Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh Soal Perencanaan Kas Rev 4

Contoh Soal Perencanaan Kas Rev 4

Ratings:
(0)
|Views: 58|Likes:
Published by Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Nov 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
1
CONTOH SOAL PERENCANAAN KAS
Contoh soal ini akan dipergunakan dalam praktek aplikasi perencanaan kas pada tingkat satkerSemua data adalah dalam jutaan rupiah
1.
 
Penerimaan Perpajakan
Penerimaan perpajakan terdiri dari :a.
 
Pajak Penghasilan Non Minyak Bumi dan Gas Alam;b.
 
Pajak Pertambahan Nilai;c.
 
Pajak Bumi dan Bangunan;d.
 
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan;e.
 
Pajak Lainnya;f.
 
Restitusi/pengembalian kelebihan pembayaran pajak dan imbalan bunga.Data penerimaan perpajakan tersebut didapatkan dari Direktorat Jenderal Pajak. Walaupunsebenarnya satker memungut pajak tetapi agar tidak terjadi perhitungan ganda maka informasitersebut dikumpulkan dari Direktorat Jenderal Pajak. Saat ini informasi mengenai penerimaanpajak didapatkan langsung dari Direktorat Potensi Penerimaan Perpajakan DJP, sehingga datayang diperoleh dari satker dan kantor-kantor DJP di daerah dipergunakan sebagai datapembanding. Memperkirakan penerimaan perpajakan tersebut memang cukup sulit meskipunada polanya karena sangat terkait dengan pihak ketiga yaitu wajib pajak/setor.
2.
 
Penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar dan Cukai
Data penerimaan bea masuk/keluar dan cukai didapatkan dari unit-unit pada Ditjen Bea danCukai terdiri dari :a.
 
Bea Masuk;b.
 
Pungutan Ekspor/Bea Keluar;c.
 
Cukai;d.
 
Pengembalian kelebihan pembayaran di bidang kepabeanan dan cukai serta imbalanbunga.Untuk bea masuk dan bea keluar cukup sulit untuk memprediksinya karena besarnya eksporatau impor sulit untuk ditentukan. Besarannya juga dapat berubah sewaktu waktu jika adaperubahan tarif impor atau ekpor contoh pada saat terjadi peningkatan bea keluar atas ekporminyak goreng. Untuk penerimaan cukai relatif lebih mudah karena biasanya perusahaan
 
2pembuat rokok memesan pita cukai terlebih dahulu dan membayar kemudian pada saat yangtelah disepakati dengan DJBC.
3.
 
Penerimaan Bukan Pajak
PNBP adalah penerimaan bukan pajak satuan kerja terkait dengan tupoksinya yang bersifat rutinmaupun penerimaan bukan pajak lainnya yang sifatnya incidental dan berada hampir padasetiap satuan kerja. Misal, penerimaan dari talk, nikah, rujuk berada hanya pada satuan kerja diDepartemen Agama. Sedangkan PNBP untuk penjualan barang inventaris dengan lelang adahampir pada semua satuan kerja. Untuk PNBP yang bersifat rutin dan berulang biasanyaditunjuk bendahara penerimaan. Bendahara inilah yang akan membuat perencanaanpenerimaan nantinya sesuai dengan tupoksi satuan kejanya. Contoh, Satker A tahun 2008diperkirakan akan mempunyai penerimaan PNBP yang berasal dari lelang mobil dinas. Lelangtersebut diperkirakan dapat dilaksanakan pada bulan Maret total nilai jual ditaksir Rp 90 juta.Selain itu Satker A juga mempunyai penerimaan PNBP. Untuk itu berdasarkan pola penerimaantahun lalu diperkirakan penerimaan untuk tahun ini adalah sama. Maka perencanaan kas untukPNBP diperkirakan sebagai berikut :
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov DesJual aset 0 0 90 0 0 0 0 0 0 0 0 0PNBP 50 50 60 80 90 100 100 90 100 80 70 50Total 50 50 150 80 90 100 100 90 100 80 70 50
Setelah membuat perencanaan kas untuk setahun maka perencanaan kas tersebut harus dibuatlebih detail lagi menjadi mingguan untuk tiga bulan kedepan. Dengan asumsi pola penerimaansama dengan tahun lalu maka perencanaan kas menjadi :
Januari Pebuari MaretMinggu ke I II III IV I II III IV I II III IVJual aset 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 90 0PNBP 12 14 15 9 10 15 7 18 15 13 7 15
Total PNBP 12 14 15 9 10 15 7 18 15 13 97 15
4.
 
Penerimaan Hibah
Penerimaan Hibah merupakan penerimaan bukan pajak yang berasal dari satuan kerja laindan/atau pemerintah lain dengan tidak ada kewajiban untuk melakukan pengembalian atas
 
3hibah yang diterimanya. Pada umunya hibah diberikan dalam bentuk barang atasu jasa. Sangat jarang hibah yang diberikan berupa
 fresh money 
/uang tunai kepada satuan kerjaKementerian/Lembaga. Contoh, Satker A menerima Hibah dari Bank Dunia untuk kegiatanpeningkatan sanitasi masyarakat berupa dana untuk program air bersih. Untuk itu Bank Duniabersedia memberikan bantuan Rp 250 juta dengan ketentuan pembayaran 30%, 40% dan 30% jika sesuai dengan kemajuan yang disyaratkan. Diperkirakan persyaratan pembangunan terkaitprogram air bersih tersebut dapat dicapai pada bulan Juni, September dan November. Makaperencanaan kas untuk hibah tersebut :
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov DesHibah 0 0 0 0 0 75 0 0 100 0 75 0
Setelah membuat perencanaan kas untuk setahun maka perencanaan kas tersebut harus dibuatlebih detail lagi menjadi mingguan untuk tiga bulan kedepan. Perencanaan kas tersebutmenjadi:
Januari Pebuari MaretMinggu ke I II III IV I II III IV I II III IVHibah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Total perencanaan kas untuk penerimaan tahun 2008 adalah :
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sep Okt Nov DesPNBP 50 50 150 80 90 100 100 90 100 80 70 50Hibah 0 0 0 0 0 75 0 0 100 0 75 0
Perencanaan kas untuk penerimaan untuk tiga bulan pertama 2008 :
Januari Pebuari MaretMinggu ke
I II III IV I II III IV I II III IVHibah 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0PNBP 12 14 15 9 10 15 7 18 15 13 97 15
Total 12 14 15 9 10 15 7 18 15 13 97 15
Nilai diatas akan dicantumkan pada perencanaan satker untuk penerimaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->