Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pancasila

pancasila

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by Black Hole Wendi
wendi UNRAM
wendi UNRAM

More info:

Published by: Black Hole Wendi on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
MEMAHAMI AJARANMARXISME – KOMUNISME – ATHEISME(Dalam Perbandingan dengan Ideologi Kapitalisme-Liberalismedan Ideologi Pancasila)
Memahami ajaran (ideologi) marxisme-komunisme-atheisme perlu jugamemahami bagaimana ajaran ini lahir dan dikembangkan. Karenanya, kita perlumengkaji sumber ajaran filsafat yang sesungguhnya cukup benar dan sesuai dengankodrat martabat manusia; kemudian
diubah
(baca: dijiplak dan diturunkan) menjaditeori
materialisme-
marxisme-komunisme-atheisme.
I.AJARAN FILSAFAT HEGEL (IDEALISME MURNI)
Sejarah mencatat bahwa Hegel (George Wilhelm Friederich Hegel 1770 – 1831)adalah seorang filosof besar yang mengajarkan
aliran filsafat idealisme murni 
. AjaranHegel dianggap sangat fundamental karena nilai-nilai
 Ketuhanan
(theisme) dan peletak ajaran/
teori evolusi 
alam dan nilai-nilai universal.Hegel diakui sebagai filosof besar yang ajarannya kemudian dikembangkan oleh pengikutnya, sehingga ada yang menamakannya sebagai Hegelian dan Neo-Hegelian.Ajarannya menjangkau berbagai bidang filsafat; mulai filsafat alamiah, sejarah (evolusi peradaban), sampai filsafat hukum dengan ajaran teori
kedaulatan Tuhan
(theokratisme) yang kemudian menjadi
teori kedaulatan negara
; yang dikembangkanoleh marxisme-komunisme menjadi
teori etatisme
(= serba negara, pemujaan kepadanegara).
1.Teori Dialektika
 Hegel tokoh filsafat
idealisme-murni 
ini mengajarkan bahwa alam semesta dan budaya/peradaban umat manusia berkembang berdasarkan proses
dialektika
. Maknadan proses dialektika menurut Hegel, terutama:“......bahwa setiap adanya sesuatu, termasuk ide atau pemikiran, senantiasa akanmelahirkan ide yang bertentangan dengannya. Tiap ide, dinamakan thesis; dan tiap
thesis
berhadapan dengan
lawannya
, yakni
antithesis
.Proses dialektika atau pertentangan demikian melahirkan
sinthesis
; yang bersifatlebih komprehensif dan mengandung validitas kebenaran yang lebih tinggidibandingkan thesis maupun antithesis.Sinthesis itu, kemudian berkedudukan sebagai thesis baru...... yang melahirkanantithesis baru. Demikian berlanjut dalam dinamika hukum alam semesta dan budaya/peradaban. Artinya, budaya dan peradaban lahir dan terbentuk oleh prosesdialektika ini. Jadi, seluruh alam termasuk ide, budaya dan peradaban terbentuk dan berkembang dalam proses dialektika. Tegasnya, tanpa dialektika tidak ada perkembangan budaya dan peradaban.Proses dialektika demikian bila kita lukiskan dalam skema, nampak sebagai berikut:
 MNS-Lab. Pancasila-UM-2008
1
 
 
 
