Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kematian Pada Ibu Hamil

Kematian Pada Ibu Hamil

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by anon_536542986

More info:

Published by: anon_536542986 on Dec 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

 
KEMATIAN PADA IBU HAMIL
Menciptakan generasi sehat berkualitas, tentu saja tak lepas dari kesehatan ibu.Sayangnya, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) 2007, angka kematian ibu diIndonesia, masih cukup tinggi. Sebanyak 228 kematian ibu dalam 100 ribu kelahiran hidupBerdasarkan Riskesdas 2010, masih cukup banyak ibu hamil dengan faktor risiko terlalu,yaitu terlalu tua hamil (hamil di atas usia 35 tahun) sebanyak 27%. Terlalu muda untuk hamil(hamil di bawah usia 20 tahun) sebanyak 2,6% dan terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4)sebanyak 11,8%, dan (4) terlalu dekat (jarak antar kelahiran kurang dari 2 tahun).Data SDKI, 2007 menjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tertinggi Se-ASEAN. Jumlahnya mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Pemerintah masih dituntutbekerja keras menurunkannya hingga tercapai target Millennium Development Goal (MDG) 5,menurunkan AKI menjadi 102/100.000 pada tahun 2015.Faktor kematian pada Ibu diantaranya :1.
 
Perdarahan2.
 
Eklampsia3.
 
InfeksiDari beberapa faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia sebagian besar masihdidominasi oleh perdarahan. Sedangkan faktor tidak langsung penyebab kematian ibu karenafaktor terlambat dan terlalu. Ini semua terkait dengan faktor akses, sosial budaya.endidikan, dan ekonomi.
I.
 
PERDARAHAN
 Persalinan memang selalu mempunyai risiko terjadinya suatu pendarahan (
blooding
).Terkadang pendarahan tersebut bisa segera di monitor dan segera diatasi namun terkadang juga sulit. Pendarahan sesudah melahirkan adalah perdarahan yang terjadi sesudah anak lahir,dapat terjadi dalam 24 jam pertama atau sekunder sesudah itu. Normalnya tidak lebih dari500 cc.Pendarahan terjadi karena semua pembuluh darah didalam rahim terutama di daerahmenempelnya plasenta atau ari-ari terbuka karena proses melahirkan sehingga darah akanmengalir dengan deras.
 
Penyebab
 Perdarahan saat persalinan masih menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia(28 persen). Faktor risikonya menjadi lebih besar jika ibu hamil menderita anemia ataukekurangan zat besi.Perdarahan dapat terjadi karena berbagai sebab, antara lain gangguan pada rahim,gangguan pembekuan darah, serta gangguan proses pengerutan rahim terganggu karenadinding rahim kurang kuat berkontraksi. Perdarahan pada ibu dapat terjadi pada masakehamilan hingga setelah proses persalinan. Penyebab perdarahan yang paling pentingadalah perdarahan post partum, perdarahan ante partum, abortus dan kehamilan ektopik.Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya pendarahan sesudahmelahirkan, diataranya adalah :1.
 
 Atonia Uteri (tonus uterus)
 2.
 
 Retensio placentae atau sisa plasenta (tissue/Jaringan)
 3.
 
 Robekan jalan lahir (tear)
 4.
 
 Anemia
 5.
 
 Hipertensi, dll
 Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan mencapai 40% - 60%, infeksi 20%- 30%, eklampsi sekitar 20% - 30%, sedangkan penyebab kematian ibu tidak langsung ada5,6 % yaitu penyakit ibu yang akan bertambah buruk dengan terjadinya kehamilan, sepertipenyakit jantung, ginjal atau penyakit kronis lainnya serta anemia zat besi pada ibu hamil(Departemen Kesehatan RI, 2001).
Pencegahan
Hingga kini belum ditemukan pencegahan yang efektif. Namun jika ibu hamilmengalami perdarahan, segera atasi dengan:
 
Berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
 
Beristirahat sampai perdarahan berkurang.
 
Hentikan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti mengangkat beban.
 
Hubungi dokter bila darah keluar cukup banyak, untuk segera mendapat penanganantepat.
 
Penanggulangan
Perdarahan setelah persalinan biasanya disebabkan terlalu sering melahirkan.Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjarangkan kehamilan dan mendeteksi dinigejala anemia selama kehamilan.1)
 
Ketahui dengan pasti kondisi pasien sejak awal.2)
 
Pimpin persalinan dengan mengacu pada persalinan bersih dan aman.3)
 
Lakukan observasi pada 2 jam pertama pasca persalinan dan lanjutkan pemantauanterjadwal hingga 4 jam berikutnya.4)
 
Selalu siapkan keperluan tindakan gawat darurat.5)
 
Segera lakukan penilaian klinik dan upaya pertolongan, apabila dihadapkan denganmasalah dan komplikasi.6)
 
Atasi syok 7)
 
Pastikan kontraksi berlangsung baik.8)
 
Pastikan plasenta telah lahir dan lengkap, eksplorasi kemungkinan robekan jalan lahir.9)
 
Bila perdarahan terus berlangsung, lakukan uji beku darah.10)
 
Pasang kateter tetap dan pantau masuk dan keluarnya cairan.11)
 
Cari penyebab perdarahan dan lakukan tindakan spesifik.
II.
 
ANEMIA
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurangdari 12 gr% (Wiknjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibudengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr%pada trimester II (Saifuddin, 2002). Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karenakekurangan zat besi, jenis pengobatannya relatif mudah, bahkan murah.Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atauHipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan denganbertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalahsebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%. Bertambahnya darahdalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalamkehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknjosastro, 2002). Secara fisiologis, pengenceran

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->