Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
struktur ketatanegaraan

struktur ketatanegaraan

Ratings: (0)|Views: 250|Likes:
Published by alesandriamonic
sistem ketatanegaraan materi kelas X
sistem ketatanegaraan materi kelas X

More info:

Published by: alesandriamonic on Dec 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/26/2013

pdf

text

original

 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A.
 
Latar Belakang
 
Negara adalah suatu organisasi yang meliputi wilayah, sejumlah rakyat, dan mempunyaikekuasaan berdaulat. Setiap negara memiliki sistem politik (
 political system
) yaitu polamekanisme atau pelaksanaan kekuasaan. Sedang kekuasaan adalah hak dan kewenanganserta tanggung jawab untuk mengelola tugas tertentu. Pengelolaan suatu negara inilah yangdisebut dengan sistem ketatanegaraan.Sistem ketatanegaraan dipelajari di dalam ilmu politik. Menurut Miriam Budiardjo(1972), politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkutproses menentukan tujuan-tujuan dari negara itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut.Untuk itu, di suatu negara terdapat kebijakan-kebijakan umum (
 public polocies
) yangmenyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi kekuasaan dan sumber-sumber yangada.Sistem ketatanegaraan Indonesia mengikuti konsep negara hukum. Karena Indonesiaadalah negara hukum. Konsep negara hukum (
 Rechtsstaat 
), mempunyai karakteristik sebagaiberikut:

Penyelenggaraan negara berdasar Konstitusi.

Kekuasaan Kehakiman yang merdeka.

Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Kekuasaan yang dijalankan berdasarkan atas prinsip bahwa pemerintahan,tindakan dan kebijakannya harus berdasarkan ketentuan hukum (due process of law).Di Indonesia pengaturan sistem ketatanegaraan diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945,Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, PeraturanPemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah. Sedangkan kewenangan kekuasaanberada di tingkat nasional sampai kelompok masyarakat terendah yang meliputi MPR, DPR,Presiden dan Wakil Presiden, Menteri, MA, MK, BPK, DPA, Gubernur, Bupati/ Walikota,sampai tingkat RT.Lembaga-lembaga yang berkuasa ini berfungsi sebagai perwakilan dari suara dantangan rakyat, sebab Indonesia menganut sistem demokrasi. Dalam sistem demokrasi,pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. Kekuasaan bahkan diidealkanpenyelenggaraannya bersama-sama dengan rakyat.
 
Anak-anak termasuk bagian dari rakyat. Untuk itu, Ilmu politik khususnyaketatanegaraan perlu diberikan pada anak-anak mulai di Sekolah agar mereka belajarbagaimana kejadian-kejadian di dalam pemerintahan negaranya berpengaruh pada kehidupanmereka, dan juga belajar untuk berpartisipasi di dalam sistem politik negaranya.Dengan dasar tersebut, maka kami mengganggap ketatanegaraan sangat penting
dipahami, sehingga kami mengambil untuk judul makalah yaitu, “
Sistem KetatanegaraanIndonesia dan Pembelajarannya di Sekolah Dasar
.”
 
B.
 
Rumusan Masalah
 
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dirumuskan sebagai berikut:1.
 
Bagaimana sistem ketatanegaraan di Indonesia sebelum dan sesudah Amandemen UUD1945 ?2.
 
Apa saja permasalahan-permasalahan sistem ketatanegaraan Indonesia?3.
 
Bagaimana pembelajaran tentang sistem ketatanegaraan di Sekolah?
C.
 
Tujuan
 
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :1.
 
Untuk mengetahui dan memahami sistem ketatanegaraan di Indonesia.2.
 
Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sistem ketatanegaraan Indonesia3.
 
Untuk menentukan strategi yang tepat dalam memberikan pembelajaran tentang sistemketatanegaraan di Sekolah
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
A.
 
Kajian Teoritis Sistem Ketatanegaraan Indonesia
 Sistem ketatanegaraan Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Padakurun waktu tahun1999-2002,Undang-Undang Dasar 1945 telah mengalami empat kali perubahan (amandemen). Perubahan (amandemen) Undang-Undang Dasar 1945 ini, telahmembawa implikasi terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Dengan berubahnya sistem
 
ketatanegaraan Indonesia, maka berubah pula susunan lembaga-lembaga negara yangada.Berikut ini akan dijelaskan sistem ketatanegaraan Iindonesia sebelum dan sesudahAmandemen UUD 1945, yaitu sebagai berikut:1.
 
Sistem Ketatanegaraan Indonesia Sebelum Amandemen UUD 1945
 Sebelum diamandemen, UUD 1945 mengatur kedudukan lembaga tertinggi danlembaga tinggi negara, serta hubungan antar lembaga-lembaga tersebut. Undang-UndangDasar merupakan hukum tertinggi, kemudian kedaulatan rakyat diberikan seluruhnyakepada MPR (Lembaga Tertinggi). MPR mendistribusikan kekuasaannya (
distribution of  power 
) kepada 5 Lembaga Tinggi yang sejajar kedudukannya, yaitu Mahkamah Agung(MA), Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Pertimbangan Agung (DPA)dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Adapun kedudukan dan hubungan antar lembaga tertinggi dan lembaga-lembagatinggi negara menurut UUD 1945 sebelum diamandemen, dapat diuraikan sebagaiberikut:
a.
 
MPR
 

Sebagai Lembaga Tertinggi Negara diberi kekuasaan tak terbatas (
super power 
)
karena “kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” danMPR adalah “penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia” yang b
erwenangmenetapkan UUD, GBHN, mengangkat presiden dan wakil presiden.

Susunan keanggotaannya terdiri dari anggota DPR dan utusan daerah serta utusangolongan yang diangkat.Dalam praktek ketatanegaraan, MPR pernah menetapkan antara lain:

Presiden, sebagai presiden seumur hidup.

Presiden yang dipilih secara terus menerus sampai 7 (tujuh) kali berturut turut.

Memberhentikan sebagai pejabat presiden.

Meminta presiden untuk mundur dari jabatannya.

Tidak memperpanjang masa jabatan sebagai presiden.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->