Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Aborsi

Artikel Aborsi

Ratings: (0)|Views: 293|Likes:
Published by andrizal5517

More info:

Published by: andrizal5517 on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BERBAGAI AKIBATHUKUMNYAOleh :
 
Dr. H. Mustaghfirin, S.H., M. Hum
 1.
 
PENDAHULUAN
 Perempuan Indonesia 3,5 juta lebih dalam setiap tahun mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki dengan berbagai sebab ataupun alasan. Dari jumlah tersebut, kurang lebih60% mengakhirinya dengan aborsi[1].Aborsi yang dilakukan secara paksa akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan ibu, karena biasanya bayi di dalam kandunganditusuk atau diremukkan dengan alat khusus agar mudah dikeluarkan. Akibatnya, si ibumengalami pendarahan hebat, luka pada rahim, dan tertembusnya dinding rahim. Bahkantidak sedikit yang mengalami komplikasi saluran kencing dan ginjal, atau sebagian ari-arinya tertinggal di dalam rahim. Akibat paling tragis apabila pendarahan tidak dapatdikendalikan, sehingga berujung pada kematian.Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa dalam keputusan Munasnyapada tahun 1983 bahwa kehidupan dalam konsep Islam sudah dimulai sejak terjadinyapembuahan, oleh karena itu pengguguran kandungan sejak adanya pembuahan hukumnyaharam. Meskipun demikian, realitas di masyarakat menunjukkan legislasi dan fatwatersebut tidak mampu mengurangi apalagi mencegah aborsi yang kecenderunganangkanya terus meningkat.1.
 
PERMASALAHAN
 Upaya untuk menekan angka kematian ibu akibat aborsi serta pemberian perlindunganhukum bagi kaum perempuan perlu dibuat rumusan ulang sebai penyempurnaan, tentangkriteria-kriteria yang memadai dan aman serta tidak melanggar hukum agama Islam danhukum negara terkait awal kehidupan manusia dan aborsi.Ada tiga persoalkan mendasar di seputar masalah aborsi, yang menjadi pembahasan dalammakalah ini :1.Apa yang dimaksud dengan aborsi 2.Kapan manusia dianggap mulai hidup,dan 3.Akibat hukum bagi pelaku aborsi dan dampaknya terhadap kesehatan ibu
C. PEMBAHASAN
 
1. Pengertian Aborsi
 Aborsi atau abortion ( bahsa Inggris), abortus ( bahasa latin) adalah terpencarnya embrioyang tidak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan)[2].Aborsi  juga didefinisikan sebagai pengguguran janin, di mana janin dalam istilah kamus adalahembrio setelah melebihi dua bulan.[3] 
Pengertian aborsi juga disebutkan di dalam kamus Webster‟s Ninth New Collegiate, bahwaaborsi adalah “
to bring forth premature or stillbom offspring” 
(melahirkan bayi secarapremature atau kegagalan dalam mengandung calon bayi). Dalam pengertian lain juga
 
disebutkan “spontaneous expulsion of a human fetus during the first 12 weeks of gestation” atau pengeluaran janin baik secara spontan maupun paksa selama dalam 12
minggu pertama dari kehamilan.[4] Dalam bahasa fiqh, aborsi dikenal dengan istilah al- ijhadl atau isqath al-haml yang berarti pengguguran kandungan. Menurut ilmu fiqh, aborsiadalah pengguguran kandungan dan perampasan hak hidup janin atau segala perbuatanyang dapat memisahkan janin dari rahim ibu.[5]  Berdasarkan definisi dan pengertian yang ada, terdapat dua macam aborsi, yaitu aborsispontan (spontaneous abortion) dan aborsi yang disengaja
(provocatus abortus
). Aborsispontan adalah keluarnya janin sebelum waktunya yang biasa terjadi pada kehamilan mudaantara 1-3 bulan dengan penyebab yang tidak mudah diketahui, atau karena kegagalanleher rahim menahan janin tetap di dalam rahim. Aborsi semacam ini tidak berakibathukum. Namun apabila keguguran yang terjadi akibat orang lain secara tidak sengaja,misalnya menakut-nakuti, mengancam, mengejutkan yang menyebabkan terjadinyakeguguran, maka hal ini dapat berakibat hukum. Sedangkan aborsi yang disengaja ataudirencanakan terdapat dua macam :1). Pengguguran kandungan yang dilakukan dokter atasdasar indikasi medis yang bertujuan untuk menyelamatkan jiwa ibu yang terancam jikakehamilan dipertahankan. Hal ini tidak berakibat hukum. 2) Pengguguran kandungan yangdilakukan dokter atas dasar indikasi medis atau oleh bidan atau dukun yang bertujuanuntuk mengakhiri kehamilan yang tidak dikehendaki, sehingga bisa berakibat hukum.2.
Awal Kehidupan Seorang Manusia
 
