Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Manusia, Nilai, Moral Dan Hukum Kel 1

Makalah Manusia, Nilai, Moral Dan Hukum Kel 1

Ratings: (0)|Views: 560|Likes:
Published by lhyndayulyan

More info:

Published by: lhyndayulyan on Nov 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
1
 
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar Belakang
Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya untuk menjadikan manusia berbudaya.Budayadalam pengertian yang sangat luas mencakup segala aspek kehidupan manusia, yang dimulai daricara berpikir,bertingkah laku sampai produk-produk berpikir manusia yang berwujud dalambentuk benda (materil) maupun dalam bentuk sistem nilai (in- materil).Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk naturaldan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakekat hakekat yang mulia. Manusiaadalah makhluk Moral. Nilai yang terdiri dari ikatan yang ada antara manusia dari setiap gejala,perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yang lebih tinggi daripada motif manfaat yangtimbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut dengan ikatan suci, karena ia dihormati dan dipujabegitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupanmereka demi ikatan ini.
B.
 
Rumusan Masalah
1.
 
Apa yang dimaksud dengan manusia, nilai, moral dan hukum?2.
 
Hubungan manusia dengan nilai?3.
 
Hubungan manusia dengan moral?4.
 
Hubungan manusia dengan hukum?
C.
 
Tujuan
1.
 
Mengerti pengertian manusia, nilai, moral dan hukum.2.
 
Memahami hubungan manusia dengan nilai.3.
 
Memahami hubungan manusia dengan moral.4.
 
Memahami hubungan manusia dengan hukum.
 
2
 
BAB IIPEMBAHASAN
A.
 
Pengertian Manusia, Nilai, Moral dan Hukum
 
1.
 
Pengertian Manusia
 
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang
berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan ataurealitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam hubungannya denganlingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup.Manusia adalah makhluk yang tidak dapat dengan segera menyesuaikan diri denganlingkungannya. Pada masa bayi sepenuhnya manusia tergantung kepada individu lain. Ia belajarberjalan,belajar makan,belajar berpakaian,belajar membaca,belajar membuat sesuatu dansebagainya,memerlukan bantuan orang lain yang lebih dewasa.Perlindungan secara umum, dalam pengertian gangguan/kelompok lain akan lebih mudahdiwujudkan kalau manusia berkelompok. Untuk menghasilkan keamanan dan kenyamanan hidupberkelompok ini, diciptakan aturan-aturan dan kontrol-kontrol social tentang apa yang boleh danyang tidak boleh dilakukan oleh setiap anggota kelompok. Selain itu ditentukan pula siapa yangberhak mengatur kehidupan kelompok untuk tercapainya tujuan bersama.
2.
 
Pengertian Nilai
 Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagimanusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.Sifat-sifat nilai adalah Sebagai berikut.1)
 
Nilai itu suatu relitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifatabstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu.Misalnya orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisamengindra kejujuran itu.2)
 
Nilai memiliki sifat normative, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita dan suatukeharusan sehingga nilai memiliki sifat ideal. Nilai diwujudkan dalam bentuk normasebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya nilai keadilan. Semua orang
 
3
 
berharap manusia dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilaikeadilan.3)
 
Nilai berfungsi sebagai daya dorong dan manusia adalah pendukung nilai. Manusiabertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya nilaiketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapaiderajat ketakwaan.
3.
 
Pengertian Moral
Moral berasal dari kata bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan.Kata mores inimempunyai sinonim mos, moris, manner mores atau manners, morals.Dalam bahasa Indonesia, kata moral berarti akhlak (bahasa Arab) atau kesusilaan yangmengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbingtingkah laku batin dalam hidup. Kata moral ini dalam bahasa Yunani sama dengan ethos yangmenjadi etika. Secara etimologis ,etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterimamasyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi denganmanusia. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku dimasyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, makaorang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk daribudaya dan Agama. Jadi moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat abstrak yangmengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yangmengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik.
4.
 
Pengertian Hukum
 Disamping adat istiadat tadi, ada kaidah yang mengatur kehidupan manusia yaitu hukum
,
 yang biasanya dibuat dengan sengaja danmempunyai sanksi yang jelas. Hukum dibuat dengantujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat agar terjadi keserasian diantara warga masyarakatdan sistem sosial yang dibangun oleh suatu masyarakat. Pada masyarakat modern hukum dibuatoleh lembaga
 – 
lembaga yang diberikan wewenang oleh rakyat.Tujuan hukum menurut hukum positif Indonesia termuat dalam pembukaan UUD 1945
alinea keempat yang berbunyi “..untuk membentuk su
atu pemerintahan Negara Indonesia yangmelindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan
sosial”.
 Pada umumnya hukum bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat.Selain itu, menjaga dan mencegah agar tiap orang tidak menjadi hakim atas dirinya sendiri,namun tiap perkara harus diputuskan oleh hakim berdasarkan dengan ketentuan yang sedangberlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->