Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Porter

Analisis Porter

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:

More info:

Published by: Muhammad Qustam Sahibuddin on Nov 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IVANALISA DAN PEMBAHASAN
Industri pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik merupakan industriyang cukup menjanjikan, sebab belum banyak pemain dalam industri ini, dan pasarpemakainya pun semakin hari semakin besar. Hal ini dapat dilihat dari besarnyakesadaran masyarakat sekarang untuk mulai mengkonsumsi makanan organik ditambahpemerintah Indonesia yang mencanangkan “
go organic
2010”. Untuk dapat bersaingdengan penggunaan pupuk kimia dirasakan masih sulit, penekanannya mungkin masihpada kurangnya kesadaran masyarakat untuk bertani yang berkesinambungan denganmemperhatikan keseimbangan penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik.
4.1 Analisis Porter
Analisis Porter banyak digunakan untuk menganalisis suatu industri sebagai suatukesatuan dan memperkirakan masa depan industrinya. Analisis ini terdiri atas 5 (lima)faktor utama yaitu:1. Ancaman para pendatang baru (
Threat of New Entrants
)2. Kekuatan tawar menawar supplier (
 Bargaining Power of Suppliers
)3. Kekuatan tawar menawar pembeli (
 Bargaining Power of Buyers
)4. Ancaman produk pengganti (
Threat of Substitutes
)5. Intensitas persaingan (
Competitive Rivalry within the Industry
)
 
 4.1.1 Ancaman para pendatang baru (Threat of New Entrants)
Pendatang baru yang ingin masuk ke dalam industri pengolahan limbah organik menjadi kompos atau pupuk organik ini bisa dikatakan cukup besar, mengingat sumberbahan bakunya cukup tersedia banyak, dan kecenderungan pemerintahan khususnyapihak yang bertanggung jawab yaitu dinas kebersihan untuk dapat memberikan izinkepada siapa saja yang memberikan keuntungan terbesar bagi mereka (
money oriented 
),dan banyaknya pula pesaing lain yang memiliki teknologi lain yang harganya bervariasi,ada yang lebih rendah dan ada juga yang lebih tinggi dengan kelebihan dankekurangannya masing – masing.
4.1.1.1 Analisa pesaing
Analisa pesaing berdasarkan jumlah produksi yang dihasilkan dapat dibagi menjadi
!
Produsen kecilBercirikan penggunaan teknologi rendah, biasanya pemain dalam segmen ini jarangmenggunakan teknologi dengan mesin yang besar dan canggih, dan merupakanindustri yang padat karya, kebanyakan menggunakan peralatan manual dalam prosesproduksi. Hasil pupuk organik atau kompos jadi dibawah 2 ton per hari dan lamaproduksi diatas 4 minggu. Kebanyakan pemain ini berasal dari lembaga swadayamasyarakat yang sadar akan lingkungan yang memulai kegiatan mereka darilingkungan sekitar, ataupun para pemilik peternakan yang membuat kompos sendiridari industri hasil limbah ternak mereka.
 
!
Produsen sedangMemiliki hasil pupuk organik atau kompos sebesar 2 hingga 5 ton per hari. Biasanyasudah menggunakan katalisator berupa mikroba dan enzim serta sudah menggunakanalat – alat berat guna mendukung proses produksi mereka. Pemain segmen produsensedang ini biasanya adalah para pemain yang sudah memiliki pasar (
market 
) sepertipada pertanian perikanan maupun penjualan retail pada kios – kios bunga.
!
Produsen besarMemproduksi lebih dari 5 ton pupuk organik setiap harinya dengan menggunakanteknologi mutakhir, hasilnya berkualitas tinggi dan seragam.
4.1.1.2 Analisa Industri Pupuk Kimia
Revolusi hijau dimulai Indonesia sejak akhir 1960 dengan mencanangkan programuntuk swasembada beras, sama seperti dengan rencana negara India dan China. Untuk itu, pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan yang berupa insentif tanahdengan transmigrasi, subsidi pupuk, dan pembangunan program pemberdayaanmasyarakat pertanian dengan penggunaan pupuk kimia.Sejak saat itu dibangun pabrik pupuk kimia milik pemerintah untuk memenuhikebutuhan pupuk dalam negeri. Dengan dibangunnya PT Pupuk Sriwijaya pada tahun1959 yang merupakan pabrik pupuk pertama di Asia Tenggara, merupakan salah satulangkah yang diambil pemerintah untuk mensukseskan program swasembada pangan.Dari kapasitas pertama sebesar 100000 ton urea per tahun di awal 1960 hinggaberkapasitas 1.5 juta ton urea di akhir 1994 membuahkan hasil swasembada pangan ditahun 90an.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->