 
sinthesis
2
 
OO
antithesisthesis
 
1
O
X
O
antithesisProses dan dinamika thesis (1) berhadapan antithesis (1), melahirkan sinthesis(1); dan seterusnya. Artinya, sinthesis (1) berkedudukan sebagai thesis (2) yang berhadapan dengan antithesis (2); dan membentuk/melahirkan sinthesis (2)........; dst.Puncak perkembangan proses dialektika itu (=
 garis lurus
yang mengandung thesis (1 – 2 – 3 – 4 ....... dst). Jadi, garis lurus ke atas, bermakna bahwa dialektika menuju puncak kesempurnaan......; yang tiada berakhir sepanjang sejarah alam, budaya dan peradabanmenuju kesempurnaan yang hakiki. Menurut Hegel puncak kesempurnaan hakiki itu,ialah Tuhan sendiri, Yang Maha Sempurna dan Maha Pencipta. Sesungguhnya seluruh proses alam, sosial budaya dan peradaban adalah ciptaan Tuhan, yang terus berkembangmenuju Tuhan (= menuju kesempurnaan), Yang Maha Benar dan Maha Sempurna.Sesungguhnya, teori Hegel demikian mengandung makna dan essensi adanya proses perkembangan dan atau evolusi dalam nilai-nilai (ide, pikiran) yang membentuk  budaya dan peradaban secara universal. Teori Hegel ini sejalan dengan
teori evolusi 
yang dikembangkan oleh Charles Darwin (1809 1882). Teori Darwin yang jugadikenal sebagai paham
evolusionisme
, mengakui bahwa alam semesta ---termasuk semua makhluk hidup, juga manusia--- adalah hasil proses evolusi. Darwin percayaevolusi alam semesta bersumber dan berwujud sebagai dinamika
hukum alam
(naturallaw). Nampaknya pemikiran
teori evolusi 
Darwin dan berbagai tokoh pelopor filsafatmaterialisme (yang umumnya berwatak agnostic/atheisme, cukup mengilhami pemikiran dan ajaran Karl Marx dengan teori komunisme.
2.Hak Asasi Manusia: Kedudukan Manusia dalam Negara
Hegel percaya bahwa manusia individu manunggal di dalam kebersamaan(kolektivitas). Individu bermakna dan berfungsi dalam keutuhan lingkungan peradabannya; kolektivitas atau negara merupakan organisme (totalitas). Hak asasimanusia (HAM), dan martabatnya demi negara, dan kedaulatan negara. Jadi, Hegelmengutamakan komunitas atau sosialitas dalam integritas negara.Hegel percaya manusia dan negara diciptakan oleh Tuhan; demi kesejahteraanmanusia sebagai masyarakat (kolektif). Manusia menikmati hak asasi manusia (HAM) bukan sebagai individu, melainkan sebagai masyarakat (kolektif, negara). Individu lebur dalam kebersamaan; bermakna dalam fungsi sosial. Sebaliknya, individu samasekalitidak berfungsi dalam kesendirian (individualisme).Ajaran Hegel, yakni idealisme murni mengakui asas ketuhanan (theokratisme)sebagai Maha Pencipta dan Maha Pengatur semua ciptaannya: umat manusia, bangsa- bangsa, budaya dan peradaban, termasuk 
negara
.Masyarakat dan negara adalah kelembagaan hidup bersama sebagai keluarga(makro); mereka bermakna
di dalam
dan
untuk 
masyarakat/negara.
 MNS-Lab. Pancasila-UM-2008
2
 
