Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penghitungan jumlah kendaraan

Penghitungan jumlah kendaraan

Ratings: (0)|Views: 323 |Likes:
Published by Kurniawan Wawan

More info:

Published by: Kurniawan Wawan on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2014

pdf

text

original

 
PENENTUAN JUMLAH KENDARAAN
1. PENGANTAR 
Di dalam mementukan jumlah kendaraan yang akan melayani suatu trayek tertentudapat didekati dengan beberapa cara. Jika kita sudah mengetahui kebutuhan pengangkutan yang ada atau permintaan aktualnya, kemudian kita sediakan sejumlahkendaraan untuk melayani trayek tersebut sesuai dengan jumlah kebutuhannya, maka kitamendekatinya dengan pendekatan permintaan pasar 
.
Jika kita men
 set 
-
up
kriteria ataukinerja pelayanan trayek sebagai acuan alokasi kendaraan pada suatu trayek tertentu, kitamendekati penentuan jumlah kendaraan tersebut dengan pendekatan produksi
.
Jika kitasemata-mata mempertimbangkan rencana tata ruang wilayah dan trayek yang akandilayani diperuntukkan untuk mendukung dan mendorong pengembangan wilayahtersebut kita mendekatinya dengan pendekatan arahan perencanaan.Pertanyaan kita yang terpenting ialah bagaimana cara menetapkan jumlahkendaraan berdasarkan peraturan per-undang-undangan yang berlaku ? Bagaimana caramenentukan jumlah kendaraan tersebut secara lebih rinci dalam praktek ? Di dalam pokok bahasan modul ini kita akan mencoba mengungkap dan menghitung jumlahkendaraan berdasarkan hal-hal tersebut di atas.
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan dapat melakukan perhitungan dan memilih metoda yang tepat di dalam penentuan jumlah kendaraan.
3. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti mata ajaran ini, peserta dapat :3.1Menghitung jumlah kendaraan berdasarkan PP No. 41/19933.2Menghitung jumlah kendaraan dengan pendekatan produksi3.3Menghitung jumlah kendaraan dengan pendekatan perencanaan3.4Menghitung jumlah kendaraan dengan metoda break even
4. URAIAN MATERI4.1 Menurut PP 41 Tahun 1993
Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor : 41 Tahun 1993 antara lain disebutkan bahwa suatu trayek baru dapat dibuka dan tambahan kendaraan dapat dioperasikan pada
 
trayek yang ada bila faktor muatannya di atas 70 % dan terdapat fasilitas terminal yangmemadai. Untuk trayek dalam kota faktor muatan tersebut harus menggunakan ukurandinamis (mengapa ?) dan dirumuskan sebagai berikut.
LF =(
Pnp-km ) x 100 %(1)(
Bus-km x K)
di mana :LF :Faktor muatan dinamis
Pnp-km : Jumlah penumpang dikalikan dengan panjang perjalanannya dalam satusatuan waktu tertentu
Bus-km : Jumlah perjalanan bis dikalikan dengan panjang trayek dalam satu satuanwaktu tertentu.K :Kapasitas bisDari rumusan di atas jelas bahwa peraturan perundangan mengarahkan kitamenggunakan pendekatan permintaan. Dengan pendekatan faktor muatan 70 % ini adadua kepentingan yang dilindungi yakni pengusaha angkutan dan pengguna jasa.Perwujudan dari perlindungan terhadap pengusaha, misalnya, di dalam penentuan tarif angkutan kita berpedoman kepada faktor muat 70 % (dalam hal trayek langsung atautrayek dengan tarif berdasarkan jarak) sedemikian rupa sehingga pendapatan pengusahaangkutan dapat menutup biaya operasinya. Sedangkan wujud dari perhatian kita terhadap pengguna jasa ialah bahwa dengan tingkat faktor muatan 70 % ini terdapat cadangankapasitas 30 % untuk mengakomodasi kemungkinan lonjakan penumpang, serta padatingkat ini tingkat kesesakan penumpang di dalam kendaraan masih dapat diterima.Survai di dalam kendaraan (
on-board survey
atau
on-bus survey
) dengan jumlahsampel yang benar adalah cara terbaik untuk mendapatkan penumpang-kilometer dan biskilometer untuk trayek yang sudah ada. Namum perlu diingat, kita tidak dapat hanyamenggunakan data satu hari survai untuk menentukan faktor muatan selama setahun.(Diskusikan).Lantas bagaimana kita menentukan jumlah kendaraan untuk trayek yang barudibuka? Bagaimana juga kita mengestimasi jumlah kendaraan pada trayek baru menurutPP ini?
4.1.2 Penentuan Kendaraan Untuk Trayek Baru
Untuk penentuan jumlah kendaraan pada trayek baru data tentang kebutuhan angkutandidapat dari survai wawancara rumah tangga atau survai sejenis lainnya yangmemasukkan pertanyaan tentang preferensi penumpang terhadap pelayanan yang akandiberikan. Tingkat ketelitian survai ini untuk mendapatkan kebutuhan aktual relati
 
rendah. Oleh karenanya gunakan data ini hanya untuk menentukan permintaan potensial.Dus, di dalam pengalokasian kendaraannya penyesuaian berdasarkan judgement yangrasional perlu dilakukan.Peraturan Pemerintah Nomor : 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan pada pasal 28 ayat(1) menyatakan bahwa :
“ Pembukaan trayek baru dilakukan dengan ketentuan :a.adanya permintaan angkutan yang potensial, dengan perkiraan faktor muatan diatas 70 % (tujuh puluh persen), kecuali angkutan perintis.b. tersedianya fasilitas terminal yang sesuai
Berpedoman kepada ketentuan tersebut, jika kita telah mempunyai matriks asaltujuan perjalanan, misalnya sudah dipisahkan menurut alat angkutnya (angkutan umum), penentuan jumlah kendaraan yang akan dioperasikan dapat mempedomani langkah-langkah berikut :(1) Siapkan matriks asal-tujuan penumpang angkutan umum(2) Identifikasi zona-zona potensial (yang pergerakan antar zonanya besar) serta belum dilayani angkutan umum secara langsung (JP
l
= jumlah penumpang untuk trayek langsung)(3)Identifikasi potensi angkutan pada zona-zona lainnya yang akan dilalui trayek tersebut jika pelayanan yang direncanakan bukan trayek langsung tetapi reguler.(4)Jumlahkan permintaan angkutan pada rencana trayek yang akan dilalui tersebut(JP
= jumlah penumpang untuk trayek reguler)(5)Tentukan jenis dan kapasitas kendaraan yang direncanakan akan melayani treyetersebut ( K = kapasitas )(6)Ukur waktu tempuh dari awal sampai ke akhir trayek beserta waktu berhenti di persinggahan sepanjang lintasan (
running time
), serta tambahkan waktu singgah(
layover time
atau
 stand time
) yang direncanakan di terminal (WT = WaktuTempuh )(7) Tentukan jam operasi per hari (JO = lama operasi per hari)(8) Ukur panjang lintasan trayek (PT = panjang trayek)(7)Taksir rata-rata panjang perjalanan penumpang yang diperkirakan akanmenggunakan trayek tersebut. (TL =
trip length
) .Anda dapat menggunakan rumus pendekatan berikut untuk menaksir panjang perjalanan penumpang :
TL =
S
 
P
 
ij
T
ij
(2)

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Madjid Akkas liked this
peppywre liked this
Razif Pahlevi liked this
boykesir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->