• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
EARTHLY HUMAN BEINGAre We Part of Them?
Sudah semenjak pekan yang lalu Ibnu berulang ulang menelaah kertasyang diberikan Buya Nur. Sesuai dengan pesan gurunya, Ibnu mempergunakanimaginasinya. Gambar di atas kertas yang kelihatan kusam itu disederhanakanoleh Ibnu, dengan maksud agar dia bisa berpikir analitis. Pelan pelan dia mulaibisa menangkap
 pesan
apa yang disampaikan gurunya.Karena pekan yang lalu Ibnu tidak jadi menyampaikan telaahannyakepada Buya Nur, kini Ibnu memperoleh kesempatan untuk lebihmemperdalamnya. Karena takut akan kehilangan
hasil bacaannya
, Ibnu mulaimenuangkan apa yang telah bisa dipahaminya di atas kertas.
1
 
Ibnu terus menelaah. Kertas kusam dari Buya Nur beberapa kali diamatikembali dan dibandingkan dengan hasil telaahannya, takut takut ada yangterlewat. Akhirnya Ibnu berhasil menyederhanakan apa yang diberikan gurunya.Sekarang dia bisa
melihat 
bahwa Buya Nur membagi dua wilayah jalan jalan yang ditempuh oleh manusia dalam perjalanan hidupnya. Wilayah
 
dimanaberada jalan jalan yang ditempuh
 
manusia bumi 
(segmen yang dibentuk olehgaris OA dan OB), dan wilayah
 
dimana berada jalan jalan yang ditempuh
 
oleh
manusia langit 
(segmen yang dibentuk oleh garis OB dan OC).Istilah manusia bumi dirasakan oleh Ibnu kurang tepat. Dia lebihcenderung menyebutnya sebagai
manusia ke-bumi-an,
atau
earthly humanbeing,
yaitu orang yang orientasi hidupnya adalah duniawi. Orang yang tingkatkemelekatannya dengan duniawi sangat tinggi. Namun untuk mudahnya, dankarena Buya sudah memakai istilah manusia bumi, Ibnu mempertahankan istilahtersebut.Secara fithrah, semua manusia ingin melepaskan diri dari pengaruhkebumian. Manusia mempunyai kerinduan untuk menempuh jalan yang akanmengantarkan mereka menjadi manusia langit. Tetapi pernak pernik kehidupandiatas muka bumi, seringkali membuat manusia lupa akan fithrahnya. Persisbagaikan pengembara yang mampir di suatu negeri, lalu menjadi terlena dengan
O ABCOnwardU wardGod ward
WilayahManusiaBumiOrientasi AkhiratWilayahManusiaLangitOrientasi Duniawi
GELAPTERANG
2
 
keindahannya, dan melupakan tujuan perjalanannya semula. Merekaterperangkap dalam pengaruh duniawi.Semakin kuat pengaruh duniawi (hubbuddunya) pada seseorang, semakin,bengkok jalannya, semakin kuat pula dia melekat pada
bumi
, dan semakin diamenjadi
ke-bumian
. Pada orang orang yang menempuh jalan jalan yangbengkok, yang berada dalam segmen ini, yang menonjol adalah ke-aku-annya.Bilamana orang orang ini
merasa sukses
dalam hidupnya, (yang diukurnyadengan harta, pangkat, jabatan, popularitas dan yang sejenisnya), maka merekaakan menyombongkan diri. ”Indikator kesuksesan yang mereka pergunakanitulah, agaknya, yang disebut Buya Nur sebagai
 piranti bumi” 
, Ibnu membatin,”yang akan semakin membuat mereka melekat ke bumi”. Tujuan hidup merekaadalah
mengejar piranti bumi.
“Agaknya inilah yang dimaksud oleh Buya Nursebagai Orientasi Duniawi”, lanjut Ibnu.Dalam segmen yang dibentuk oleh garis OA dan OB, Ibnu
melihat 
berbagai gradasi
 jalan
yang ditempuh oleh orang orang yang orientasi hidupnyakepada duniawi. Di dalam segmen inilah terdapat berbagai jalan yang ditempuhpara
ahli dunia
. Piranti bumi yang diperolehnya menjadikan mereka terlena danmelupakan tujuan perjalanannya yang sebenarnya. Dan di wilayah ini pulalah,bergentayangan iblis bersama segala pasukannya untuk memperdaya manusia.Sudah tentu, dengan izin Allah, orang orang yang menempuh jalan yangbengkok di wilayah manusia bumi itu, punya kemungkinan untuk berpindah ke jalan jalan di wilayah manusia langit. Bahkan itulah sebetulnya hakekatperjalanan hidup manusia, yaitu berusaha
melepaskan diri dari pengaruhwilayah bumi
, agar bisa beranjak ke wilayah manusia langit. Inilah agaknya yangdimaksud oleh Buya dengan garis melengkung yang melintasi garis OB yangbeliau beri tulisan “hijrah”. Namun semakin lama seseorang berada di wilayahmanusia bumi, akan semakin sulit untuk meningkat dan beralih ke wilayahlangit.Ibnu cenderung untuk mempergunakan garis lurus vertikal sebagaipengganti garis melengkung “hijrahyang dipakai Buya Nur. Karena itu diamenggambarkan garis putus-putus vertikal beranjak dari wilayah manusia bumimenuju ke wilayah manusia langit. “Inilah jalan yang seharusnya ditempuhmanusia bumi agar sampai di wilayah manusia langit”, pikir Ibnu.Orientasi mereka yang hidup di wilayah manusia langit, adalah akhirat.Mereka hidup di bumi, tetapi orientasinya tegas dan jelas, yaitu akhirat. Karena
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...