Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah perkembangan IPS

Sejarah perkembangan IPS

Ratings: (0)|Views: 138 |Likes:
Deskripsi mengenai urutan masa perkembangan ilmu pengetahuan sosial di Indonesia
Deskripsi mengenai urutan masa perkembangan ilmu pengetahuan sosial di Indonesia

More info:

Published by: Heru Dalam Aksiologisme Pancasila on Dec 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Sejarah Perkembangan IPS (part.1)
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam sejarah kurikulum kita pada awalnya terpisah-pisah dalam mata-mata pelajaran dengan nama Ilmu Bumi, Sejarah, dan kemudianmuncul dengan nama Pendidikan Kemasyarakatan (Kurikulum 1968) yang terdiridari Ilmu Bumi, Sejarah, dan kemudian berganti namamenjadi Pendidikan Kewargaan Negara Negara yang mencakup Ilmu Bumi, SejarahIndonesia, dan Civics, lalu menjadi bidang studi (
broad field of subject matters
)dengan nama Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Kurikulum 1975, yangmenggabungkan aspek masa lampau, wilayah geografis, dan kegiatan hidupmanusia. Dasar penggabungan dalam IPS ini adalah karena masalah yang dihadapianak atau warga negara tidaklah terpisah-pisah secara tegas seperti yang yangdilakukan dalam sistem kurikulum mata pelajaranterpisah sebelumnya.Pada Kurikulum 1975, Pendidikan Kewargaan Negara atau Civics dipisahkan dari IPSdan menjadi bidang studi yang berdiri sendiri dengan nama Pendidikan MoralPancasila (PMP).
Ada 2 fungsi IPS dalam Kurikulum 1975, yaitu: (1) membina pengetahuan,kecerdasan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi perkembangan dan kelanjutanpendidikan siswa, terutama kemampuan menelaah masalahmasalahkemasyarakatan secara ilmiah, dan (2) membina sikap-sikap yang selaras dengannilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Pada Kurikulum 1947 IPS mulai diajarkan sejak kelas III (Ilmu Bumi) sedangkanSejarah sejak kelas IV. Pada Kurikulum 1964 terjadi perubahan penting karena IPSdiajarkan dari kelas I s.d. kelas VI. Ini diteruskan pada Kurikulum 1968. PadaKurikulum 1975 pelajaran IPS kembali diajarkan sejak kelas III. Pada Kurikulum1984 walaupun IPS tetap diajarkan sejak kelas III namun terjadi perubahan pentingkarena Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) diajarkan sejak kelas I SD.Pada Kurikulum 1994, PSPB telah dihapuskan dan IPS sebagai bidang studi tetapdiajarkan sejak kelas III. Pada KTSP atau Kurikulum 2006 IPS kembali diajarkansejak kelas I walaupun di kelas I
III IPS diajarkan bersama-sama dengan matapelajaran lain dengan pendekatan tematik.
Pendekatan pengembangan kurikulum IPS menunjukkan perkembangan.Kurikulum IPS 1947 s.d. 1975 dikembangkan dengan pendekatan materi. Namun,dalam Kurikulum 1984 mulai diterapkan pendekatan keterampilan proses (
 processskill approach
) yang lebih menekankan pengembangan keterampilan-keterampilanIPS daripada materi pokok IPS dan sebagai konsekuensinya hanya dipilih materipokok saja. Pada kurikulum ini gagasangagasan IPS yang baik hasil pengemganganmelalui proyek rintisan carabelajar siswa aktif dan supervisi guru yang dilakukan Pusat Kurikulum di Cianjurmewarnai isi kurikulum IPS.
Dalam pengembangan KBK / Kurikulum 2004 pendekatan pengembangankurikulum IPS mengikuti pendekatan pengembangan yang ditempuh PusatKurikulum, yaitu pendekatan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.Pendekatan yang sama diteruskan dalam pengembangan KTSP / Kurikulum 2006.Dalam Kurikulum 2006 aspek kependudukan yang ada pada Kurikulum 2004dihapuskan dalam mata pelajaran IPS.
 
