Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tugas apendisitis

tugas apendisitis

Ratings: (0)|Views: 204|Likes:
Published by Iytha Panser

More info:

Published by: Iytha Panser on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

 
BAB 1PENDAHULUAN1.1
 
Latar BelakangApendiksitis merupakan peradangan pada apendiks periformis. Apendiks periformismerupakan saluran kecil dengan diameter kurang lebih sebesar pensil dengan panjang 2
 – 
6 Inci.Lokasi apendiks pada daerah iliakal, tepatnya pada dinding abdomen di bawah titik MC Burney.( Dorothy B. Daughty,1993 )Apendisitis merupakan penyakit urutan keempat terbanyak di Indonesia pada tahun2006. Jumlah pasien rawat inap karena apendiks pada tahun tersebut mencapai 28.949 pasien,berada di urutan keempat setelah dispepsia (34.029 pasien rawat inap), gastritis dan duodenitis(33.035 pasien rawat inap), dan penyakit sistem cerna lainn, gastritis dan duodenitis (33.035pasien rawat inap), dan penyakit sistem cerna lainnya (31.450 pasien rawat inap). Satu dari 15orang pernah menderita apendisitis dalam hidupnya. Insidensi tertinggi terdapat pada laki-lakiusia 10-14 tahun dan wanita yang berusia 15-19 tahun.Apendisitis akut dapat disebabkan oleh beberapa sebab terjadinya proses radangbakteria yang dicetuskan oleh beberapa faktor pencetus diantaranya hiperplasia jaringan limfe,tumor apendiks, dan cacing oskoris yang menyumbat. Ulserasi mukosa merupakan tahap awaldari kebanyakan penyakit ini.Pembedahan dilakukan bila diagnosa apendisitis ditegakkan. Antibiotik dan cairanintravena diberikan sampai pembedahan dilakukan. Analgesik dapat diberikan setelah diagnosaditegakkan. Apendektomi (pembedahan untuk mengangkat apendiks) dilakukan sesegeramungkin untuk menurunkan risiko perforasi.1.2
 
Rumusan Masalah1.
 
Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien apendisitis ?1.3
 
Tujuan1.3.1
 
Tujuan UmumMahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang apendisitis serta mendapatkan gambaranteori dan Asuhan Keperawatan pada klien dengan apendisitis.
 
1.3.2
 
Tujuan Khususa.
 
Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi apendik b.
 
Untuk mengetahui definisi apendisitisc.
 
Untuk mengetahui etiologi apendisitisd.
 
Untuk mengetahui patofisiologi apendisitise.
 
Untuk mengetahui WOC apendisitisf.
 
Untuk mengetahui manifestasi klinis apendisitisg.
 
Untuk mengetahui komplikasi apendisitish.
 
Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostic apendisitisi.
 
Untuk mengetahui penatalaksanaan apendisitis j.
 
Untuk mengetahui pencegahan pada apendisitisk.
 
Untuk mengetahui asuhan keperawatan apendisitis1.4
 
Manfaat1.
 
Memberikan informasi pada mahasiswa tentang apendisitis serta berbagai hal lain yangberhubungan dengan penyakit ini.2.
 
Menambah pengetahuan penulis tentang penyakit apendisitis3.
 
Sebagai sumber informasi bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian atau hal lain yangada kaitannya dengan penyakit apendisitis
 
BAB 2PEMBAHASAN2.1
 
Anatomi dan FisiologiApendiks vermiformis atau sering disebut sebagai apendiks saja, pada manusiamerupakan struktur tubular yang rudiment dan tanpa fungsi yang jelas. Apendiks berkembangdari posteromedial sekum dengan panjang bervariasi dengan rat-rataantara 6-10 cm dan diametersekitar 0,5-0,8 cm. posisi apendiks dalam rongga abdomen juga bervariasi, tersering beradaposterior dari sekum atau kolon asendens. Hamper seluruh permukaan apendiks dikelilingi olehperitoneum dan mesoapendiks (mesenter dari apendiks) yang merupakan lipatan peritoneumberjalan kontinyu disepanjang apendiks dan berakhir di ujung apendiks.Vaskularisasi dari apendiks berjalan sepanjang mesoapendiks kecuali di ujung dariapendiks dimana tidak terdapat mesoapendiks. Arteri apendikular, derivate cabang inferior dariarteri iliocolo yang merupakan cabang trunkus mesenteric superior. Selain arteri apendikularyang memperdarahi hamper seluruh apendiks, juga terdapat kontribusi dari arteri asesorius.Untuk aliran balik, vena apendiseal cabang dari vena ileocoli berjalan ke vena mesenterik superior dan kemudian masuk ke sirkulasi portal. Drainase limfatik berjalan ke nodus limferegional seperti nodus limfatik ileocoli. Persarafan apendiks merupakan cabang dari nervusvagus dan pleksus mesenterik superior (simpatis).Secara umum permukaan eksternal apendiks tampak halus dan berwarna merahkecoklatan hingga kelabu. Permukaan dalam atqu mukosa secara umum sama seperti mukosakolon, berwarna kuning muda dengan gambaran nodular, komponen limfoid yang prominen.Komponen folikel limfoid ini mengakibatkan lumen dari apendiks seringkali berbentuk irreguler(stelata) pada potongan melintang dengan diameter 1
 – 
3 cm.Komposisi histologi dari apendiks serupa dengan usus besar, terdiri dari empatlapisan yakni mukosa, submukosa, muskularis eksterna, dan lapisan serosa.1.
 
Lapisan mukosa apendiks terdiri dari selapis epitel di permukaan yang terdapat sel-sel absorbtif,sel-sel goblet, sel-sel neuro endokrin dan beberapa sel paneth2.
 
Lapisan submukosa memisahkan mukosa dengan muskularis eksterna. Lapisan ini tersusunlonggar oleh jaringan serat kolagen dan elastin, serta fibroblas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->