Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian.docx

Pengertian.docx

Ratings: (0)|Views: 246 |Likes:

More info:

Published by: Calvin Swingly Sihombing on Dec 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

 
Pengertian
 Titrasi kompleksometri adalah salah satu metode kuantitatif dengan memanfaatkan reaksi kompleks antaraligan dengan ion logam utamanya, yang umum di indonesia EDTA ( disodium ethylendiamintetraasetat/ tritiplex/ komplekson, dll ). Senyawa ini dengan banyak kation membentuk kompleks dengan perbandingan 1 : 1, Beberapavalensinya:M
2+
+ (H
2
Y)= (MY)
2-
+ 2 H
+
 M
3+
+ (H
2
Y)= (MY)
-
+ 2 H
+
 M
4+
+ (H
2
Y)= (MY) + 2 H
+
 Kompleksometri merupakan jenis titrasi dimana titran dan titrat saling mengkompleks, membentuk hasil berupakompleks. Reaksi
 – 
reaksi pembentukan kompleks atau yang menyangkut kompleks banyak sekali dan penerapannya juga banyak, tidak hanya dalam titrasi. Karena itu perlu pengertian yang cukup luas tentang kompleks, sekalipundisini pertama-tama akan diterapkan pada titrasi. Contoh reaksi titrasi kompleksometri:Ag
+
+ 2 CN
-
=Ag(CN)
2
 Hg
2+
+ 2Cl
-
=HgCl
2
 Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetrik melibatkan pembentukan(formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit terdisosiasi. Kompleks yang dimaksud di siniadalah kompleks yang dibentuk melalui reaksi ion logam, sebuah kation, dengan sebuah anion atau molekul netral.Titrasi kompleksometri juga dikenal sebagai reaksi yang meliputi reaksi pembentukan ion-ion kompleks ataupunpembentukan molekul netral yang terdisosiasi dalam larutan. Persyaratan mendasar terbentuknya kompleksdemikian adalah tingkat kelarutan tinggi. Selain titrasi komplek biasa seperti di atas, dikenal pula kompleksometriyang dikenal sebagai titrasi kelatometri, seperti yang menyangkut penggunaan EDTA. Gugus-yang terikat pada ionpusat, disebut ligan, dan dalam larutan air, reaksi dapat dinyatakan oleh persamaan :M(H
2
O)n + L = M(H
2
O)(n-1) L + H
2
OFaktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan kompleks, yaitu :a. Kemampuan mengkompleks logam-logam.Kemampuan mengkompleks relatif (dari) logam-logam digambarkan dengan baik menurut klarifikasiSchwarzenbach, yang dalam garis besarnya didasarkan atas pembagian logam menjadi asam Lewis (penerimapasangan elektron) kelas A dan kelas B.b. Ciri-ciri khas ligan itu.Di antara ciri-ciri khas ligan yang umum diakui sebagai mempengaruhi kestabilan kompleks dalam mana ligan ituterlibat, adalah :1. kekuatan basa dari ligan itu,2. sifat-sifat penyepitan (jika ada), dan3. efek-efek sterik (ruang).Keinertan atau kelabilan kinetik dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi pengamatan umum berikut ini merupakanpedoman yang baik akan perilaku kompleks-kompleks dari berbagai unsur, yaitu diantaranya :1. Unsur grup utama, biasanya membentuk kompleks-kompleks labil.
 