3.Ajaran Theokratisme
Ajaran theokratisme berpusat pada teori negara dan kedaulatan negara. Hegelmengakui negara sebagai pelembagaan aspirasi nasional yang terikat dengan hukumdialektika. Hegel menyatakan: negara adalah perwujudan karsa dan kekuasaan(kedaulatan) Tuhan. Karenanya, teori Hegel tentang negara ialah berdasarkan asastheokratisme. Maknanya, negara dan kedaulatan dalam negara diamanatkan oleh Tuhanuntuk ditegakkan oleh kepala negara atas nama Tuhan. Karena itu pula, teori negaramenurut Hegel ialah teori kedaulatan Tuhan (theokratisme). Negara memiliki kedaulatan sebagai amanat Tuhan; karenanya diakui sebagai
kedaulatan Tuhan
(theokratisme). Sebagai penegak kedaulatan Tuhan di dalam negara,diwakilkan dan dipercayakan kepada kepala negara ---karenanya kepala negaramemiliki otoritas mutlak atas nama Tuhan---. Kemudian teori kedaulatan Tuhan yangdalam praktek kenegaraan ditegakkan dan dilaksanakan oleh Kepala Negara atas namaTuhan. Terbentuklah sistem diktatur atau otoriter (authoritarianisme, totaliter) yangmemimpin dan menguasai pemerintahan negara atas nama kedaulatan Tuhan (atas namTuhan). Terbentuklah teori
kedaulatan negara
(
etatisme
);
 pemujaan kepada negara
yang dalam praktek memuja Kepala Negara ---yaitu ketua sentral komite (CC) partaikomunis, sebagai partai tunggal dalam negara (baca: partai negara).Berdasarkan ajaran dan teori Hegel ini, manusia mengemban amanat (moral)Ketuhanan, sehingga masyarakat dan negara termasuk penegakan HAM berdasarkanasas moral dan nilai Ketuhanan.
(Encyclopaedia Britannica 1982, vol. 7 – 8: 612 – 731).
II.AJARAN KARL MARX (1818 – 1883)
Karl Marx adalah tokoh sosialis revolusioner, ahli teori sosial dan ekonomi.Marx, belajar filsafat kepada filosof terkemuka, yakni Hegel.Ajaran Karl Marx tidak diakui sebagai ajaran filsafat; hanya sebagai ajaran
ideologi dogmatis
. Dinamakan demikian karena cukup alasan untuk menganggapajarannya
irrasional 
, bahkan bertentangan dengan realitas semesta dan akal sehatmanusia. Ideologi marxisme bersifat dogmatis-doktriner: bahwa alam semesta termasuk manusia adalah
materi 
dalam ikatan hukum alam. Marx menganggap realitas kehidupansosial budaya (umat manusia dan di dalam negara) sebagai
wujud dialektika
, yakni bagian dari
dialektika historis materialisme
. Artinya, hidup ditentukan
adanya materi 
(ekonomi, komuditas ekonomi) sebagai kebutuhan dasar kehidupan manusia. Untuk  bertahan hidup secara alamiah manusia berjuang memperebutkan komuditas tersebut.Sebaliknya, tanpa memiliki dan menguasai komuditas/ekonomi manusia tidak mungkinhidup (bertahan hidup). Jadi, kehidupan manusia ditentukan dan bergantung kepada
komuditas ekonomi 
; yang sesungguhnya berwujud
materi 
.
Teori dialektika Hege
yang lebih bersifat
ide
(ideal, pemikiran) sebagaikonsepsi dasar pengembangan budaya dan peradaban, sebagai proses perkembangannilai-nilai ---yang berpuncak kepada nilai Yang Maha Sempurna, ialah Tuhan YangMaha Esa---. Karenanya, teori Hegel bersifat
theisme
(theokratisme, religious). OlehKarl Marx, teori dialektika ini dijadikan sebagai
dialektika historis materialisme
; bermakna bahwa seluruh wujud kehidupan umat manusia, termasuk makhluk lainnyahanya akan hidup berkat tersedianya
materi 
(= prakondisi dan unsur bahan dasar kehidupan), seperti: tanah, air, dan makanan. Karenanya, terkenal
teori hukum alam
: bahwa hidup adalah perjuangan; dan hanya yang paling unggul yang mampu bertahanhidup (=
life is struggle; survival of the fittest 
).Teori dialektika Hegel dipraktekkan oleh Karl Marx sebagai asas dan pola:
 pertentangan kelas
(dialektika). Teori ini berkembang, bahwa dalam masyarakat adakelas penguasa dan penindas rakyat (warga negara, proletar). Kelas penguasa iniidentitak dengan kaum kapitalis, kaum penjajah ---sekalipun komunisme jugamembentuk pemerintahan diktatur, otoriter yang dikendalikan
 partai negara
, partaikomunis dalam negara itu---. Dengan strategi partai menguasai negara melalui
revolusi 
,rakyat di dalam negara dibedakan:
 pendukung revolusi 
(=
revolusioner 
, kaum komunisdan kader-kadernya); berhadapan dengan kaum
 penentang revolusi 
(= kontra-revolusi,reaksioner); mereka harus dimusnahkan!
 MNS-Lab. Pancasila-UM-2008
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->