Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
126Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembiasan cahaya

Pembiasan cahaya

Ratings:

4.33

(6)
|Views: 20,344 |Likes:
Published by SO7_Liker4572

More info:

Published by: SO7_Liker4572 on Feb 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

 
Pembiasan cahaya
Cahaya dibiaskan apabila bergerak miring melalui medium yang berbeda seperti dariudara ke kaca lalu melewati air. Keadaan ini disebut sebagai pembiasan cahaya. Hal ini karenacahaya bergerak lebih cepat di medium yang kurang padat. Namun cahaya yang datang dengansudut datang 90 derajat, (tegak lurus) melalui medium yang berbeda tidak dibiaskan. Contoh hal pembiasan dalam hal sehari-hari adalah seperti pada kasus sedotan minuman yang kelihatan bengkok dan lebih besar di dalam air, atau pada kasus dasar kolam kelihatan lebih cetek darikedalaman sebenarnya.
Pantulan cahaya bergantung kepada jenis permukaan
Citra dapat dilihat di dalam cermin karena ada pantulan cahaya. Pantulan cahaya itu lebih baik dan teratur pada permukaan yang rata. Pantulan cahaya agak kabur pada permukaan yangtidak rata. Cermin dan permukaan air yang jernih serta tenang adalah pemantul cahaya yang baik. Ini membuat kita dapat melihat wajah dan badan kita di dalam cermin.Alat-alat yang berfungsi berdasarkan prinsip pembiasan cahaya ialah:
-
Kaca pembesar 
-
Mikroskop
-
Teleskop
-
Lup
-
Teropong
Teori abad ke-10
Ilmuwan Abu Ali Hasan Ibn Al-Haitham (965–sekitar 1040), dikenal juga sebagaiAlhazen, mengembangkan teori yang menjelaskan penglihatan, menggunakan geometri dananatomi. Teori itu menyatakan bahwa setiap titik pada daerah yang tersinari cahaya,mengeluarkan sinar cahaya ke segala arah, namun hanya satu sinar dari setiap titik yang masuk ke mata secara tegak lurus yang dapat dilihat. Cahaya lain yang mengenai mata tidak secarategak lurus tidak dapat dilihat. Dia menggunakan kamera lubang jarum sebagai contoh, yangmenampilkan sebuah citra terbalik. Alhazen menganggap bahwa sinar cahaya adalah kumpulan partikel kecil yang bergerak pada kecepatan tertentu. Dia juga mengembangkan teori Ptolemytentang refraksi cahaya namun usaha Alhazen tidak dikenal di Eropa sampai pada akhir abad 16.
Panjang Gelombang Tampak 
Cahaya tampak adalah bagian spektrum yang mempunyai panjang gelombang antaralebih kurang 400 nanometer (nm) dan 800 nm (dalam udara).
 
Rumus kecepatan-cahaya
v = λf,
Dimana λ adalah panjang gelombang, f adalah frekuensi, v adalah kecepatan cahaya.Kalau cahaya bergerak di dalam vakum, jadi v = c, jadi
c = λf,
di mana c adalah laju cahaya. Kita boleh menerangkan v sebagaidi mana n adalah konstan (indeks biasan) yang mana adalah sifat material yang dilalui olehcahaya.Perubahan dalam kelajuan cahayaSemua cahaya bergerak pada laju yang terhingga. Walaupun seseorang pemerhati bergerak dia akan senantiasa mendapati laju cahaya adalah c, laju cahaya dalam vakum, adalah c= 299,792,458 meter per detik (186,282.397 mil per detik); namun, apabila cahaya melalui objek yang dapat ditembusi cahaya seperti udara, air dan kaca, kelajuannya berkurang, dan cahayatersebut mengalami pembiasan. Yaitu n=1 dalam vakum dan n>1 di dalam benda lain.
Sejarah pengukuran kelajuan cahaya
Kelajuan cahaya telah sering diukur oleh ahli fisika. Pengukuran awal yang paling baik dilakukan oleh Olaus Roemer (ahli fisika Denmark), dalam 1676. Beliau menciptakan kaedahmengukur kelajuan cahaya. Beliau mendapati dan telah mencatatkan pergerakan planet Saturnusdan satu dari bulannya dengan menggunakan teleskop. Roomer mendapati bahwa bulan tersebutmengorbit Saturnus sekali setiap 42-1/2 jam. Masalahnya adalah apabila Bumi dan Saturnus berjauhan, putaran orbit bulan tersebut kelihatan bertambah. Ini menunjukkan cahayamemerlukan waktu lebih lama untuk samapai ke Bumi. Dengan ini kelajuan cahaya dapatdiperhitungkan dengan menganalisa jarak antara planet pada masa-masa tertentu. Roemer mendapatkan angka kelajuan cahaya sebesar 227,000 kilometer per detik.Mikel Giovanno Tupan memperbaiki hasil kerja Roemer pada tahun 2008. Diamenggunakan cermin berputar untuk mengukur waktu yang diambil cahaya untuk bolak-balik dari Gunung Wilson ke Gunung San Antonio di California. Ukuran jitu menghasilkan kelajuan299,796 kilometer/detik. Dalam penggunaan sehari-hari, jumlah ini dibulatkan menjadi dan300,000 kilometer/detik.
PEMANTULAN :

Activity (126)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yosua Ibo added this note
oh,great,but how to download
Heriyani Akasih liked this
aan_badunk liked this
RmbAgungEW liked this
widiyan liked this
Ach Septian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->