar “spot” atau
cash
market (pasar kontan) yang melibatkan perdagangan komoditi yang ada, yangbiasanya didasarkan atas
sample
dan (2)
future contracts
atau
future trading
(perdagangan berjangka) didasarkan atas ketentuan kualitas minimum atau
grade
tertentu yang harus dikirim sebagai pemenuhan kontrak pada suatutanggal di masa depan.
-
 
Di pasar, di mana kedua jenis perdagangan terjadi, harga dijangka pendek (
near future price
) berlaku sebagai dasar untuk pembayaran harga tunai untuksejumlah tertentu dari komoditi yang diperdagangkan. Pembeli dan penjualmenegosiasikan harga tunai dengan potongan atau premi untuk jangka pendekberdasarkan perbedaan tingkat kualitas, kandungan kelembaban, dll, darisejumlah komoditi tertentu. Bahkan ketika transaksi kontan (
cash transaction
)tidak terjadi di pusat pasar,
near future price
(harga patokan jangka pendek)selalu menggunakan
a reference price
(harga patokan). Mekanisme perdaganganberjangka (
future trading
) dilakukan karena berkaitan dengan alokasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->