Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
73Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam

Kepemimpinan Perempuan Dalam Islam

Ratings:

4.73

(15)
|Views: 11,712 |Likes:
Published by hamizi_hamid
...."Pada saat ini dimana kedudukan dan peranan perempuan dengan laki-laki berkompetisi sama, maka tafsir-tafsir lama perlu dibongkar khususnya dari pandangan yang missoginis, yaitu pandangan yang membenci perempuan...."
...."Pada saat ini dimana kedudukan dan peranan perempuan dengan laki-laki berkompetisi sama, maka tafsir-tafsir lama perlu dibongkar khususnya dari pandangan yang missoginis, yaitu pandangan yang membenci perempuan...."

More info:

Published by: hamizi_hamid on Jan 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2014

 
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM ISLAM
Oleh : Anjar Nugroho
1. Dalam kitab-kitab klasik yang menjelaskan dan menafsirkan teks-teks ajaranIslam tidak asing lagi bahwa kaum laki-laki digambarkan lebih superior darikaum perempuan. Biasanya argumen penguatan supremasi tersebutmenggunakan ayat al-Qur’an Surat an-Nisa’ 4 : 34. Penafsiran yang bercorakdemikian pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dalam situasi sosio kulturalpada waktu penafsiran itu dilakukan. Pada saat ini dimana kedudukan danperanan perempuan dengan laki-laki berkompetisi sama, maka tafsir-tafsir lama perlu dibongkar khususnya dari pandangan yang missoginis, yaitupandangan yang membenci perempuan. Allah berfirman dalam al-Qur’an :
ْنِم اوُقَفْَأ َِبَ ٍنضْعَب ىَلَ ْنُهَْعَب ُّا َّَ َِب ِءَنسا ىَلَ َنوُماّوَ ُَجرا َنوُَخَت يِتاَ ُّا َنظِفَح َِب ِنْَغْلِ ٌنَِَح ٌنَِَ ُَِّنصَ ْنِهِاَوْمَأ َ ْنُكَْعَطَأ ْنِإَ ّُوُبِرْاَ ِنِجََْا يِ ّُُرُْاَ ّُوُِعَ ّُَزوُشُ  اًرِَ ِلَ ََ َّا ّِ ِَ ّِهْَلَ اوُغْَت 1)
2. Para mufassir memberikan penjelasan yang beraneka ragam tentang kata-kata
‘qawwâmûn’.
Al-Thabari menegaskan bahwa
qawwâmûn
berartipenanggung jawab. Ini artinya bahwa laki-laki bertanggung jawab dalammendidik dan membimbing istri agar menunaikan kewajibannya kepada Allahmaupun kepada istrinya. Ibnu Abbas mengartikan
qawwâmûn
adalah laki-lakimemiliki kekuasaan atau wewenang untuk mendidik perempuan. Zamakhsyarimenekankan bahwa kata-kata
qawwâmûn
mempunyai arti kaum laki-lakiberkewajiban melaksanakan
amar ma’ruf nahi munkar 
kepada perempuansebagaimana kepada rakyatnya.2
 
3. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa laki-laki adalahpenanggung jawab, penguasa, pembimbing, pelindung kaum perempuan)istri. Dengan demikian, bahwa posisi laki-laki )suami terhadap perempuan)istriadalah posisi superior dan inverior. Dengan begitu laki-laki secaraotomatis menjadi pemimpin keluarga, dan istri atau perempuan harusmenerima posisi suami tersebut yaitu sebagai orang yang dipimpin.4. Kepemimpinan laki-laki atas perempuan dalam pandangan beberapa ulamatidak hanya sebatas dalam lingkup keluarga. Tetapi meliputi pulakepemimpinan dalam masyarakat )kepemimpinan publikdan politik.Sehingga perempuan tidak mendapatkan kesempatan yang sama denganlaki-laki dalam mengaktualisasikan potensinya sebagai pemimpin.5. Masdar Farid Mas’udi mengakui adanya pendapat sebagian ulama yangmenyatakan bahwa perempuan tidak diperbolehkan )diberangus hak-haknyasebagai pemimpin. Pemberangusan Kepemimpinan perempuan, demikiankata Masdar, ini terjadi demikian menyeluruh, mulai dari kepemimpinan dalamkehidupan intelektual, sosial, kepemimpinan dalam keluarga sampaikepemimpinan shalat. Hal itu dikarenakan, lanjut Masdar, tidak ada satu ayatdan hadist pun yang tidak diragukan keshahihannya secara definitif melarangkepemimpinan kaum perempuan, bahkan dalam ketiga sektor kehidupan tadi.Lalu Masdar menyebut sebuah hadis yang berbunyi :Masdar menilai, inilah hadis yang selama ini dijadikan pegangan untukmelarang perempuan tampil sebagi pemimpin masyarakat, mulai dari lembagakemasyarakatan sejenis yayasan, ormas )kecuali yang berstatus underbowsampai dengan kepemimpinan politik, khususnya kepemimpinan negara )
al-imâmah al-uzma)
 
4. Mustafa Muhammad Imarah dalam catatan pinggirrnya terhadap kitab
Jawahir al-Bukharî 
, mengklaim larangan kepemimpinan perempuan itu sebagaipendirian jumhur ulama kecuali al-Tabari dan Abu Hanîfah untuk bidang-bidang tertentu.45. Larangan kepemimpinan perempuan yang diungkapkan oleh sebagian ulamadikarenakan laki-laki memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh perempuan.Dimana kelebihan tersebut menentukan kapabilitas seseorang untuk menjadipimpinan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abu Abdullah Muhammad binAhmad al-Ansari al-Qurtubi dalam
 Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an,
bahwa laki-lakimemiliki kelebihan dalam akal dan pengaturan. Karena itu, demikiandijelaskannya, mereka memiliki hak memimpin perempuan. Dikatakan pula,bahwa laki-laki memiliki kekuatan dan kejiwaan dan naluri )
tab’)
, dua hal yangtidak dimiliki oleh perempuan, yang dikarenakan dalam diri laki-laki dominanunsur panas dan kering
(al-harârah wa al-yabûsah)
, dari sinilah kemudianmuncul kekuatan itu. Sementara watak perempuan lebih dominan unsur basah dan dingin
(al- ruthûbah wa al-burûdah)
, dan dari sini muncul maknakelembutan dan kelemahan.5 
<!--[if !supportLists]-->6.
 
<!--[endif]-->
Kelebihan laki-laki atas perempuan jugadituturkan oleh Zamakhsyari, seorang pemikir Mu’tazilah. Dia mengatakan,bahwa kelebihan laki-laki adalah pada akal )
al-‘aql)
, ketegasan )
al-hazm
,tekad yang kuat )
al-‘azm)
, kekuatan )
al-quwwah
, secara umum memilikikekuatan menulis )
al-kitâbah
, dan keberanian )
al-furûsiyah)
. Karena itudemikian lanjut Zamakhsyari, dari laki-laki lahir para Nabi, ulama, kepalanegara )
imâmah kubra
, imam dan jihad.6
<!--[if !supportLists]-->7.
 
<!--[endif]-->
Ibnu Katsir, ulama tafsir klasik jugaberpendapat tentang kelebihan laki-laki atas perempuan yang mempengaruhikeabsahan kepemimpinan perempuan. Dia mengatakan bahwa laki-lakiadalah pemimpin perempuan, dan laki-laki juga sebagai pembesar, hakim,pendidik perempuan jika perempuan menyimpang. Firman Allah yang

Activity (73)

You've already reviewed this. Edit your review.
Wide Dede liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
hasrul_eta liked this
Zoanenk Dhe Lah liked this
Mohammad Syafi'i liked this
Mutasir Riau liked this
Muhammad Wisnu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->