2. Dengan kekecualian Cr(III) dan Co(III), kebanyakan unsur transisibaris-pertama, membentuk kompleks-kompleks labil.3. Unsur transisi baris kedua dan baris ketiga, cenderung membentuk kompleks-kompleks inert.Suatu reaksi kompleks dapat dipakai dalam penitaran apabila:ü Kompleks cukup memberikan perbedaan pH yang cukup besarpada daerah titik setara.ü Terbentuknya cepat.Ø
Beberapa jenis senyawa Kompleks
 Ada 2 jenis lignand dilihat dari jumlah atom donor di dalamnya :1. Ligand monodentat : terdapat 1 atom di dalamnya2. Ligand polidentat : terdapat lebih dari 1 atom donor di dalamnyaContoh beberapa komplekson :1. Asam nitrilotriasetat(III)Nama lainnya adalah :
NITA
NTA
Komplekson I2 . Asam trans-1,2-diaminosikloheksana-
 N,N,N’,N’
-tetraasetat(IV)Nama lainnya adalah:
EDTA
DcyTA
DCTa
Komplekson IV
3. Asam 2,2’2etilenadioksibis(etiliminodiasetat) (V)
 Nama lainnya:
Asam etilenaglikolbis (2-
aminoetil eter) N,N,N’,N
-tetraasetat(EGTA)Ø
Faktor-faktor yang akan membantu menaikkan selektivitas,
 
yaitu :
 1. Dengan mengendalikan pH larutan dengan sesuai2. Dengan menggunakan zat-zat penopeng3. Kompleks-kompleks sianida4. Pemisahan secara klasik 5. Ekstraksi pelarut6. Indikator
 
7. Anion-anion8.
‘Penopengan Kinetik’
 
B. Indikator
 Titrasi dapat ditentukan dengan adanya penambahan indikator yang berguna sebagai tanda tercapai titik akhirtitrasi. Ada lima syarat suatu indikator ion logam dapat digunakan pada pendeteksian visual dari titik-titik akhiryaitu :1. Reaksi warna harus sedemikian sehingga sebelum titik akhir, bila hampir semua ion logam telah berkompleksdengan EDTA, larutan akan berwarna kuat.2. Reaksi warna itu haruslah spesifik (khusus), atau sedikitnya selektif.3. Kompleks-indikator logam itu harus memiliki kestabilan yang cukup, kalau tidak, karena disosiasi, tak akandiperoleh perubahan warna yang tajam.4. Kompleks-indikator logam itu harus kurang stabil dibanding kompleks logam-EDTA untuk menjamin agar padatitik akhir, EDTA memindahkan ion-ion logam dari kompleks-indikator logam ke kompleks logam-EDTA harustajam dan cepat.5. Kontras warna antara indikator bebas dan kompleks-indikator logam harus sedemikian sehingga mudah diamati.Indikator harus sangat peka terhadap ion logam (yaitu, terhadap pM) sehingga perubahan warna terjadi sedikitmungkin dengan titik ekuivalen. Larutan indikator bebas mempunyai warna yang berbeda dengan larutan kompleksindikator.Indikator yang banyak digunakan dalam titrasi kompleksometri adalah:a. Hitam eriokromIndikator ini peka terhadap perubahan kadar logam dan pH larutan. Pada pH 8 -10 senyawa ini berwarna biru dankompleksnya berwarna merah anggur. Pada pH 5 senyawa itu sendiri berwarna merah, sehingga titik akhir sukardiamati, demikian juga pada pH 12. Umumnya titrasi dengan indikator ini dilakukan pada pH 10.b. Jingga xilenolIndikator ini berwarna kuning sitrun dalam suasana asam dan merah dalam suasana alkali. Kompleks logam-jinggaxilenol berwarna merah, karena itu digunakan pada titrasi dalam suasana asam.c. Biru Hidroksi NaftolIndikator ini memberikan warna merah sampai lembayung pada daerah pH 12
 – 
13 dan menjadi biru jernih jikaterjadi kelebihan edetat.Titrasi kompleksometri umumnya dilakukan secara langsung untuk logam yang dengan cepat membentuk senyawakompleks, sedangkan yang lambat membentuk senyawa kompleks dilakukan titrasi kembali.
C. Kesalahan Titrasi
 Kesalahan titrasi kompleksometri tergantung pada cara yang dipakai untuk mengetahui titik akhir.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->