 
Sejarah Perkembangan IPS secara Umum
Sejarah perkembangan IPS secara umum memang tidak dapat dipisahkan dari sejarahperkembangan Social Studies yang berkembang di Amerika Serikat (USA), adanya SocialStudies ini dilatarbelakangi oleh hancurnya tatanan sosial yang ada di masyarakat pada masaitu, penyebab kehancuran tersebut yaitu terjadinya Perang Dunia 1 pada tahun 1914-1918yang menimbulkan dampak yang besar, seperti kelaparan, rusaknya fasilitas-fasilitas umum,dan lain-lain yang tentu saja mempengaruhi status dan peranan seseorang di masyarakat,norma-norma yang berlaku di masyarakat pada masa itu cenderung di abaikan. Karena halinilah para ahli ilmu pengetahuan yang dinaungi NCSS ( National Council for the SocialStudies ) melakukan pertemuan untuk pertama kalinya pada tanggal 20-30 November 1935untuk membicarakan pemikiran tentang Social Studies.Teruuuus ?Pada tahun 1937, Edgar Bruce Wisley mengemukakan bahwa Social Studies adalah ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan. Dari pengertian ini terkandung hal-hal sebagai berikut :a). Social Studies merupakan turunan dari Ilmu-Ilmu Sosialb). Dikembangkannya Social Studies ini bertujuan untuk memenuhi tujuanpendidikan/pembelajaran di tingkat sekolah maupun di tingkat perguruan tinggic).Aspek-aspek dari masing-masing disiplin ilmu sosial seperti contohnya aspek ilmu Sejarahperlu di seleksi dan di sesuaikan dengan tujuan pendidikan/pembelajaran tersebut.Antara tahun 1940-1950 NCSS mendapat serangan pertanyaan yaitu penting atau tidaknyaSocial Studies menanamkan nilai dan sikap demokratis kepada para pemuda. Hal ini terjadikarena adanya tuntutan untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yangdiperlukan untuk berpartisipasi dalam masyarakat yang demokratis.Pada tahun 1960-an, muncul suatu gerakan akademis yang secara khusus dapat dipandangsebagai suatu perubahan yang cukup mendasar di dalam Social Studies. Gerakan akademistersebut dikenal sebagai gerakan The New Social Studies dan dipelopori oleh para sejarawandan ahli-ahli ilmu sosial.Tahun 1940-1960 terjadi tarik menarik antara dua visi Social Studies, yaitu adanya gerakanyang menginginkan rumpun-rumpun sosial di integrasikan atau di satukan, di pihak lain adapula yang menginginkan rumpun-rumpun sosial ini dipisahkan, namun hal ini cenderungakan memperlemah konsepsi pelajaran dalam Social Studies.Tahun 1955 terjadi terobosan yang besar dari Maurice Hunt dan Lawrence Metcalf yangmencoba cara baru dalam menyatukan pengetahuan dan keterampilan ilmu sosial untuk tujuan Citizenship Education. Menurut mereka program Social Studies di sekolah seharusnyatidak di organisasikan menjadi rumpun-rumpun sosial secara terpisah, tetapi siswa diarahkanuntuk melihat gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat guna melatih para siswa untuk dapat mengambil keputusan mengenai masalah-masalah yang ada di masyarakat dan melatihketerampilan reflective thinking.Gerakan The New Social Studies menjadi pilar perkembangan Social Studies pada tahun1960, titik tolaknya dari kesimpulan bahwa social studies sebelumnya dinilai sangat tidak efektif dalam mengajarkan substansi dan mempengaruhi perubahan sikap siswa. Maka dariitu para ahli sosial dan sejarawan bersatu dan merumuskan social s
tudies ketaraf “higher levelof intellectual pursuit”.
 
 
Pada akhir 1960-an tecatat adanya perubahan dari orientasi pada disiplin akademik yangterpisah-pisah ke satu upaya untuk mencari hubungan interdisipliner.Tahun 1970 terjadi perkembangan Social Studies dalam perkembangan kurikulumpersekolahan. Yaitu perkembangan dari dua gerakan (Social Studies dan Citizenshipeducation) yang bertolak belakang dari Basic Human Activities.Jika dilihat dari visi-misi Social Studies menurut Barr (1977:48) adalah, Social Studiesdikembangkan kedalam 3 tradisi, yaitu:1. Social Studies Taught as Citizenship Transmission. Ilmu Sosial yang terintegrasi sebagaiilmu Kewarganegaraan.2. Social Studies Taught as Social Science. Ilmu Sosial sebagai disiplin ilmu yang terpisah.3. Social Studies Taught as Revlective Inquiry. Ilmu Sosial sebagai ladang ilmu pengetahuanyang bersifat melatih kepekaan terhadap gejala sosial yang terjadi di sekitar.1980 Perkembangan Social Studies ditandai oleh lahirnya dua pilar akademis: Social Studiesdemocratic beliefs and values dan Social Studies as Skill in the Social Studies Curruculum.Tujuan dari Social Studies yaitu : Esensi dari Social Studies adalah pengembangan ilmusosial bukan pada bidang lain, pengembangan Social Studies dari mulai pendidikan dasarsampai tingkat menengah atas ditandai oleh keterpaduan pengetahuan, kemampuan siswa dansikap siswa terhadap gejala sosial yang terjadi disekitarnya. Hal ini memberikan dau artiyaitu, monodisipliner dan interdisipliner. Program Social Studies menitik beratkan padaupaya membantu siswa dalam construct a knowledge base and attitudes drawn from academicdisciplines as specialized ways of viewing reality (Pembangun pengetahuan dan sikap yangaktif melalui cara pandang secara akademik terhadap realita). Social Studies harusmncerminkan hakikat pengetahuan yang utuh secara terpadu menuntun perlibatan berbagaidisiplin ilmu dalam Social Studies.
06:43 kumpulan tugas No comments 
Masalah sosial adalah
suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan ataumasyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi benterokan antaraunsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahandalam kehidupan kelompok atau masyarakat.Pengertian masalah kesejahterahan sosial pada dasarnya tidak berbeda denganmasalah sosial.
Ernest Burgess, mengemukakan teori tentang massalah sosial dalamperkembangan sosiologi dapat dikelompokan menjadi lima :
 1. Masalah sosial sebagai patologi organik individual.2. Masalah sosial sebagai patologi sosial.3. Masalah sosial sebagai disorganisasi personal dan sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->