Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Perekonomian Indonesia_Dwika Dan Dwi N

Tugas Perekonomian Indonesia_Dwika Dan Dwi N

Ratings: (0)|Views: 669 |Likes:
Published by Dwika Julia Mutiara

More info:

Published by: Dwika Julia Mutiara on Dec 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PEMERATAANPENDAPATAN DI JAWA TENGAHOLEH
DWIKA JULIA MUTIARANIM :1111084000014Tlp :08568102302DWI NUNINIM:1111084000021Tlp :083878042428MATA KULIAHPEREKONOMIANINDONESIADOSEN PEMBIMBINGTONY S CHANDRAWAN ST.,SE.,MSiIlmu Ekonomi dan Stusi PembangunanUIN Syarif Hidayatullah Jakarta _____________________________________________________________________________ 
 Abstract
This study aims to analyze the impact of economic growth on equitable distribution of income,Equity income (income redistribution) is an attempt by the government to the public revenue divided as evenly aspossible among citizens masyarakat.Pertumbuhan economy is an economy rate changes that took place from year toyear (Sadono, 1994).The results of this study showed a significant effect of the growth of the equitable distribution of income. In other words,the higher the growth the higher the equitable distribution of income.Based on the analysisof the data with the help of Windows SPSS program of variable growth and equitable incomedistribution variables found to influence the magnitude of growth variables on equitable distribution of revenue of 26.5%.which means that for 73.5% of the equity ofincome distribution is influenced by other factors. In addition, from the partialtest results that have been made can be seen that the constant coefficient (b) and the coefficient of the variable X(growth) both have an influence on the equitable distribution of income.Keywords: economic growth, equitable distribution of incomeI.PENDAHULUANPemerataan pendapatan (redistribusi pendapatan/distribution of income) merupakan usaha yangdilakukanoleh pemerintah agar pendapatanmasyarakat terbagi semerata mungkin diantara wargamasyarakat. Pengertian merata di sini tidak berartibahwa semua warga masyarakat pendapatannyadibuat sama, tetapi kesempatan yang sama bagi setiapwarga untuk memperoleh pendapatan.. Tujuannyaadalah agar tidak terjadi ketimpangan pendapatandalam masyarakat sehingga dapat menimbulkankeresahan dan kecemburuan sosial yang pada akhirnyadapat mengganggu stabilitas nasional.Pemerataanpendapatan suatu negara biasanya dihitung dengangini ratio (GR); jika angkanya mendekati nol berartipemerataan membaik, tetapi jika mendekati 1pemerataan memburuk.Selain pendapatan per kapita ataupun GR merupakansalah satu indikator yang dapat menggambarkankesejahteraan masyarakat, humandevelopment indexatauindekspembangunan manusia (IPM) biasanya juga digunakan untuk melihat tingkat kualitas hidupmasyarakat, bahkan dapat dikatakan sebagai ukurankesejahteraan lebih komprehensif. Indikator IPMmenggambarkan lebih komprehensif kesejahteraanmasyarakat. Namun posisi Indonesia masihmemprihatinkan,berada pada posisi ke-108 (dari 169negara) pada 2010, cukup rendah. Bahkan Filipina,Suriname, Sri Lanka, dan Guyana pun lebih baik darikita.masih banyak yang perlu dilakukan oleh Indonesiaagar masyarakatnya menikmati kehidupan adil dansejahtera, tidak terlalu kalah dari bangsa tetanggakita.Sepanjang masyarakat itu sejahtera, meskipunadaketimpangan, sebenarnya bukan masalah besar asalkan masyarakat yangtermiskin pun dapatmemenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak.Namun, untuk Indonesia, isu ketimpangan menjadi isubesar karena meskipun pendapatan per kapita ataupunekonomi tumbuh lumayan,masyarakat sulit
 
