Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
592-2082-1-PB

592-2082-1-PB

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Harty Malau

More info:

Published by: Harty Malau on Dec 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

 
ek  
SIPIL
MESIN
ARSITEKTUR
ELEKTRO
 
PENGGUNAAN ABU BATU BARA PLTU MPANAUSEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG
 Arifin B.
*
 
 Abstract 
The objective of the research was to explain the influence of the stabilization of the clay with Fly Ash and cement Portland. The fly ash which used are produced from PLTU Mpnau KecamatanTawaeli Palu passed pan # 200, and the clay soils has Plasticity Index more than 20. Theexperiment subjected to the Plasticy Index (PI) maximum density and CBR values. The Proportionof sample are
10% and 20% for fly ash and 4% and 8%
for cement portland. The results show thatthe addition of fly ash and cement portland could decrease the PI from 27,33% to 10,37% andincrease CBR Values from 4,46% to 13,8% for soaked sample and 5,6% to 15,5% for unsoaked sample.
Key words :
 
fly ash, clay, California Bearing Ratio, Plasticity Index 
Abstrak 
Penelitian ini bertujuan memeriksa pengaruh stabilisasi tanah lempung menggunakan bahanstabilisasi Abu batu bara dan semen. Abu batu bara yang digunakan adalah abu bara hasilpembakaran dari PLTU Mpanau Kecamatan Tawaeli Kota Palu yang lolos saringan No.200, tanahlempung yang diuji memiliki indeks plastisitas lebih besar dari 20. Sifat yang diperiksa adalah:perubahan batas cair, kepadatan maksimum dan nilai CBR. Proporsi rancangan campuran terdiridari abu batu bara adalah 10% dan 20% semen sebesar 4% dan 8% masing-masing terhadapberat kering tanah lempung,.Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran abu batu bara dansemen mampu menurunkan nilai indeks plastisitas tanah lempung dari 27,33% menjadi 10,37 %,meningkatkan nilai CBR tanah dari 4,46% menjadi 13,8% untuk CBR rendaman dan dari 5,6%menjadi 15,5% untuk CBR tanpa rendaman.
Kata Kunci :
 
abu batu bara, lempung, California Bearing Ratio, indeks palstisitas
* Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu
1.
 
Pendahuluan
 Pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU) Mpanau yang berlokasi di TawaeliKecamatan Palu Utara Kota Palu, setiapharinya menghasilkan sejumlah abubuangan berupa abu batu bara.Berdasarkan data observasi lapanganpada PLTU Panau, jumlah produksi abubatubara sebagai hasil pembakaranbatubara, mencapai 10 -15 ton perhari.Abu batubara tersebut belumdimanfaatkan secara berarti dan hanyamenjadi limbah buangan disekitar wilayah PLTU. Merupakan hal yangsangat positif jika ini dapatdimanfaatkan sehingga tidak menjadilimbah disekitar lokasi PLTU.Pada penelitian ini masalah yangditeliti adalah sejauh mana perubahanyang terjadi dari perbaikan sifatgeoteknis tanah lempung yangdistabilisasi dengan abu batubara dansemen khususnya nilai indeks plastisitas,kepadatan maksimum dan nilai
CBR
 (California Bearing Ratio).Penelitian ini dibatasi pada hal-halsebagai berikut :
 
Jurnal SMARTek, Vol. 7, No. 4, Nopember 2009: 219 - 228
2201)
 
Material yang digunakan adalahtanah lempung yang diambil diDesa Kalukubula Kec. Dolo Kab.Sigi.Bahan stabilisasi yangdigunakan adalah abu batubaradiambil dari sisa hasil pembakaranbatubara dari pembangkit listrik tenaga uap yang berada diKelurahan Panau Kecamatan PaluUtara dan semen yang diperolehdari toko bahan bangunan yangada di Kota Palu.2)
 
Pengujian sifat fisik tanah berupaanalisa saringan, analisa hidrometer,batas-batas Atterberg, berat jenis,kadar air dan berat isi.3)
 
Pengujian sifat mekanis berupa ujipemadatan dan CBR (CBRterendam dan tak terendam).4)
 
Variasi abu batubara yangdigunakan adalah 0%, 10%, dan 20%terhadap berat kering tanah.5)
 
Variasi semen yang digunakanadalah 4% dan 8% terhadap beratkering tanah.Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan nilai sifat fisik dan mekanis tanah lempung terhadapvariasi penambahan abu batubara dansemen, dengan manfaat yangdiharapkan dapat dijadikan salah satumetode alternatif dalam mengantisipasipermasalahan tanah lempung padaproses pelaksanaan proyek-proyek konstruksi.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Tanah lempungLempung adalah
aluminium silikat
yang terbentuk sebagai hasilpelapukan dari batuan beku akibatreaksi kimia, yang mengandung
feldspar 
 sebagai salah satu mineral asli
(Hardiyatmo, 1992).
Proses ini dapatmeliputi kristalisasi dari suatu larutan,pelapukan dari mineral silikat danbatuan, penyusunan kembali mineral-mineral serta pertukaran ion, danperubahan beserta pembentukanmineral baru dan batuan karena prosesbuatan di Laboratorium atau lapangandalam waktu yang lama.
 
