Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ubi kayu

ubi kayu

Ratings: (0)|Views: 59 |Likes:
Published by Firma Weni

More info:

Published by: Firma Weni on Dec 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
BAB 11UBI KAYUPengenalan Tanaman
Ubi kayu berasal dari Brazilia. Ilmuwan yang pertama kali melaporkan hal ini adalahJohann Baptist Emanuel Pohl, seorang ahli botani asal Austria pada tahun 1827 (Allem, 2002).Menurut Allem (2002), asal tanaman ubi kayu menyangkut tiga hal, yaitu asal botani (
botanical origin
), asal geografis (
 geographical origin
) dan asal budidaya (
agricultural origin
). Asal botani misalnya menyangkut jenis liar tumbuhan ubi kayu yang menurunkan tanaman ubi kayuyang sekarang dikenal. Asal geografis menyangkut tempat dimana nenek moyang ubi kayu berkembang di masa lalu, sedangkan asal budidaya berhubungan dengan tempat dimana budidaya awal tanaman ini dilakukan oleh orang-orang Indian Amerika (Amerindian). Darihasil penelitiannya yang juga didukung hasil penelitian banyak peneliti lain, Allem (2002)menyimpulkan bahwa ubi kayu berasal dari jenis liar tumbuhan
 Manihot flabelifolia
. Nenek moyang ubi kayu ini selanjutnya diduga berkembang di daerah padang rumput (sabana)Cerrado. Setelah itu domestikasi terjadi di sebagian daerah Amazon, yaitu di hutan-hutan.Lathrap (1970) dalam Allem (2002) memperkirakan bahwa domestikasi dimulai sekitar 5000 – 7000 tahun sebelum Masehi. Perkiraan ini diperkuat dengan temuan-temuan arkeologis diAmazon (Gibbons, 1990 dalam Allem, 2002). Ketika orang-orang Eropa pertama kali tiba diDunia Baru, tanaman ini telah dibudidayakan di semua daerah tropis Amerika (Pattino, 1964dalam Allem, 2002). Tanaman ini selanjutnya menyebar ke berbagai penjuru dunia, terutamanegara-negara di Asia dan Afrika. Tanaman ubi kayu mencapai Afrika sekitar akhi pertengahan abad ke 16 (Ekanayake
et al 
., 1997), sedangkan masuk ke Indonesia kurang jelastepatnya tahun berapa. Menurut Rumphius, pada abad ke 17 di Maluku telah terdapat tanamanubi kayu, sedangkan Junghuhn berpendapat bahwa sampai tahun 1838 penduduk Indonesia belum mengenal ubi kayu sebagai bahan makanan walaupun tumbuhan itu sudah ada diIndonesia. Upaya penanaman ubi kayu di Jawa mulai berhasil setelah didatangkan stek dariParamaribo pada tahun 1858 (Darjanto dan Murjati 1980).Dalam sistematika tumbuhan, ubi kayu termasuk ke dalam kelas Dicotyledoneae. Ubikayu berada dalam famili Euphorbiaceae yang mempunyai sekitar 7.200 spesies, beberapadiantaranya adalah tanaman yang mempunyai nilai komersial, seperti karet (
 Hevea brasiliensis)
, jarak (
 Ricinus comunis
dan
 Jatropha curcas),
umbi-umbian (
 Manihot 
spp), dan tanaman hias(
 Euphorbia
spp). Klasifikasi tanaman ubi kayu adalah sebagai berikut:Kelas: Dicotyledoneae
 
Sub Kelas: ArhichlamydeaeOrdo: EuphorbialesFamili: EuphorbiaceaeSub Famili: ManihotaeGenus: ManihotSpesies:
 Manihot esculenta
Crantz
 Manihot esculenta
Crantz mempunyai nama lain
 M. utilissima
dan
 M. alpi.
Semua GenusManihot berasal dari Amerika Selatan. Brazilia merupakan pusat asal dan sekaligus sebagai pusat keragaman ubi kayu. Manihot mempunyai 100 spesies yang telah diklasifikasikan danmayoritas ditemukan di daerah yang relatif kering.Tanaman ubi kayu dewasa dapat mencapai tinggi 1 sampai 2 meter, walaupun ada beberapa kultivar yang dapat mencapai tinggi sampai 4 meter. Batang ubi kayu berbentuk silindris dengan diameter berkisar 2 sampai 6 cm. Warna batang sangat bervariasi, mulai putihkeabu-abuan sampai coklat atau coklat tua. Batang tanaman ini berkayu dengan bagian gabus(
 pith)
yang lebar. Setiap batang menghasilkan rata-rata satu buku (
node
) per hari di awal pertumbuhannya, dan satu buku per minggu di masa-masa selanjutnya. Setiap satu satuan bukuterdiri dari satu buku tempat menempelnya daun dan ruas buku (
internode
). Panjang ruas buku bervariasi tergantung genotipe, umur tanaman, dan faktor lingkungan seperti ketersediaan air dan cahaya. Ruas buku menjadi pendek dalam kondisi kekeringan dan menjadi panjang jikakondisi lingkungannya sesuai, dan sangat panjang jika kekurangan cahaya (Ekanayake
et al 
.,1997).Susunan daun ubikayu pada batang (
 phyllotaxis
) berbentuk 2/5 spiral. Lima daun beradadalam posisi melingkar membentuk spiral dua kali di sekeliling batang. Daun berikutnya ataudaun ke enam terletak persis di atas titik awal spiral tadi. Jadi, setelah dua putaran, daun ke 6 berada tepat di atas daun ke 1, daun ke 7 di atas daun ke 2, dan seterusnya. Daun ubikayuterdiri dari helai daun (
lamina
) dan tangkai daun (
 petiole
). Panjang tangkai daun berkisar 5-30 cm dan warnanya bervariasi dari hijau ke ungu. Helai daun mempunyai permukaan yanghalus dan berbentuk seperti jari. Jumlah jari bervariasi antara 3 dan 9 (biasanya ganjil). Warnarangka helai daun hijau sampai ungu. Bentuk helai daun, terutama lebarnya, juga bervariasi(Ekanayake
et al 
., 1997).Ubi kayu bersifat
monoecious
, yaitu bunga jantan dan betina terdapat pada satu pohon.Beberapa variatas berbunga secara teratur dan cukup sering, beberapa varitas lain jarang berbunga atau bahkan tidak berbunga sama sekali. Produksi bunga sangat penting untuk  pembiakan. Tumbuhnya bunga sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti banyaknyacahaya dan suhu. Bunga ubikayu dihasilkan pada dahan reproduktif. Bunga jantan berkembang
 
