sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuranrata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik,atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara Kilatanyang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam.Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik.Suara gemuruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara disekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihikecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normaldalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.Petir berarus listrik terbesar Sebuah majalah ‘Intisari’ pernah mengungkapkan bahwa petir berarus listrik terbesar terdapat di Indonesia, tepatnya di daerah Depok. Penelitian yang disponsori PLN CabangDepok, pada bulan April, Mei dan Juni 2002, dengan menggunakan teknologi lighting position and tracking system (LPATS), itu untuk mengenali perilaku petir di wilayah kotadi selatan Jakarta. Tak disangka, para peneliti mendapati arus petir negatif berkekuatan379,2 kA (kilo Ampere) dan petir positif mencapai 441,1 kA.Dengan kekuatan arus sebesar itu, petir mampu meratakan bangunan gedung yang terbuatdari beton sekalipun. Selama ini, Indonesia memang dikenal sebagai negara dengansambaran petir cukup tinggi. Kondisi meteorologis Indonesia memang sangat ideal bagiterciptanya petir. Tiga syarat pembentukan petir – udara naik, kelembaban, dan partikel bebas atau aerosol – terpenuhi dengan baik di Indonesia sebagai negara maritim.Dalam majalah Intisari edisi Desember 2000, disebutkan bahwa bumi bisa diibaratkansebagai kapasitor. Antara lapisan ionesfer dan Bumi, jika langit cerah, ada arus listrik yang mengalir terus-menerus, dari ionosfer yang bermuatan positif ke Bumi yang bermuatan negatif. Tapi Bumi tidak terbakar, karena ada awan petir yang bermuatanlistrik positif maupun negatif sebagai penyeimbang. “Yang positif turun ke Bumi, danyang negatif naik ke ionosfer.Ketika langit berawan, tidak semua awan adalah awan petir. Hanya awan cumulonimbusyang menghasilkan petir. Petir terjadi karena pelepasan muatan listrik dari satu awancumulonimbus ke awan lainnya, atau dari awan langsung ke Bumi.Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita akan memahami bahwa peristiwa alamini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacamitu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh matatelanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja oleh Sang Pencipta.
Leave a Comment