mendapatkan pekerjaan dan kehidupan orangmiskinnya benar-benar menderita. Oleh karena itu,Indonesia perlu balik, fokus lagi dalam membangunekonominya setelah lebih dari satu dekade hebohdengan politik.Pemerataan pendapatan Indonesiadalam 9 tahun terakhir ini tidak mengalami perbaikkan.Dalam rentang itu,GR Indonesia menurut dataBappenas pada 2002 sebesar 0,33, pada 2010 masihtetap 0,33. Meskipun dalam periode tersebut angkanyasempat naik turun,yaitu pada 2003 dan 2004 turunmenjadi 0,32 dan pada 2009 sempat tinggi hinggamencapai angka 0,37,secara umum pemerataanIndonesia dalamhampir satu dekade ini tidak membaik.Dibandingkan dengan negara lain pun potretkesejahteraan Indonesia ternyata juga belum baik.Setiap negara ingin mencapai pertumbuhan ekonomiyang tinggi. Segala upaya dilakukan agar kesejahteraan masyarakat meningkat.Namun dalammengejar target pertumbuhan ekonomi yang tinggi,timbul kontroversi atau aspek negatif baik di negaramaju maupun negara sedang berkembang.Salah satuukuran pertumbuhan ekonomi adalah pendapatannasional. Pendapatan nasional suatu negaradapatmenunjukkan seberapa besar aktivitas perekonomiansecara keseluruhan. Konsep pendapatan nasionaladalah ukuran yang paling sering dipakai sebagaiindikator pertumbuhan ekonomi namun bukan satu-satunya indikator pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhanekonomi adalah sebuah proses, bukan merupakansuatu gambaran ekonomi pada suatu periode tertentu,ada perkembangan atau perubahan dan penggunaanwaktu (Boediono, 1999).Pertumbuhan ekonomi adalah suatu perubahan tingkatekonomi yang berlangsung dari tahun ke tahun(Sadono, 1994).Beberapa pakar ekonomi berpendapatbahwa prioritas pada laju pertumbuhan ekonomi tinggisudah tidak dapat lagi dipakai untuk mengurangikemiskinan, sementara kemiskinan merupakan realitadalam kehidupan ekonomi di Negarayang sedangberkembang. Sebaliknya, di negara yang majusemangat untuk meningkatkan pendapatan merupakantujuan yang paling penting dari segala kegiatanekonomi. Tingginya ekonomi suatu daerah memangtidak menjamin pemerataan pendapatan, namunpertumbuhan ekonomi yang cepat tetap dianggapmerupakan strategi unggul dalam pembangunanekonomi (Prayitno, 1986).Pertumbuhan ekonomi nasional yang dihitung melaluiGNP (Gross National Product) dapat juga dijadikanindikator atas laju perekonomian nasional. Selamadekade 12 tahunterakhir (periode 19972008)terlihat perubahan yang fluktuatif. Nilai GDP terbesar tercatat pada tahun 2008 dengan nilai GDP sebesar Rp 2.082.104 Milliar dengan laju pertumbuhansebesar 6,06 persen dari tahun sebelumnya.Sedangkan penurunanpaling minimum terjadi padatahun 1998 hingga mencapai kondisi (minus) 13,12persen dengan nilai nominal Rp 1.314.474,3 Milliar.Kondisi ini adalah kondisi krisis ekonomi yangberpengaruh terhadap hampir semua sektor ekonomitak terkecuali pertumbuhan ekonomi nasional.Pada masa pasca krisis ekonomi terdapat gejolakperbaikan saat periode tahun 1999 dengan sedikitkenaikan yang mencapai laju pertumbuhan 0,79persendengan nilai GDP sebesar Rp 1.324.873,40Milliar dan terus mencapai kenaikan hingga periodetahun 2007 dengan nilai nominal Rp 1.963.092,30Milliar dengan mencatat angka laju pertumbuhanekonomi sebesar 6,27 persen.Pemerintah ProvinsiJawa Tengah sebagai pelaksanan tugas pembangunandi Jawa Tengah masih dihadapkan pada permasalahantentang bagaimana memacu pertumbuhan outputdaerah, serta untuk mengatasi persoalan kemiskinan.Sementara pada kenyataannya, bila dibandingkandengan provinsi lain di PulauJawa, nilai total ProdukDomestik Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Tengah masihrelatif rendah.Berdasarkan Tabel 1.2 selama periode tahun 2006hingga tahun 2008 Provinsi DKI Jakarta memiliki PDRBharga konstan tertinggi dibandingkan provinsi lain diPulau Jawa dengan pertumbuhan di tahun 2007 dan2008 sebesar 6,44 dan 6,19 persen. Provinsi laindengan PDRB yang lebih rendah dibandingkan DKIJakarta yaitu Provinsi Jawa Barat dengan rata-ratapertumbuhan tahun 2007 dan 2008 sebesar 6,41 dan5,83 persen. Pertumbuhan PDRB yang lebih rendahdimiliki oleh Provinsi Jawa Timur dengan pertumbuhantahun 2007 dan 2008 sebesar 6,41 dan 5,90 persen.Setelah Provinsi Jawa Timur, Provinsi Banten memilikinilai PDRB dengan pertumbuhan tahun 2007 dan2008 sebesar 6,04 dan 5,81 persen, selanjutnya
 
