Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TheLight Photography Magazine #10

TheLight Photography Magazine #10

Ratings:

4.63

(8)
|Views: 1,426|Likes:
Published by Joko Riadi
Enjoyy...
Enjoyy...

More info:

Published by: Joko Riadi on Feb 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

 
EDISI X / 2008
1
 
     E     D     I     S     I     1     0     /     2     0     0     8
www.thelightmagz.com
FREE
 
2
EDISI X / 2008
 THE
EDITORIAL
EDISI X / 2008
3
 THE
EDITORIAL
PT Imajinasia Indonesia,
Jl. Pelitur No. 33A, www.thelightmagz.com,
Pemimpin Perusahaan/Redaksi:
Ignatius Untung,
 Technical Advisor:
Gerard Adi,
Redaksi:
redaksi@thelightmagz.com,
Public relation:
Prana Pramudya,
Marketing:
marketing@thelightmagz.com - 0813 1100 5200,
Sirkulasi:
Maria Fransisca Pricilia, sirkulasi@thelightmagz.com,
Graphic Design:
ImagineAsia,
Webmaster:
Gatot Suryanto“Hak cipta oto dalam majalah ini milik otograer yang bersangkutan, dan dilindungi oleh Undang-undang. Dilarang menggunakanoto dalam majalah ini dalam bentuk / keperluan apapun tanpa seijin pemiliknya.”
ABOUT THE COVERPHOTOGRAPHER:ERICH SILALAHI
Berbicara mengenai sosok dalam otogra sering membawa kita kepada dikotomi senior dan junior. Senior bisa dikonotasikan secara positi sebagai kelompok yang memiliki kemampuan mumpuni. Sementara junior bisa dikonotasikan secara positi sebagai kelompok yang lebihup to date, mengikuti tren, segar, baru, unpredictable.Namun pada kenyataannya kita banyak menemui nama-nama dalam kelompok senior dan junior yang memiliki konotasi negati. Tidak sedikit otograer senior yang justru kurang disegani lagi karena tidak up to date, kadaluwarsa, ketinggalan jaman, basi, dll. Tidak sedikitpula junior yang dikonotasikan dengan instan, belum matang, belum konsisten.Untuk itu, pada edisi kali ini kami menghadirkan otograer-otograer yang baik dari kategori senior maupun junior sama-sama memilikikualitas yang baik. Kita bisa belajar dari Indra Leonardi dan Roy Genggam yang walaupun sudah tidak muda lagi, namun otonya masih“muda” dan dikagumi orang muda. Sementara di kategori yang bisa dikatakan junior di kelas proesional kita bisa belajar dari Agus Susantodan Erich Silalahi yang walaupun belum terlalu senior tapi cukup disegani dan mendapat respek dari otograer senior.Menjadi junior yang belum matang dan belum konsisten atau menjadi junior yang segar dan unpredictable adalah pilihan kita sendiri. Samaseperti pilihan antara menjadi senior yang basi dan kadaluwarsa atau senior yang matang, konsisten dan memiliki kemampuan mumpuni.Apa pilihan anda?Editor in Chie 
SENIOR ATAU JUNIOR, BASI ATAU SEGAR?
 
4
EDISI X / 2008
INTERIOR
PHOTOGRAPHY
EDISI X / 2008
5
INTERIOR
PHOTOGRAPHY
ERICH SILALAHI,MENINGGALKANKARIR MAPANDEMI FOTOGRAFI
Fotogra sebagai proesi dianggap cukup bisa menghidupi sehingga dijadikannakah dan sumber pencaharian. Banyak otograer yang memulai proesinyaketika belum mapan berada pada jalur karir lain. Jika motivasi orang menjadiotograer adalah untuk menjadi kaya, mungkin tidak tepat. Karena terlalu banyak otograer proessional yang justru mengatakan bahwa kalau mau jadi kaya jangan jadi otograer. Sehingga mungkin mereka yang tetap menekuni bidangotogra sebagai proesi setelah tahu kondisi ini adalah mereka yang memangmenekuni otogra bukan karena otogra dipandang melulu pada rupiah yangdihasilkan melainkan lebih kepada kepuasan batin. Salah satu otograer yangmungkin berprinsip seperti ini adalah Erich Silalahi. Erich adalah seorang o-tograer proessional yang banyak melakukan pemotretan interior. Uniknya karirErich sebelum menekuni otogra sebagai proesi tergolong cukup cemerlang.Namun kecintaannya terhadap otogra membuatnya tidak bisa pindah ke lainhati selain pada dunia otogra.Erich mengenal kamera sejak kelas 2 SMP. “waktu itu saya dapat hadiah ulangtahun berupa kamera. Sejak saat itu kemana-mana saya bawa kamera.” Kenang-nya. Ketika lulus SMA dan hendak melanjutkan pendidikan ke bangku perguruantinggi anehnya Erich tidak memilih jurusan otogra dan lebih memilih untuk masuk ke IPB dan mengambil jurusan yang sama sekali jauh dari otogra yaitu jurusan penuluhan komunikasi pertanian. Namun walaupun tidak ada hubungan-nya dengan otogra, rupanya Erich berencana lain. “Justru gue milih jurusan itu

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Steffany Tanadi liked this
0227500954 liked this
marielle surya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->