Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untuk Siapa Wanita Bekerja

Untuk Siapa Wanita Bekerja

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by Muhammad Fachrudin

More info:

Published by: Muhammad Fachrudin on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

 
 
Redaksi III
 |Kamis, 30 Agustus 2012 - 16:37:45 WIB|dibaca: 684 pembaca Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on printMore Sharing Services
Eramuslim.com | Media Islam Rujukan,
 
Haruskah seorang wanita bekerja? Bagaimana jika wanita tersebut telahmenikah, bukankah suami yang seharusnya mencukupi kebutuhannya? Lalubagaimana bila suami belum dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga?Dan jika tidak bekerja, lalu buat apa wanita diperbolehkan sekolah hingga keperguruan tinggi dan bahkan terkadang prestasinya lebih baik dari laki-laki?!
 
Adakah pertanyaan tersebut pernah terbesit dalam benak kita, wahai saudariku? Dilemayang dihadapi kaum muslimah terutama setelah menikah dan mempunyai keturunan.Pilihan yang dirasa berat saat harus memilih antara pekerjaan dan keluarga. Karenanyabanyak yang memilih untuk menjalankan keduanya.
 
Jika dilakukan survei apakah alasan wanita memilih tetap bekerja setelah menikah danmemiliki anak, beragam alasan yang muncul. Mungkin alasan yang terbanyak adalah karenafaktor ekonomi. Tingginya kebutuhan keluarga dan harga yang terus meningkat tidak selaluberjalan searah dengan peningkatan penghasilan menyebabkan istri dituntut pula untukmembantu suami dalam mencari nafkah keluarga.Selain masalah ekonomi, ada juga muslimah yang bekerja karena ingin mengabdikan ilmuyang telah didapatnya seperti dokter, guru dan lainnya. Dan mungkin ada juga muslimahyang bekerja untuk dapat meniti karirnya dibidang tertentu. Namun, selain alasan-alasandiatas, ada pula muslimah yang memilih tetap bekerja karena merasa bosan denganpekerjaan rutinitas mengurus rumah tangga atau karena anggapan bahwa dengan bekerjapergaulan dan statusnya lebih baik dibanding hanya menjadi ibu rumah tangga.
 
Islam tidak melarang seorang muslimah untuk bekerja, bukankah putri Rasulullah Fatimahmendapatkan upah dari hasil menumbuk gandum. Kisah istri Nabi Ayub yang bekerja untukmemenuhi kebutuhan keluarga ketika Nabi Ayub tengah sakit, juga adalah contohbagaimana muslimah mengambil peran dalam turut memenuhi kebutuhan keluarga.
 
Namun tentunya Islam sebagai agama yang sempurna dan komplit memberikan petunjukdan arahan apa dan bagaimana sebaiknya muslimah bekerja. Dan tidak hanya batasanmengenai pekerjaan apa yang baik, apa yang harus dihindari, tetapi Islam pun memberikanpanduan tentang penghasilan serta harta seorang muslimah yang bekerja.
 
Tugas atau peran utama yang harus dijalankan oleh seorang muslimah yang telah menjadiistri dan ibu adalah mengurus rumah tangga, mendidik anak, menjaga harta suami,menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang tak kalah beratnya dari pekerjaan suamiuntuk memenuhi nafkah. Seorang istri tidak memiliki kewajiban untuk turut mencarinafkah, karena kewajiban ini telah dibebankan kepada suami."
Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yangmakruf.
" (Al Baqarah: 233)
 
"
Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati)mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang telah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlahkepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan.
" (Ath-Thalaq: 6)
 
Suami berkewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak seperti yangdiperintahkan dalam ayat diatas. Dan kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dananak-anak berlaku meski suami miskin atau istri dalam keadaan kaya/berkecukupan."
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yangdisempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allahkepadanya.Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah
berikan kepadanya.
 Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
"(Ath-Thalaq:7)
 
Mengenai besaran nafkah yang harus diberikan suami untuk keluarga, menurut beberapaulama adalah disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan kebiasaan yang berlakudimasyarakat. Hal ini sesuai dengan hadist;"
 Ambilah nafkah yang mencukupimu dan anakmu dengan cara yang baik.
" (HR Bukhari)
 
Standar minimal bagi seorang suami dalam memberikan nafkah kepada keluarga adalahbatas kecukupan. Tidak ada jumlah yang pasti untuk nafkah karena perbedaan waktu,kebiasaan, murah dan mahalnya barang kebutuhan. Untuk itu suami harus memperkirakannafkah secukupnya untuk istri dan anak-anak, baik itu makanan beserta lauknya, pakaiandan kebutuhan lainnya.
 
