Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aku Menggugat Akhwat Dan Ikhwan

Aku Menggugat Akhwat Dan Ikhwan

Ratings: (0)|Views: 43 |Likes:
Published by Theresita Sanara

More info:

Published by: Theresita Sanara on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

 
Fajar Agustanto (Blackrock1/Fajar001/Jaisy01)www.ggs001.cjb.net
Aku menggugat Akhwat 
&
Ikhwan 
(Fajar Agustanto)
 
Fajar Agustanto (Blackrock1/Fajar001/Jaisy01)www.ggs001.cjb.net
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Allah yang telah menghantarkan segala apa yang adadimuka bumi ini menjadi berarti. Tidak ada satupun sesuatu yang diturunkan-Nyamenjadi sia-sia. Sungguh kami sangat bersyukur kepada-Mu Yaa Rabb. Hanyadenganmulah, tulisan novel ini dapat kami selesaikan.Novel
 Aku menggugat akhwat & ikhwan
adalah novel yang menjadikantransformasi dalam keberadaan novel-novel Islam. Saya menjadikan novel
 Akumenggugat akhwat & ikhwan
sebagai e-book. Adalah hanya untuk dakwah. InsyaAllah ini adalah novel e-book Islam yang pertama. Sesaat, setelah beberapa bulantidak ada tanggapan dari penerbit-penerbit Islam. Akhirnya saya memutuskan untuk meng-ebookkan novel ini, dan beberapa novel islam yang lain. Karena permintaandari beberapa teman-teman yang sudah membaca, dan mereka mengatakan bagus.Akhirnya saya menerbitkan karya saya dengan cara yang murah. Novel yang sayatulis sendiri.Seandainya ada teman-teman yang ingin mengirimkan novelnya untuk dijadikan e-book dan dipublikasikan di website kami. Kami siap untuk menerbitkannovel anda, dengan catatan. Semua yang ada di novel ini gratis, tidak ada biaya dalampengorbitan. Dan seandainya ada penerbit yang akan mengorbitkan novel anda, makasilakan anda mengkonfirmasikannya kepada kami.Sungguh tiada maksud lain, selain untuk berdakwah. Jika memang buku-bukukita tidak bisa diterbitkan oleh para penerbit. Kenapa kita tidak menerbitkan karyakita dengan cara kita sendiri. Semoga niat kita selalu terjaga dari indahnya dunia,dengan selalu meng
azam
kan niat dalam dakwah.Wassalamu’alaikumFajar Agustanto(Blackrock1/Fajar001/Jaisy01)
 
Fajar Agustanto (Blackrock1/Fajar001/Jaisy01)www.ggs001.cjb.netJILID 1Panas terik matahari, bersinar. Terlihat bayang-bayang fatamorgana didepanaspal yang aku lewati. Panas sekali. Angkot yang aku tumpangi pun, malaju dengankecepatan yang sedang. Bagaikan menikmati hawa panas yang menyengat kulit.Apalagi aku, dengan jilbabku ini. Keringat sudah dari tadi mengalir deras ditubuhku.Tetapi, karena aku memakai pakaian yang berlapis. Dengan jilbab yang mengurailebar dan besar. Sehingga mungkin keringatku tertahan. Dan tidak sampai membuatkumenjadi terlihat sebagai
 pepesan
akhwat. Tetapi, tidak sedikit pula keringat yangmengalir deras diwajahku. Beberapa kali orang melihatku. Mungkin, mereka berfikir
 panas-panas kok pakai jilbab, besar pula
. Tak seberapa lama, benar juga pikirku.Seseorang ibu melihatku dengan penuh tanya.Ibu itu mengatakan “Mbak, apa nggak 
gerah
! Pakai jilbab yang besar seperti itu?”Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Ibu itu hanya terlihat dengansenyumnya. Entahlah, senyuman apa yang diberikan ibu itu kepadaku. Mungkinsenyuman rasa kasihan, karena keringat diwajahku terus mengalir deras. Tapi aku tak perduli.Cuaca panas inilah yang menjadi pembenar. Untuk melanggar aturan-aturanyang telah ditetapkan oleh sang Al Haq. Dengan berbagai alasan, banyak wanita yangenggan atau tidak mau memakai jilbab. Sungguh ironis dalam sebuah agama terbesardi Negara ini. Lucu sih, alasan tidak memakai jilbab karena cuaca dinegara ini yangbersifat tropis. Padahal, di Arab. Cuacanya tidak kalah panasnya, bahkan lebih panasdibandingkan Negara ini. Tetapi toh, tidak menyurutkan para wanita yang berada diArab untuk berjilbab.Panas tetap menyertaiku dalam sebuah mobil angkot yang sangat pengap. Tak  jarang, bau keringat pun menyengat. Entah itu bau keringat siapa. Supir angkot,kenek, atau bahkan penumpang lain. Yang penting aku tidak merasa tubuhku berbau.Meskipun aku berjilbab. Aku tidak ingin tubuhku berbau badan yang tidak enak.Tetapi tetap aku juga tidak mau tubuhku harum ditempat yang tidak semestinya. Akutidak mau dianggap sebagai wanita murahan dalam agamaku. Apalagi dituduh sebagaiwanita
nakal
karena memakai wewangian bukan pada tempatnya.Angkot tetap melaju pada setiap detik hawa panas yang menyengat aspal.Memang berat hari ini. Tetapi aku harus tetap datang dipertemuan. Beberapa kali akudiundang, tetapi aku sering ada acara lain. Maka ini saatnya aku harus menyempatkanuntuk datang di teman-teman LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Hembusan anginyang keluar dari jendela angkot. Membuatku sedikit merasa nyaman.
 Hem, sampai juga akhirnya!
Ucapku dalam hati.Aku turun dari angkot. Dan berjalan menuju masjid kampus. Pusat para kader-kader dakwah kampus yang akan berkumpul. Terlihat sudah banyak akhwat danikhwan yang berkumpul.“Assalamualaikum!” Salamku.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->