2.1.1 Jenis-jenis umum mineral lempungUmumnya terdapat 15 macammineral yang diklasifikasikan sebagaimineral lempung. Di antara kelompok dalam tanah lempung yaitu :a.
 
Kaolinit
, dihasilkan dari pelapukanbeberapa mineral lempung yanglebih aktif atau dari produk sampingan pelapukan batuandengan jenis lempung berkegiatanrendah dan memiliki rumus kimiawi :
(OH)
8
 Al
 4
Si
 4
O
10.
Kaolinit biasanyadidapatkan di daerah-daerahdengan curah hujan tinggi .
 
b.
 
Illite
, adalah kelompok lempungyang pertama kali ditemukan diIllionis, dengan rumus kimia :
(OH)
 4
K
y
(Si
8-y
.Al
y
 )(Al
 4
.Mg
6
.Fe
 4
.Fe
6
 )O
 20
 
Illite
diturunkan dari mika dan biotityang kadang-kadang disebutlempung mika. Retakan antarapartikel penyusunnya kurang baik sehingga kurang stabil dibandingkandengan kaolinit. Lempung illitbiasanya dijumpai pada daerah-daerah dengan curah hujan sedang.c.
 
 Montmorilonit
, biasa dikenaldengan istilah
‘smectite’
danmemiliki rumus kimia :
(OH)
 4
Si
8
 Al
 4
O
 20
.nH
 2
O
 
Pada waktu-waktu tertentumempunyai daya tarik yang sangatkuat terhadap air, sehingga jenis tanahyang mengandung mineral ini sangatmudah mengembang oleh tambahankadar air, yang dalam waktu lamadapat berakibat pada kerusakankonstruksi, khususnya pada konstruksi jalan raya. Montmorilonit ditemukan didaerah-daerah kering.2.2.2 Sifat-sifat mineral lempungPada dasarnya beberapakarakteristik mineral lempung adalahsama. Sifat umum mineral lempungadalah sebagai berikut,
(Bowles,1991)
 
:
 
Penggunaan Abu Batu Bara PLTU Mpanau Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung(Arifin B.)
221a.
 
Hidrasi, dimana partikel lempungdikelilingi oleh lapisan-lapisanmolekul air yang disebut air terabsorbsi.b.
 
Aktifitas, akibat tepi-tepi minerallempung mempunyai muatannegatif netto, mengakibatkanterjadinya usaha penyeimbangandengan tarikan kation. Tarikan iniakan sebanding dengankekurangan muatan netto dandapat didefinisikan sebagai :
 LempungPersentase IPsPlastisita Indeks  Aktifitas
)(
=
 Aktifitas digunakan untuk mengidentifikasi kemampuanmengembang dari suatu tanah.Pengaruh air, dimana massanyayang telah mengering dari suatukadar air awal, berkekuatan cukupbesar. Apabila air ditambahkankembali, ia menjadi plastis dengankekuatan yang lebih kecil. Jikalempung basah ini mengering, akanterbentuk bongkahan yang kerasdan kuat.2.2 Abu Batu BaraAbu batubara yang digunakanadalah hasil dari pembakaran batubarayang merupakan fraksi yang halusdimana partikelnya lolos saringan No.200 standard ASTM (
 America Society for Testing and Material
).Abu batubara adalah bagiandari sisa pembakaran batubara padaBoiler pembangkit listrik tenaga uapyang berbentuk partikel halus amorf danbersifat pozzolan, berarti abu tersebutdapat bereaksi dengan kapur padasuhu kamar dengan media air berbentuk senyawa yang bersifatmengikat.PLTU berbahan bakar batubarabiasanya menghasilkan limbah padatdalam bentuk abu. Abu batubara yangmerupakan limbah dari prosespembangkit tenaga listrik dapat berupaabu terbang, abu dasar dan lumpur fluegas desulfurization. Abu tersebutselanjutnya dipindahkan ke lokasipenimbunan abu dan terakumulasi dilokasi tersebut dalam jumlah yangsangat banyak. Dengan bertambahnya jumlah abu batubara maka ada usaha-usaha untuk memanfaatkan limbahpadat tersebut salah satunya denganstabilisasi untuk tanah.Secara kimia abu batubaramerupakan mineral alumino silikat yangbanyak mengandung unsur-unsur Ca, K,dan Na disamping juga mengandungsejumlah kecil unsur C dan N. Bahannutrisi lain dalam abu batubara yangdiperlukan dalam tanah diantaranyaialah B, P dan unsur-unsur kelumit sepertiCu, Zn, Mn, Mo dan Se. Abu batubarasendiri dapat bersifat sangat asam (pH3-4) tetapi pada umumnya bersifat basa(pH 10-12), selain itu abu batubaratersusun dari partikel berukuran silt yangmempunyai karakteristik kapasitaspengikat air dari sedang sampai tinggi.Tabel 1 Hubungan antara mineral lempung dengan aktivitas
Mineral Lempung Aktivitas Tingkatan
KaoliniteIlliteMontmorillonite0,40 – 0,500,50 – 1,001,00 – 7,00Paling kurang aktifAktifitas sedangPaling aktifSumber : Bowles, 1991……1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->