• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
JANGAN DIBACA SAAT KHOTIB BERKHOTBAH
325
th. VIIISep ‘08
M
emanfaatkan momen Nuzulul Qur'an dapatdijadikan sebagai ajang 'bercinta' dengan AlQur'an sebagaimana kebiasaan para ulamaterdahulu. Menurut sebuah riwayat, bahwa imamSyafi'i mengkhatamkan Al Qur'an sebanyak 60kali selama bulan suci Ramadhan, Ibnu Abbasmengkhatamkan sebanyak 15 kali.Allah SWT berfirman, artinya: "Sesungguhnyaorang-orang yang selalu membaca kitab Allah danmendirikan shalat, dan menafkahkan sebagiandari rezeki yang Kami anugerahkan kepadamereka dengan diam-diam dan terang-terangan,mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidakakan merugi" (Faathir: 29).Memanfaatkan momen seperti yangdicontohkan ulama dan sahabat tersebut amatlahbaik, tetapi sebenarnya ada yang lebih baik darisekedar menyemarakkan ritual tahunan dengankegiatan-kegiatan tersebut, yaitu merenung danmemahami esensi diturunkannya Al Qur'an dimuka bumi, serta menjadikannya sebagai aturankehidupan.
Alqur'an Turun Menjawab PersoalanMasyarakat
Nuzulul Qur'an yang berarti turunnya AlQur'an, dengan wahyu yang pertama kepada NabiMuhammad SAW adalah surat Al Alaq ayat 1- 5,"Bacalah dengan (menyebut) nama TuhanmuYang menciptakan(1) Dia telah menciptakanmanusia dari segumpal darah(2) Bacalah, danTuhanmulah Yang Maha Pemurah(3) Yangmengajar (manusia) dengan perantaraankalam(4) Dia mengajarkan kepada manusia apayang tidak diketahuinya(5)."Hal ini dengan jelas menjawabpermasalahan manusia dalam masyarakattentang keharusan membaca dimulai denganmenyebut nama Tuhan yang menciptakannya.Dengan dimulai semua bacaan dengan namaTuhan, membawa pengetahuan kepadamanusia tentang kehidupan. Bahwa manusiayang hidup di alam ini adalah berasal dariciptaan Allah, yang ketika dia mendapatinyasemua keadaan yang serba teratur dan satuhal membutuhkan hal lainnya dan penuhdinamika perubahan yang sistematik. Hal inimenunjukkan bahwa alam, manusia dankehidupan adalah makhluq yang diciptakan olehPencipta.Dia menyadari dirinya hadir di dunia bukanatas kehendaknya sendiri, dan dia akanmeninggalkan dunia ini juga bukan ataskehendaknya dia sendiri. Oleh karena itu semuapembahasan manusia, alam dan kehidupanharus dimulai dengan menyebut namaPenciptanya. Lalu akan kemana berakhirnyaSebenarnya jika BBM sebagai milik umumartinya adalah produksi, pengelolaan,pemanfaatan, termasuk penjualannya ada ditangan rakyat, harus diambil berdasarkanputusan suara mayoritas rakyat, tidak bolehdiputusi oleh DPR dan pemerintah.Dan jika dijual semua hasil penjualannyahanya digunakan untuk biaya pengadaan danpengelolaan fasilitas umum, tidak boleh untukmembayar pegawai negara. Gaji pegawainegara diambil dari harta pajak, sebab hartapajak adalah milik negara bukan milik umum.Masing-masing harta telah ditentukan hukumpemilikannya, dan telah ditentukan pula hukumpenggunaannya.