Provinsi Jawa Tengah dengan pertumbuhan tahun2007 dan 2008 sebesar 5,59 dan 5,45 persen.Sedangkan provinsi yang memiliki pertumbuhanPDRB terendah di Pulau Jawa adalah Provinsi DaerahIstimewa Yogyakarta (DIY), dengan nilai pertumbuhantahun 2007 dan 2008 sebesar 4,31 dan 5,01 persen.Pertumbuhan ekonomi sendiri merupakan konsep yangmenjelaskan mengenai faktor-faktor apa saja yangmenentukan kenaikan output dalam jangka panjang,serta penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadiproses pertumbuhan (Boediono, 1999). Teori-teoripertumbuhan ekonomi memiliki titik perhatian yangberbeda satu sama lain. Namun pada kenyataanya,tidak satupun teori pertumbuhan ekonomi yang dapatsecara tepat merepresentasikan pertumbuhan ekonomidi suatuwilayah, karena perbedaan keadaanperekonomian yang sebenarnya terjadidengankeadaan secara teoritis. Untuk itu kami menganalisispengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pemerataanpendapatan di jawa tengah.II.KAJIAN PUSTAKA2.1.LANDASAN TEORI2.1.1 PengaruhPertumbuhan Terhadap PemerataanDistribusi PendapatanPenjelasan ini juga terdapat teori-teori dan model-model pertumbuhan perekonomian seperti
Teori Klasik,Teori Neo-Keynes,Teori Neo-Klasik dan Teori Modern.
Di dalam teori klasik ada dua aliran pemikiranmengenai pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari sisi AS/produksi yaitu teori klasik dan teori modern dandiantara kedua ini, teori neo-keynes dan teori neo-klasik. Dasar pemikiran teori klasik adalahpembangunan ekonomi yang dilandasi oleh sistemLiberal,yang manapertumbuhan ekonomi di pacu olehsemangat untuk mendapatkan keuntungan maksimal.Beberapa teori klasik terdapat disini yaitu sebagaiberikut:1.
Teori Pertumbuhan Adam Smith,
di dalamteori ini terdapat tiga faktor penentu prosesproduksi/pertumbuhan, yaitu SDA, SDM, danbarang modal.2.
Teori Pertubuhan David Ricardo
, pertumbuhanekonomi ditentukan oleh SDA (dalam artitanah) yang terbatas jumlahnya, dan jumlahpenduduk yang menghasilkan jumlah tenagakerja yang menyesuaikan diri dengan tingkatupah.Menurut David Ricardo pertanian adalahsektor utama sebagai motor penggerakpertumbuhan ekonomi.3.
Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus,
menurutnya, ukuran keberhasilanpembangunan suatu perekonomian adalahkesejahteraan Negara, yakni jika PNBpotensialnya meningkat. Sekotor yang palingdominan adalah sektor industri dan pertanian.Jika output di kedua sektor itu di tingkatkan,maka PNB potensialnya akan bisa ditingkatkan. Menurut Thomas Robert Malthusada dua faktor yang sangat menentukanpertumbuhan yaitu faktor ekonomi sepertitanah, tenaga kerja, modal dan organisasi ;dan juga faktor nonekonomis sepertikeamanan atas kekayaan, konstitusi danhukum yang pasti, etos kerja dan disiplinpekerja yang tinggi. tetapi, diantara faktor tersebut yang paling berpengaruh adalahfaktor akumulasi modal.4.
Teori Marx,
membuat lima tahapanperkembangan sebuah perekonomian yaitu: 1.perekonomian komunal priminif 2.perekonomian perbudakan 3. perekonomianfeodal 4. perekonomian kapitalis 5.perekonomian sosialis.Teori selanjutnya yaitu tentang teori Neo-Keynes,model pertumbuhan yang di dalam kelompok teori Neo-Keynes adalah model daro Harrod dan Domar yangmencoba memeperlus teori keynes mengenaikeseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam perspektif  jangaka panjang dengan menlihat pengaruh dariinvestasi, baik pada AD maupun pada perluasankapasitas produksi AS, yang pada akhirnya akanmeningkatkan pertumbuhan ekonomi.Selanjutnya yaitu mengenai Teori Neo-Klasik.Pemikiran dari teori ini didasarkan pada kritik ataskelemahan-kelemahan atau penyempurnaan terhadappandangan/asumsi dari teori klasik. Beberapa modelteori ini adalah sebagai berikut yaitu:1.
Model Pertumbuhan A.Lewis
2.
MOdel Petumbuhan Paul A.Baran
3.
Teori Ketergantungan Neokolonial 
4.
Model Pertumbuhan WW.Rostow Kemudai Teori Modern,
dari teori-teori yang di bahasdia atas kurang dapat menjelaskan pertumbuhanekonomi yang sejak tahun 1950-an di banyak negara didunia yang kenyataannya pertumbuhan tersebut tidaksepenuhnya hanya dodorong olah akumulasi modaldanpenambahan jumlah tenaga kerja,, tetapi jugadisebabkan oleh peningkatan produktifitas dari keduafaktor tersebut.Setelah melihat teori-teori di atas kita akan melihatkondisi pembangunan ekonomi Indonesia selamapemerintahan orde baru (sebelum krisis ekonomi 1997)dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalamisuatu proses dalam pembanguna ekonomi yangspektakuler, paling tidak pada tingkat makro(agregat).Keberhasilan ini dapat diukur dengan sejumlahindikator ekonomi makro.tetapi, pada sekarang inipemerataan dalam konteksPembangunan Ekonomi Indonesia kurang meratakarena semakin banyak saja masyarakat khususnyaIndonesia yang masih kekurangan dalam faktor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan.2.1.2 Teori Pertumbuhan
Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
Teori ini dikemukakan oleh beberapa ahli sebagaiberikut:
Werner Sombart (1863-1947)Menurut Werner Sombart pertumbuhan ekonomi suatubangsa dapat dibagi menjadi tiga tingkatan:
Masa perekonomian tertutup

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->