dekat puncak rangkaian bunga, sedangkan bunga betina tumbuh dekat dasar rangkaian bunga.Setiap bunga, jantan dan betina, mempunyai 5 buah daun bunga terluar berwarna kekuninganatau kemerahan. Bunga jantan mempunyai 10 buah benang sari yang tersusun dalam2 lingkaran, yang masing-masing berisi 5 benang sari. Tangkai benang sari berdiri bebas dankepala benang sarinya kecil. Bunga betina mempunyai indung telur berukuran panjangmencapai 1 cm dan mempunyai 3 buah kantung kecil, masing-masing dengan satu sel telur.Bunga betina mekar 1-2 minggu sebelum bunga jantan (protogini). Penyerbukan biasanyadilakukan oleh serangga. Penyerbukan sendiri terjadi jika bunga betina dan bunga jantan yangterletak pada dahan yang berbeda dan pohon yang sama mekar pada waktu yang bersamaan.Setelah penyerbukan dan fertilisasi, indung telur berkembang menjadi buah. Buah matangdalam waktu 70–90 hari. Buah yang sudah matang berupa kapsul dengan diameter 1–1,5 cmakan pecah secara alamiah ketika kering atau layu. Biji ubi kayu berbentuk oval dengan panjang 0,7–1,0 cm. Biji mempunyai kulit bij (testa) yang rapuh, mudah pecah. Biji berwarnaabu-abu, kecoklatan atau abu-abu tua dengan bintik-bintik gelap (Ekanayake
et al 
., 1997).Tanaman ubi kayu yang berasal dari biji, mula-mula mengembangkan sistem
tap root 
.Bakal akar (
radicle
) tumbuh secara vertikal ke bawah dan berkembang menjadi
tap root 
.Tanaman ubikayu yang berasal dari potongan batang menghasilkan
adventitious root 
di dasar tempat batang dipotong yang tumbuh dalam waktu satu minggu setelah batang ditanam.
 Adventitious root 
berkembang menjadi sistem
 fibrous root 
. Sistem
 fibrous root 
dapat tumbuhsampai dengan kedalaman 2 meter atau lebih. Dalam jangka waktu 30 sampai 60 hari beberapa
 fibrous root 
diameternya meningkat dan menjadi umbi akar (
tuberous root 
). Umbi tumbuhmengembang karena terjadinya akumulasi pati. Umbi akar tidak menyerap air atau zata hara,secara fisiologis bersifat inaktif. Hanya beberapa
 fibrous root 
yang berkembang menjadi umbiakar, selebihnya tetap sebagai
 fibrous root 
dan berfungsi sebagai akar yang menyerap air danzat hara. Banyaknya
 fibrous root 
yang berubah menjadi umbi akar dipengaruhi oleh beberapafaktor, yaitu genotipe, pasokan makanan, cahaya dan suhu. Biasanya satu tanamanmenghasilkan 4-8 umbi akar, namun beberapa genotipe menghasilkan 20 atau lebih umbi.Faktor-faktor yang mempengaruhi pasokan makanan seperti radiasi, ketersediaan air, kesuburantanah, kegemburan tanah, dan suhu tanah juga mempengaruhi jumlah dan berat umbi akar.Sebagian besar varitas ubi kayu memulai pembentukan umbi hanya pada kondisi waktu siangyang pendek. Siang yang panjang memperlambat pembentukan umbi, mengurangi jumlahumbi, dan menyokong pertumbuhan batang baru. Suhu yang tinggi, terutama di malam hari,memperlambat pembentukan umbi (Ekanayake
et al 
., 1997).Potongan melintang ubikayu terdiri dari kulit luar (
 periderm
), kulit dalam (
cortex
),daging umbi (
 flesh
) dan tali vaskular tengah (
central vascular strands
). Kulit luar terdiri dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->