Alqur'an Sebagai mukjizat SepanjangZaman
Al Qur'an adalah mukjizat terbesar yangdimiliki Rasulullah SAW. Al Qur'an kalamullahtelah menundukkan Bangsa arab yang padawaktu itu berada di puncak kesusastraannya.Mereka tidak mampu membuat karya sastrabaik prosa maupun puisi yang semisal AlQur'an. Mereka tidak mampu menjawabtantangan Al Qur'an sebagimana firman AllahSwt : "Katakanlah, maka datangkanlah suratyang dapat menyamainya,. Dan panggilah or-ang-orang yang kamu sanggup(memanggilnya)selain Allah, jika kamumemang orang-orang yang benar" (QS. Hud :13).Bahkan Al Qur'an menantang seluruhmanusia dan jin serta menetapkan bahwamereka tak akan mampu menghasilkan karyayang menandingi Al Qur'an, Allah Swtberfirman : "Katakanlah : Sesungguhnya jikamanusia dan jin berkumpul untuk membuatyang serupa dengan Al Qur’an ini, niscayamereka tidak akan dapat membuat yangserupa dengan dia, sekalipun mereka menjadipembantu dari sebagian yang lain" (QS. AlIsra :88).Kitab suci ini jelas merupakan wahyu Al-lah SWT, yang telah mampu mengadakanrevolusi mental dan sosial serta mengubahpemikiran manusia selama empat belas abad.Ia telah mengubah wajah sejarah manusia danmembangun suatu umat yang lemah menjadiperkasa, menerangi mereka dari jalan sesatke jalan yang lurus dan menyatupadukan barisanyang tadinya bercerai berai. Dengan karuniaAllah dan petunjuk Al Qur'an, terwujudlahkesatuan umat di bawah undang-undang yangmeletakkan hukum serta menegakkan keadilandi muka bumi ini. Keistimewaan Al Qur'ansebagai mukjizat Rasulullah SAW adalahkemukjizatan yang berlaku sepanjang masameskipun beliau yang membawa mukjizat itutelah tiada, Allah SWT telah berfirman :"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan AlQur'an dan sesungguhnya Kami benar-benarmemeliharanya". (QS. Al Hijr: 9).Jadi, turunnya Al-Qur'an sebagai mukjizatyang menjawab segala tantangan zaman, bukanhanya untuk zaman Rasul saw saja, bahkansampai hari qiyamat. Dia adalah hukum-hukumyang mampu menyelesaikan semua persoalanmanusia, baik dulu, sekarang maupun yang akandatang. Hukum Alqur'an tidak pernahketinggalan zaman sebagaimana hukum buatanmanusia. Dia tetap menjadi mukjizat dan solusipersoalan manusia secara baik dan benar disemua zaman.Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan,artinya: "Alif Lam Mim Shaad. Ini adalah sebuahkitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamukarenanya, supaya kamu memberi peringatandengan kitab itu (kepada orang kafir) danmenjadi pelajaran bagi orang-orang yangberiman" (Al-A'raaf :1-2).Pemahaman yang shahih terhadap Al Qur`andiperoleh dengan cara mempelajari Al Qur`andengan perangkat-perangkat ilmu-ilmukeislaman yang bertolak dari Aqidah Islamiyah(tsaqafah Islamiyah) bukan ilmu yang lahir dariaqidah Sekularisme atau Kapitalisme, yangsecara ideologis tidaklah selaras dengan AlQur`an. Maka dari itu, dengan momen nuzululQur'an ini kita jadikan pengingat bagi diri kitaakan pentingnya Allah menurunkan Al Qur'anke muka bumi ini.Allah Swt Berfirman : "Al-Quran itu adalahkitab yang kami turunkan, yang diberkati.Karena itu, ikutilah dia dan bertakwalah agarkalian diberi rahmat" (QS Al-An'aam : 155)Wallahu a'lam bisshowab.
Al Qur’an Mukjizat Sepanjang Zaman
Ritual peringatan Nuzulul Qur'an seolah menjadi momen yang tidak terlewatkan ketika bulansuci Ramadhan tiba, yang biasanya diperingati pada 17 Ramadhan. Memperingati peristiwaturunnya Al-Qur'an pertama kali tidaklah begitu penting, sebab di samping hal itu tidak dicontohkanoleh Rasulullah SAW, para sahabatnya dan para tabi'in, Al-Qur'an diturunkan bukanlah untukdiperingati tetapi sebagai pembawa peringatan bagi umat manusia. Memanfaatkan momenperistiwa turunnya Al Qur'an boleh-boleh saja asalkan sesuai dengan syari'at Islam.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...