Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Saku

Buku Saku

Ratings: (0)|Views: 83 |Likes:
Published by YoSunaryo

More info:

Published by: YoSunaryo on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

 
 
 
1
 
Pembaca yang terhormat,
Tak terasa usia Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Jambi sudahsudah memasuki tahun kedua. Sebuah perjalanan yang masih sangat dini untuk memulai penataan organisasi serta sumbangsih untuk provinsi  Jambi dalam penegakan aturan penyiaran dan memberikan mamfaat yang luasKami sangat berharap bahwa masalah penyiaran akan menjadi gerakanbersama dalam membetuk sebuah filter yaitu literasi media yang aknmencetak masyarakat cerdas dan tangguh menghadapi pengaruh media penyiaranSemua gerak kelembagaan ini kami lakukan atas nama kepentingan publik. Agar di ranah penyiaran, masyarakat mempunyai wakil yangdapat secara terfokus merepresentasikan kepentingan publik di tiapsiaran TV maupun radio. Bagaimanapun, TV dan radio tersebut menggunakan domain milik publik yaitu gelombang radioelektromagnetik yang digunakan sebagai titian untuk memancarkansiaran.Demikian sekapur sirih pengantar ini.Komisi Penyiaran Indonesia.Daerah Jambi Hormat saya
Drs. Arwani 
Ketua
 
2
 
DASAR PEMBENTUKAN KPI 
Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 merupakan dasarutama bagi pembentukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).Semangatnya adalah pengelolaan sistem penyiaran yang merupakanranah publik harus dikelola oleh sebuah badan independen yang bebasdari campur tangan pemodal maupun kepentingan kekuasaan.Berbeda dengan semangat dalam Undang-undang penyiaransebelumnya, yaitu Undang-undang No. 24 Tahun 1997 pasal 7 yangberbunyi "Penyiaran dikuasai oleh negara yang pembinaan danpengendaliannya dilakukan oleh pemerintah", menunjukkan bahwapenyiaran pada masa itu merupakan bagian dari instrumen kekuasaanyang digunakan untuk semata-mata bagi kepentingan pemerintah.Proses demokratisasi di Indonesia menempatkan publik sebagaipemilik dan pengendali utama ranah penyiaran. Karena frekuensi adalahmilik publik dan sifatnya terbatas, maka penggunaannya harus sebesar-besarnya bagi kepentingan publik. Sebesar-besarnya bagi kepentinganpublik artinya adalah media penyiaran harus menjalankan fungsipelayanan informasi publik yang sehat. Informasi terdiri dari bermacam-macam bentuk, mulai dari berita, hiburan, ilmu pengetahuan, dll. Dasardari fungsi pelayanan informasi yang sehat adalah seperti yang tertuangdalam Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yaitu Diversityof Content (prinsip keberagaman isi) dan Diversity of Ownership (prinsipkeberagaman kepemilikan).Kedua prinsip tersebut menjadi landasan bagi setiap kebijakan yangdirumuskan oleh KPI. Pelayanan informasi yang sehat berdasarkanDiversity of Content (prinsip keberagaman isi) adalah tersedianyainformasi yang beragam bagi publik baik berdasarkan jenis programmaupun isi program. Sedangkan Diversity of Ownership (prinsipkeberagaman kepemilikan) adalah jaminan bahwa kepemilikan media

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->