Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
iman kepada ALLAH

iman kepada ALLAH

Ratings: (0)|Views: 205 |Likes:
BAB II pembahasan
IMAN KEPADA ALLAH
7.1 Arti Iman kepada Allah Pembicaraan tentang iman kepada Allah mencakup tiga hal yang sangat esensial, yaitu: 1. Wujud (eksistensi) Allah; 2. Keesaan Allah; dan 3. Sifat-sifat Allah Allah adalah nama Tuhan yang berhak disembah. Selain Allah tidak ada Tuhan yang patut disembah. Dia adalah pencipta alam semesta. Beriman kepada Allah adalah membenarkan dengan yakin akan eksistensi Allah dan keesaan-nya, baik dalam penerimaan ibadat penciptaan alam seluruhnya, m
BAB II pembahasan
IMAN KEPADA ALLAH
7.1 Arti Iman kepada Allah Pembicaraan tentang iman kepada Allah mencakup tiga hal yang sangat esensial, yaitu: 1. Wujud (eksistensi) Allah; 2. Keesaan Allah; dan 3. Sifat-sifat Allah Allah adalah nama Tuhan yang berhak disembah. Selain Allah tidak ada Tuhan yang patut disembah. Dia adalah pencipta alam semesta. Beriman kepada Allah adalah membenarkan dengan yakin akan eksistensi Allah dan keesaan-nya, baik dalam penerimaan ibadat penciptaan alam seluruhnya, m

More info:

Published by: Priyant Setyo Behappy on Dec 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
 1
BAB IIpembahasan
 
IMAN KEPADA ALLAH
7.1 Arti Iman kepada Allah
Pembicaraan tentang iman kepada Allah mencakup tiga hal yang sangatesensial, yaitu:1. Wujud (eksistensi) Allah;2. Keesaan Allah; dan3. Sifat-sifat Allah Allah adalah nama Tuhan yang berhak disembah. Selain Allah tidak adaTuhan yang patut disembah. Dia adalah pencipta alam semesta. Beriman kepada Allah adalah membenarkan dengan yakin akan eksistensi Allah dan keesaan-nya,baik dalam penerimaan ibadat penciptaan alam seluruhnya, maupun dalampenerimaan ibadat segenap hamba-nya,serta membenarkan dengan penuhkeyakinan bahwa Allah mempunyai sifat kesempurnaan dan terhindar dari sifatkekurangan.Pernyataan
tashdiq 
atau membenarkan berarti suatu pengetahuan yangdidasarkan atas makrifat, yaitu mengenali Allah Tuhan seru sekalian alam, dengancara memperhatikan dan memikirkan segala makhluk Allah dan kejadian dalam alamini. Dengan cara mengenali Allah,akan tumbuh rasa cinta, takut, dan harap, yangpada gilirannya jiwa manusia menjai
khudlu’ 
dan
khusyu’ 
( merendahkan diri dantunduk). Kedudukan iman kepada Allah adalah sebagai dasar pokok ajaran islam.Dengan dasar iman tersebut, semua persoalan dalam ajaran dapat diprcahkan.Iman menurut etimologi berarti percaya, sedangkan menurut terminologi, berartimembenarkan secara dengan hati, lalu diungkapkan dengan kata-kata, dandiapikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Iman kepada Allah SWT berarti
 
 2
meyakininya dengan hati lalu diucapkan dengan lisan, kemudian diaplikasikan dalamkehiduipan sehari-hari.Iman kepada Allah SWT adalah rukun iman yang pertama. Hal ini menunjukkanbhawa iman kepada Allah SWT merupakan hal yang paling pokok dan mendasar bagi keimanan dan seluruh ajaran islam. Untuk mempertebal keimanan makaseseorang harus mengenal sifat-sifat Allah SWT beserta Asmanya (Asmaul Husna)
7.2 Eksistensi Allah dan Keesaan-Nya7.2.1 Dalil Al-
Qur’an tentang Eksistensi Tuhan
 
Al- 
Qur’an
mengetuk hati nurani manusia untuk merasakan benar-benar bahwa keyakinan tentang eksistensi Allah adalah pembawaan asali atau fitrahnya. Akan tetapi, pembawaan fitrah itu sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehinggaperlu dibangkitkan kembali dengan suatu keadaan yang tidak disenangi. Dalamhubungan ini
Al- 
Qur’an
surat
yunus 
(10):12 menyatakan:
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring,duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali)melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk(menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.
Al- 
Qur’an
juga menempuh cara lain yang lebih singkat, yaitu denganmenggugah akal pikiran manusia agar memikirkan kejadian dirinya dan alamsekitarnya yang menjadi bukti nyata tentang eksistensi Tuhan. Sebagai contoh,dalam surat Al-mukminun (40):67 dikemukakan proses kejadian manusia.
 
 3
huwa
al
ladzii khalaqakum min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma min'alaqatin tsumma yukhrijukumthiflan tsumma litablughuu asyuddakumtsumma litakuunuu syuyuukhan waminkum man yutawaffaa min qabluwalitablughuu ajalan musamman wala'allakum ta'qiluun
a
 
[40:67]
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetesmani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamusebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamusampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi)sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuatdemikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supayakamu memahami(nya).
Perintah memikirkan segenap ciptaan Allah yang berbagai ragam itudiharapkan agar manusia dapat mengenal Penciptanya yang memiliki sifatkesempurnaan. Sebaliknya, manusia dilarang memikirkan hakikat dzat Allah karenaDia tidak membekali manusia fasilitas untuk mengetahui hakikat dzat-nya. Dalamsuatu hadis Nabi bersabda

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->