Clifford R. Anderson,MD
[6] menyebutkan bahwa proses kehdupan manusia berawal darisatu sel yang disebut sel telur. Sel telur ini dihasilkan di dalam indung telur yang terletak dikedua sisi rahim perempuan. Setiap bulan, sekitar hari ke 14 dari permulaan masa haidterakhir, sebuah telur atau ovum dihasilkan. Ovum tersebut biasanya meninggalkan indungtelur dan memasuki saluran telur. Proses inilah yang biasa dikenal dengan istilah masaovulasi.Masa subur kaum perempuan terjadi sekitar tiga hari sebelum ovulasi dan dua hari sesudahovulasi. Bagi perempuan yang tidak menghendaki kehamilan bisa menggunakan sistemberpantang pada masa subur ini, demikian juga masa subur ini juga dapat dimanfaatkanbagi yang ingin memperoleh keturunan.[7]  Al-Quran surat al-
Mu‟minun ayat 12
-14 menjelaskan proses reproduksi manusia sebagaiberikut :Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari intisari tanah. Kemudian Kami jadikan air mani yang tersimpan di tempat yang aman da kokoh. Dalam perkembanganselanjutnya, air mani itu Kami olah menjadi segumpal daging dan dari segumpal daging ituKami olah menjadi tulang. Selanjutnya tulang itu Kami bungkus dengan daging.Selanjutnya Kami jadikan makhluk yang berlainan dari yang sebelumnya. Maha SuciAllah, Pencipta yang Paing Baik (QS.al-
Mu‟minun : 12
-14)
 
Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim dari Abu Bakar ibm Abi Syaibah dari Zaid ibnWahab dari Abdullah, Rasulullah secara detail menjelaskan :
“Penciptaan kamu di dalam rahim ibu selama empat puluh hari berupa air mani (nutfah),kemudian segumpal darah („alaqoh) dalam waktu yang sama, kemudian segumpal daging
(mudghah) juga dalam waktu yang sama. Sesudah itu malaikat diutus untuk meniupkan roh
ke dalamnya dan diutus untuk menetapkan rizki, ajal, amal bahagia atau sengsara?
[8] Hadis dalam riwayat lain, yaitu dari Sofyan ibn Uyainah dari Amir ibn Dinar dari AbiThufail dari Huzaifah ibn Usaid, Rasulullah bersabda :
“Ketika nutfah dalam rahim mencapai usia empat puluh atau empat puluh lima hari,malaikat bertanya : „wahai Tuhan, apakah calon manusia ini bahagia hidupnya atausengsara?‟
Kemudian malaikat menuliskan apa yang Allah tetapkan. Kemudian malaikat
 bertanya lagi : „lelakikah ia atau perempuan?‟ Kemudian malaikat menuliskan jenis
kelamin yang ditetapkan Tuhan. Kemudian malaikat menuliskan amal, ajal, dan rejekisetelah itu lembara
n dilipat tanpa ditambah atau dikurangi.”
Hadis ibn Mas‟ud yang juga diriwayatkan Muslim menyebutkan bahwa jika nutfah
melewati masa empat puluh dua malam, Allah mengutus malaikat untuk membentuk rupa,pendengaran, penglihatan, kulit, daging dan tulangnya.[10]  Dalil-dalil tersebut di atas menunjukkan dengan jelas bahwa pross awal penciptaanmanusia di d
alam rahim melalui tiga tahap perkembangan : fase nutfah, „alaqoh, dan
mudghah, kemudian baru ditiupkan roh. Ada perselishan pendapat para ulama terkaitpenetapan awal kehidupan manusia, antara lain :a .Al-Ramli dan Ibn Hajar mengatakan bahwa awal kehidupan dimulai sejak kehamilan
mencapai uasia 42 (empat puluh dua) hari berdasarkan hadis Ibn Mas‟ud di atas.
 b. Al-Ghazali berpendapat bahwa awl kehidupan dimulai sejak pertemuan ovum dengansperma. Pandangan Al-Ghazali ini sejalan dengan pendapat mayoritas mazhab Maliki danIbn Hazm.
c. Abu Hanifah dan sebagian pengikut Syafi‟i serta Ahmad Ibn Hambali memiliki
pandangan yang berbeda dengan dua kelompok sebelumnya. Mereka berpendapat, awalkehidupan manusia dimulai sejak ditiupkan roh, yaitu pada usia akhir bulan keempatkehamilan.[11]  3.
Akibat Hukum Bagi Pelaku Aborsi dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Ibu
 Para ulama sepakat bahwa aborsi atuau pengguguran kandungan untuk mengakhirikehamilan yang tidak dikehendaki setelah usia 120 hari, atau melewati bulan keempat usiakehamilan adalah haram. Karena diyakini bahwa pada saat itu telah terjadi kehidupanmanusia secara penuh. Pengguguran pada fase ini dianggap sama dengan merusak jiwayang dapat dikenai hukuman, baik di dunia maupun di akhirat. Namun demikian, apabilapengguguran dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 120 hari, beberapa ulama berbedapendapat :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->