Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HSG

HSG

Ratings: (0)|Views: 276|Likes:
Published by Erinne Defriani

More info:

Published by: Erinne Defriani on Nov 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

 
Teknik Pemeriksaan RadiografiHisterosalpingografi (HSG)
Posted on 22 Mei 2012 
Helloow…….:D terimakasih masih setia dengan 
Bocah radiography.Kali ini ayo kita sama-sama belajar tentang Teknik Pemeriksaan Radiografi Histerosalpingografi (HSG).Histerosalpingografi atau HSG sendiri pengertiannya adalah Pemeriksaan secara radiologiorgan reproduksi wanita bagian dalam pada daerah uterus, tuba fallopii, cervix dan ovariummengunakan media kontras positif. Pemeriksaan ini biasanya sering dilakukan pada ibu-ibudengan indikasi Infertil baik primer maupun sekunder. Akan tetapi juga bisa dilakukan untuk indikasi-indikasi lain yang tentunya merupakan kelainan pada organ reproduksi wanita.
Indikasi Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG)
 Indikasi pemeriksaan Histerosalpingografi adalah :1.
 
Menentukan keberhasilan tindakan operasi sterilitas,2.
 
Sterilitas primer maupun sekunder untuk melihat normal tuba (paten tidaknya tuba),3.
 
Fibronyoma pada uteri,4.
 
Hypoplasia endometri,5.
 
Perlekatan-perlekatan dalam uterus,adenomiosis.
Kontra Indikasi Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG)
 Kontra Indikasi dari pemeriksaan HSG adalah :1.
 
Menstrurasi,2.
 
Peradangan dalam rongga pelvis,3.
 
Persarahan dalam kavum uteri,4.
 
Alergi terhadap bahan kontras,5.
 
Setelah dikerjakannya curettage,6.
 
Kecurigaan adanya kehamilan.
A
.
PROSEDUR PEMERIKSAAN
 
1. Pelaksanaan Pemeriksaan HSG
 Sebaiknya pemeriksaan HSG dilaksanakan pada masa Subur / Fertile efektifnya yaitu 10 harisetelah HPHT (Hari Pertama Haid Terahir). Akan tetapi pada prakteknya tidak pasti spertiitu. Untuk pasien dengan siklus haid Normal ( Haid 7 hari) maka pemeriksaan dilakukan 10-14 hari setlah HPHT. Dan untuk pasien dengan siklus haid tidak Normal maka pemeriksaandilakukan 3-4 hari setelah haid selesai
2. Persiapan Pasien
 Persiapan penderita untuk pemeriksaan HSG adalah sebagai berikut :
 
1.
 
Penderita sejak hari pertama menstruasi yang terakhir sampai hari kesepuluh tidak diperkenankan melakukan persetubuhan (koitus) terlebih dahulu.2.
 
Pada pemeriksaan sebaiknya rektum dalam keadaan kosong, hal ini dapat dilakukandengan memberi penderita tablet dulcolak suposutoria beberapa jam sebelumpemeriksaan atau sebelum lavemen.3.
 
Untuk mengurangi ketegangan dan rasa sakit, atas perintah dokter penderita dapatdiberi obat penenang, dan anti spasmodik.4.
 
Sebelum pemeriksaan yang dilakukan penderita untuk buang air kecil terlebih dahuluuntuk menghindari agar penderita tidak buang air selama jalannya pemeriksaansehingga pemeriksaan tidak terganggu dan berjalan lancar.5.
 
Berikan penjelasan pada pasien maksud dan tujuan pemeriksaan yang akan dilakukan,serta jalannya pemeriksaan agar pasien merasa aman dan tenang sehingga dapatdiajak kerjasama demi kelancaran pemeriksaan.
3. Pemasukan Media Kontras
 Pemasukan media kontras bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan HSG Set dan denganKaterer. Media kontras yang dipakai adalah media kontras positif jenis Iodium water solubleyang sering digunakan adalah Urografin 60%, Urografin 76 %.1. Pemasukan media kontras menggunakan HSG Set
 
Setelah pasien diposisikan lithotomi, daerah vagina diberikan menggunakandesinfektan, diberi juga obat antiseptik daerah cervix.
 
Spekulum digunakan untuk membuka vagina dan memudahkan HSG Set masuk kemudian bagian dalam vagina dibersihkan dengan betadin, kemudian sonde uteridimasukan untuk mengukur kedalaman serta arah uteri.
 
Siapkan HSG set yang telah dimasuki media kontras, sebelum dimasukkan terlebihdahulu semprotkan media kontras sampai keluar dari ujung HSG set..
 
Dengan bantuan long forcep, HSG set dimasukan perlahan ke ostium uteri externa.
 
Pasien diposisikan ditengah meja pemeriksan dan mulai disuntikan media kontras jumlahnya sekitar 6 ml atau lebih
 
Media kontras akan mengisi uterus dan tuba fallopii, atur proyeksi yang akandilakukan serta ambil radiografinya
 
Setelah semua proyeksi dilakukan kemudian daerah vagina dibersihkan.
 
2. Pemasukan media kontras menggunakan Kateter
 
Setelah pasien diposisikan lithotomi, daerah vagina diberikan menggunakandesinfektan, diberi juga obat antiseptik daerah cervix.
 
Spekulum digunakan untuk membuka vagina dan memudahkan kateter masuk kemudian bagian dalam vagina dibersihkan dengan betadin, kemudian sonde uteridimasukan untuk mengukur kedalaman serta arah uteri.
 
Spuit yang telah terisi media kontras dipasang pada salah satu ujung kateter,sebelumnya kateter diisi terlebih dahulu dengan media kontras sampai lumen kateterpenuh.
 
Dengan bantuan long forcep, kateter dimasukan perlahan ke ostium uteri externa
 
Balon kateter diisi dengan air steril kira-kira 3 ml sampai balon mengembang diantaraostium interna & externa, balon ini harus terkait erat pd canalis servicalis, kemudianspekulum dilepas.
 
Pasien diposisikan ditengah meja pemeriksan dan mulai disuntikan media kontras jumlahnya sekitar 6 ml atau lebih
 
Media kontras akan mengisi uterus dan tuba fallopii, atur proyeksi yang akandilakukan serta ambil radiografinya
 
Balon dikempeskan dan kateter dapat ditarik secara perlahan
 
Setelah semua proyeksi dilakukan kemudian daerah vagina dibersihkan.
B. PROYEKSI
 Untuk pemasukan media konrad dengan HSG set maupun kateter proyeksi yang digunakansama. Foto diambil dengan proyeksi sebagai berikut.
 
AP Plan foto
 
AP dengan Kontras
 
Oblik dengan Kontras
 
AP Post miksi1.
 
Proyeksi AP
Proyeksi AP ini digunakan untuk plan foto, proyeksi setelah dimasukannya mediakontras,dan post miksi. Prosedurnya sebagai berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->