Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pisang Nata de Banana Skin

Pisang Nata de Banana Skin

Ratings: (0)|Views: 292 |Likes:
Nata de Banana Skin adalah
Nata de Banana Skin adalah

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: Stella Lupita June Tjandra on Dec 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2014

pdf

text

original

 
000000000
PERBEDAAN PENGGUNAAN JENIS KULIT PISANGTERHADAP KUALITAS NATASKRIPSI
Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1Untuk mencapai gelar Sarjana PendidikanDisusun oleh :Nama : Lina SusantiNIM : 5401401047Program Studi : SI PKK Konsentrasi Tata BogaJurusan : TJP
FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2006
 
 
ABSTRAK
Lina Susanti, 2006.
Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang terhadap KualitasNata
. Skripsi: Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas NegeriSemarang.Kulit pisang merupakan limbah dari buah pisang yang dibuang begitu saja ditempat pembuangan sampah sebagai limbah organik atau digunakan sebagai pakanternak. Kulit pisang mempunyai kandungan unsur gizi yang cukup lengkap sepertikarbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C dan air (BPPISurabaya dalam M. Lies Suprapti 2005:86) sehingga memungkinkan apabiladimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan makanan seperti nata karena kulit pisangmempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sebagai syarat utama agar dapatdibuat nata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis kulitpisang terhadap kualitas inderawi nata, ketebalan nata, kandungan serat, dan jumlahcemaran mikroba TPC
Colifrom
serta bagaimana penerimaan masyarakat terhadapproduk nata hasil eksperimen.Populasi dari penelitian ini adalah nata kulit pisang dengan menggunakan jeniskulit pisang yang berbeda yaitu kulit pisang raja nangka, kulit pisang ambon kuning, dankulit pisang kepok putih. Sampel penelitian ini adalah sebagian nata dari kulit pisang rajanagka, nata dari kulit pisang ambon kuning dan nata dari kulit pisang kepok putih hasileksperimen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu clusters randomsampling .Variabel bebasnya yaitu perbedaan penggunaan jenis kulit pisang sebagaibahan dasar pembuatan nata yaitu kulit pisang raja nagka, kulit pisang ambon kuning,dan kulit pisang kepok putih. Variabel terikatnya yaitu kualitas nata dari kulit pisangdengan indikator warna, aroma, rasa, dan tekstur, ketebalan nata, kandungan gizi (seratmakanan) dan jumlah cemaran mikroba (TPC
Colifrom
). Sedangkan variabel kontrol atauvariabel yang dikendalikan sama meliputi : jumlah bahan, peralatan pembuatan medianata, proses pembuatan, suhu serta ruang dan lama fermentasi.Metode pengumpulan datapenelitian ini adalah penilaian subyektif dan obyektif. Penilaian subyektif dengan ujiinderawi dan uji kesukaan. Penilaian obyektif dengan uji kimiawi (uji laboratorium).Analisis data yang digunakan yaitu analisis Anava klasifikasi tunggal dan dilanjutkandengan uji Tukey. Anava digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaanpenggunaan jenis kulit pisang terhadap kualitas warna, aroma, rasa dan tekstur. UjiTukey untuk mengetahui seberapa besar perbedaan antar sampel nata hasil eksperimensedangkan uji kimiawi digunakan untuk mengetahuai kandungan serat kasar, cemaranmikroba TPC
Colifrom
dan ketebalan nata hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukan 1) ada perbedaan penggunaan jenis kulit pisangterhadap kualitas inderawi nata. Urutan sampel terbaiknya sebagai berikut sampel kode341 yaitu nata dari kulit pisang raja nangka, kemudian sampel kode 482 yaitu nata darikulit pisang ambon kuning, dan sampel kode 631 yaitu nata dari kulit pisang kepok putih.2) Kandungan rata-rata serat kasar tertinggi adalah sampel kode 341 yaitu nata dari kulitpisang raja nangka sebesar 2,84025%, kemudian sampel kode 631 yaitu nata dari kulitpisang kepok putih sebesar 2,2545%, dan sampel kode 482 yaitu nata dari kulit pisangambon kuning sebesar 2,2066%. Hasil uji kimiawi untuk kandungan serat kasar sudahii
 
sesuai dengan syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu maksimal 4,5%. 3) jumlah kandungan rata-rata cemaran mikroba TPC
Colifrom nata de musa
terendahsampel kode 482 sebesar 2,25x10
2
cfu/g kemudian sampel kode 631 sebesar 2,47x10
2
 cfu/g, dan sampel kode 341 sebesar 2,79x10
2
cfu/g. Hasil uji kimiawi untuk jumlahcemaran mikroba TPC
Colifrom
sudah sesuai dengan syarat mutu Standar NasionalIndonesia (SNI) yaitu kurang dari 3 APM/g. 4) ada perbedaan penggunaan jenis kulitpisang terhadap ketebalan nata hasil eksperiman. Ketebalan rata-rata nata yang terbaik adalah sampel kode 341 (dari kulit pisang raja nangka) sebesar 12,12 mm, kemudiansampel kode 631 (dari kulit pisang kepok putih) sebesar 11,34 mm, dan sampel kode 482(dari kulit pisang ambon kuning) sebesar 11,03 mm. 5) secara umum dari 80 panelis tidak terlatih menyatakan sampel yang paling disukai adalah sampel kode 341 (nata dari kulitpisang raja nangka), ini cukup beralasan karena secara umum sampel kode 341mempunyai kreteria yang paling mendekati kreteria nata yang ideal yaitu warna putih(cenderung transparan), beraroma khas, rasa manis, tekstur kenyal dan tebal.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan penggunaan jenis kulit pisangyang berbeda terhadap kualitas inderawi nata hasil eksperimen
 
ditinjau dari aspek warna,aroma , rasa dan tekstur ,kandungan serat tertinggi adalah nata dengan menggunakankulit pisang raja nangka (sampel kode 341). Jumlah cemaran mikroba TPC
Colifrom
 terendah adalah nata dari kulit pisang ambon kuning (sampel kode 482). Ketebalan natahasil eksperimen yang terbaik adalah nata dari kulit pisang raja nangka (sampel kode341). Berdasarkan penilaian panelis tidak terlatih dapat diketahui bahwa secara umumsampel kode 341 yaitu nata dari kulit pisang raja nangka merupakan sampel yang palingdisukai. Saran dalam penelitian ini adalah Penggunaan starter sebaiknya menggunakanstarter yang berumur 7 sampai 8 hari karena starter yang lebih dari 8 hari akanmenghasilkan nata yang berkualitas kurang maksimal. Dalam proses fermentasi ataupemeraman sebaiknya menggunakan ruangan yang gelap tanpa fentilasi udara agarcahanya dan udara tidak banyak yang masuk karena cahaya dan udara berpengaruhterhadap kaulitas nata yang dihasilkan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkankualitas nata untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari aspek warna, aroma, rasa,tekstur dan keamanan sehingga dapat bersaing dipasaran yaitu dengan meneliti tentangkandungan nata kulit pisang secara keseluruhan yang sesuai dengan Standar NasionalIndonesia (SNI ) no. 01-4317-1996 yaitu tentang nata dalam kemasan.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->