Batas kecukupan inilah yang terkadang memicu perselisihan, karena setiaporang/masyarakat mempunyai standar kecukupan terhadap kebutuhan yang berbeda.Keluarga yang tinggal di desa dengan keluarga yang tinggal di kota akan berbeda standarkecukupannya, meski sebenarnya kebutuhan dasarnya adalah sama. Seorang istri yangberasal dari keluarga kaya tentu memiliki standar kecukupan yang berbeda dengan istri
 
yang berasal dari keluarga sederhana. Untuk itu fuqaha Syafi'iyah menilai ukurankecukupan didasarkan pada ketentuan syariat.
 
Nafkah yang harus dipenuhi suami kepada istri, antara lain tempat tinggal, makan danminum, pakaian, dan biaya kesehatan ketika sakit. Hal tersebut adalah nafkah yang utamadisamping nafkah lainnya yang mengikuti sesuai dengan kebutuhan. Suami berkewajibanmemberikan tempat tinggal untuk ditempati bersama demi mewujudkan ketenangan dancinta kasih diantara keduanya. Tempat tinggal tidak disyaratkan harus hak milik suami,karena dapat juga sewa atau berupa pinjaman. Mengenai makanan dan minuman suamimemberikan nafkah sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, seperti misalnya suamimenyediakan berbagai peralatan dapur serta memberikan uang belanja agar istri dapatmemasak. Suami pun wajib memberikan pakaian kepada istri dengan yang baik. Danmengenai pakaian bagi istri, Islam telah mengatur bagaimana pakaian yang sesuai syariat.Jika istri terbiasa dengan adanya khadimah, maka suamipun dianjurkan untuk dapatmemenuhinya. Namun hal ini tentu kembali kepada kemampuan dari suami.
 “
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya
.” (Ath
-Thalaq:7)
 
 “
Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang miskin menurut kemampuannya(pula).
” (Al
-Baqarah: 236)Biaya hidup untuk memenuhi beragam kebutuhan tersebut kian tahun selalu meningkat.Dan alasan inilah yang menyebabkan banyak muslimah yang turut membantu suami dalammencari nafkah.Jika dulu mungkin pekerjaan yang tersedia untuk para muslimah adalah pekerjaan-pekerjaan yang tidak jauh dari pekerjaan yang berkaitan dengan rumah tangga. Sekarangini seiring dengan akses untuk pendidikan yang lebih terbuka baik untuk pria maupunwanita, lapangan pekerjaan pun semakin luas untuk para wanita. Bahkan ada yangmengatakan dengan disebarluaskannya isu kesetaraan gender, wanita memiliki kesempatandan hak yang sama untuk setiap bidang pekerjaan.
 
Karena hal tersebut juga, sebagian orang berpendapat masuknya wanita pada pekerjaan disektor publik mempersempit lapangan kerja bagi lelaki, sehingga lelaki menjadi sulitmendapat pekerjaan. Banyak industri yang terutama perusahaan kapitalis lebih memilihpekerja wanita karena dinilai lebih teliti, lebih tekun dan lebih kecil upahnya ataukesejahteraan yang harus ditanggungnya.Entah pendapat tersebut benar atau tidak, perlu dikaji lebih dalam lagi. Tetapi, ada hal yangperlu menjadi renungan kita bersama wahai ukti, ketika kita memutuskan untuk bekerjamembantu suami memenuhi nafkah keluarga. Luruskanlah niat kita untuk benar-benarmembantu suami memenuhi nafkah keluarga, bukan karena ingin mengejar karir,kedudukan, popularitas atau untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain yang bukan utamadan hanya karena ingin terlihat lebih baik dimata orang lain.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->