Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ritual Upacara Tantra Di Candi Borobudur Sebagai Salah Satu Warisan Kebudayaan Agama Budha

Ritual Upacara Tantra Di Candi Borobudur Sebagai Salah Satu Warisan Kebudayaan Agama Budha

Ratings: (0)|Views: 192 |Likes:
Published by mandiri4ever

More info:

Published by: mandiri4ever on Dec 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
BAB IIISI2.1Rangkaian Ritual Tantra Borobudur2.1.1 Misteri Upacara Tantra Borobudur
Borobudur yang terletak di Jawa Tengah adalah bagian dari rangkaianCandi yang dibangun oleh Dinasti Syailendra. Seri kuil yang dibangun oleh IndraGunattha dan Samaratungga (ayah dan anak) pada abad ke sembilan adalah Candi Ngawen, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur, yang dihubungkandengan lima gunung dan empat sungai. Gunung-gunung Merapi, Sindoro,Merbabu, Menoreh dan Sumbing. Sementara sungai Kebalen, Elo, Progo, danBengawan Solo. Gunung-gunung dan sungai mewakili lima benua dan empatsamudra atau sebuah telapak tangan Budha yang menjadi kesatuan yang terus-menerus dalam ritual ajaran agama Budha Tantra Borobudur untuk menyimpansamsara (menderita) bumi.Adapun Rangkaian ritual Tantra Borobudur yang dicapai dalam sembilanhari adalah sebagai berikut:Hari satu sampai tiga, adalah hari untuk persiapan di sebuah pondokanyang letaknya dekat di pertigaan sungai (tempat di mana Sungai Progo dan SungaiElo bertemu). Persiapannya antara lain meditasi, penyucian badan, mulut, dan jiwa. Pemenuhan persyaratan dalam meditasi harus menghadap ke barat yaitu arahBodhigaya yang merupakan tempat pencerahan sang Budha di bawah pohon bodhi. penyucian badan dilakukan dengan mandi dengan air akar dringo, batang7
 
8kulit dadap, daun sirih bunga kantil, dan benih. Penyucian mulut denganmelakukan muti dengan kata lain hanya makan nasi putih dan minum air putih.Penyucian jiwa dilakukan dengan melakukan visualisasi kepada Dewi Cintamani bersama dengan mantranya juga.Hari ke empat, adalah ritual perjalanan ke Candi Ngawen di Muntilan.Candi ini memiliki lima upeti altar untuk Dhyani Budha: Amoghasidhi,Aksobhya, Vairocana, Ratna Sambhava, dan Amitabba. Lima upeti altar,theirmantra, dan refleksi Bodhicitta dilakukan dalam rangka untuk memperoleh berkat dan izin untuk perjalanan ritual Borobudur ini.Hari ke lima, adalah ritual perjalanan ke Candi Mendut. Candi inimempunyai beberapa relief yaitu, ada relief Kalpataru (pohon mitologis yang tak  pernah mati), Sri Mahadewi (dewi kesuburan), Sri Kuwera (dewa kesuburan), danSri Mahakala (dewa pelindung) yang berada di atas gerbang. Perjalanan yangsearah jarum jam, di dinding luar, terdapat relief Dewi Chunda, Dewi Prajna,Dewi Manjusri, Kinara Kinari semesta dewa, dan seterusnya. Ritual ini dilakukandengan meditasi, visualisasi, dan doa dengan mantra untuk mendapatkan berkahdari Budha dan Bodhisattva.Hari ke enam, adalah perjalanan ke Candi Pawon yang merupakan tempatuntuk Vajranala pencerahan. Ritual ini dilakukan dengan tujuan untumempersiapkan diri dengan kundalini yoga (tiga nadi atau arteri dan tujuh cakra(mitos senjata) yang mengambil bentuk bunga teratai) dan visualisasi Hevajramempersatukan dengan tubuh dan tubuh menyemburkan lampu pelangi danaroma yang indah.
 
9Hari ke tujuh, adalah perjalanan ke Candi Borobudur. Candi Borobudur memiliki sepuluh tingkatan yang menggambarkan neraka sampai Tingkatkesempurnaan mulai dari neraka, setan dunia, dunia binatang, orang dunia sampaidunia Bodhissatva dan Budha. Tingkat kesepuluh di Candi Borobudur dibagimenjadi tiga kehidupan: Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu yang memiliki504 rupang (patung Buddha terlihat sama). Kamadhatu adalah dunia denganhasrat elemen, memiliki satu tingkatan dan tidak memiliki rupang. Rupadhatuadalah dunia dengan elemen bentuk, memiliki empat level. Arupadhatu adalahdunia tanpa elemen tak berbentuk dengan empat level. Borobudur sisi yangmenghadap ke empat penjuru dan lingkaran dari ke tujuh hingga tingkat Sembilanmemiliki rupang spesifik yang mewakili lima Dhyanibudha dengan mudra (jari postur / pengaturan sementara bermeditasi). Rupang menghadap Timur denganBhumisparca Mudra berarti bumi sebagai saksi. Keempat mudras berada di ke duasampai dengan tingkat lima (Rupadathu dunia). Rupang di tingkat ke enam(Arupadathu dunia) di masing-masing arah digambarkan oleh Witarka Mudrayang berarti kecerdikan. Di pusat dengan Dharmacakra Mudra yang berartimembalik roda dharma adalah simbol agama Budha. Menjalani ritual dalam perjalanan ini harus menggunakan tasbih (108 dengan manik-manik) yang terbuatdari Tridacna maxima fosil putih dari Laut Selatan (Laut Kidul) dengan ritualmudra. Ketika kita selesai dengan ke sepuluh tingkat perjalanan, itu akan berakhir dengan pergi turun dari bukit dan ditutup dengan tumpengan (Jawa seremonialsepiring nasi kuning disajikan dalam bentuk kerucut) dan mandala puja. Ini adalahritual akhir hari ke tujuh.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->