Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evolusi Tumbuhan Biji

Evolusi Tumbuhan Biji

Ratings: (0)|Views: 270|Likes:
Published by Iqi Ya RifQi

More info:

Published by: Iqi Ya RifQi on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

 
http://pdpt.unesa.ac.id/portofolio/handout/3429/7437/15-evo-diversitas-tumb-biji 10. EVOLUSI DAN DIVERSITAS TUMBUHAN BIJI LIGNOPHYTA - TUMBUHAN BERKAYUSPERMATOPHYTA - TUMBUHAN BERBIJI Secara umum, Spermatophyta disebut dengantumbuhan biji merupakan garis monofiletik bersama lignophyta. Evolusi utama yang barumenggabungkan kelompok ini adalah biji. Biji dibatasi sebagai embrio, yang merupakanembrio sporofit diploid belum dewasa yang berkembang dari zigot, dikelilingi oleh jaringannutrisi dan dilindungi kulit biji. Secara umum embrio terdiri dari akar yang disebut radikula,meristem pucuk apical yang disebut epikotil, dan satu atau lebih daun yang disebutkotiledon; area transisi antara akar dan batang yang disebut hipokotil. Biji belum masaksebelum terjadi fertilisasi disebut ovul (bakal biji). EVOLUSI BIJI Evolusi biji melibatkanbeberapa tahap. Rangkaian tahap yang tepat (exact) ini tidak menentu, dan 2 tahap ataulebih dalam evolusi biji mungkin berlangsung secara bersamaan dan secara fungsionalberhubungan. Tahap yang mungkin berlangsung selama evolusi biji diuraikan berikut ini, 1.Heterospora. Heterospora merupakan pembentukan dua tipe spora haploid dalam dua tipesporangium.: besar, megaspora berjumlah sedikit, yang berkembang melalui miosis dalammegasporangium dan mikrospora kecil banyak, hasil dari miosis dalam mikrosporangium.Kondisi induk, dengan tipe spora tunggal disebut homospori. Tiap megaspore berkembangmenjadi gametofit betina yang hanya memiliki arkegonium; mikrospora berkembangmenjadi gametofit jantan, yang hanya memiliki anteridium. Walaupun heterospori prasyaratevolusi biji, terdapat fosil tumbuhan yangheterospori tetapi tidak membentuk biji,contohnya Archeopteris. Perlu diperhatikan bahwa heterospori yang bebas satu sama lain,dari tumbuhan bukan biji, yaitu lycophyta yang masih ada: Selaginella dan Isoetes dan padapaku-pakuan akuatik. 2. Endospori. Endosporik merupakan perkembangan lengkap, dalamhal ini, gametofit betina di dalam dinding spora orisinal. Sebaliknya kondisi nenek moyang:spora berkecambah dan tumbuh sebagai gametofit eksternal yang disebut eksospori. Evolusigametofit betina endosporik berhubungan dengan gametofit jantan yang endosporik(serbuk sari) 3.Reduksi jumlah megaspora menjadi satu. Reduksi jumlah megaspore melalui2 cara. Pertama, jumlah sel dalam megasporangium berlangsung miosis (masing-masingdisebut megasporosit atau sel induk megaspora) mereduksi, dari beberapa menjadi satu,megasporosit diploid tunggal ini membentuk 4 megaspora haploid. Kedua, 4 megasporahaploid dihasilkan dari miosis, 3 secara konsisten gagal, hanya 1 megaspora yang tinggal.Megaspora tunggal ini juga mengalami pertambahan ukuran, terkait dengan bertambahnyaruang dan sumber makanan dalam megasporangium.4. Pertahanan megaspora.Dibandingkan dengan megaspora yang dilepaskan dari sporangium (kondisi nenek moyang,seperti pada semua tumbuhan homospora tidak berbiji), dalam tumbuhan biji, megasporatetap dipertahankan di dalam megasporangium. Ini diikuti dengan reduksi penebalandinding megaspora. 5. Evolusi integument dan mikropil. Persistiwa akhir dari evolusi bijiadalah perkembangan megasporangium oleh lapisan jaringan yang disebut integument.Integument tumbuh dari pangkal megasporangium (yang sering disebut nuselus ketikadikelilingi oleh integument) dan pelindungnya, kecuali pada ujung distal. Bukti fosil
 
menunjukkan bahwa integument mirip berkembang dari (evolved dari cuping yang terpisahberasal dari telome (cabang ancestral) yang mengelilingi megasporangium. "prouvul" inimerupakan ovul awal menuju evolusi integument, memiliki rim atau cincin jaringan padaujung megasporangium, lagenostome, yang berfungsi untuk funnel serbuk sari menujuruang serbuk sari. Epitome dari evolusi biji berlangsung dengan evolusi perlekatan telomeuntuk membentuk integument, pelindung yang benar-benar mengelilingi nuselus.Integument semua tumbuhan biji (yang masih ada) memliki pori kecil pada ujung distal yangdisebut dengan mikropil. Mikropil menggantikan lagenostome sebagai sisi masuk serbuk sari.(atau pada angiospermae, buluh serbuh sari). Mikropil juga berfungsi dalam mekanik daripembentukan droplet polinasi dan resorbsi. Perlu diperhatikan bahwa integument tunggalmenggambarkan kondisi spermatofit nenek moyang; lapisan integument kedua berkembangberikutnya pada angiospermae. SERBUK SARI Peristiwa yang bersamaan dengan evolusi bijiadalah evolusi serbuk sari. Secara teknis, serbuk sari, dewasa, adalah gametofit jantanendosporik. Endospori dalam evolusi serbuk sari mirip dengan proses yang sama dalamevolusi biji, melibatkan perkembangan gametofit jantan di dalam dinding spora orisinal.Serbuk sari dari tumbuhan biji sangat mereduksi gametofit jantan, terdiri dari hanyabeberapa sel. Serbuk sari ini disebut dengan gametofit jantan "dewasa" karena pada saatpelepasannya, serbuk sari tidak terdeferensiasi lengkap. Setelah dilepaskan darimikrosporangium, serbuk sari harus ditransport ke mikropil dari ovul (atau, padaangiosperma, jaringan stigma dari karpel) agar pada akhirnya berlangsung fertilisasi.Dispersal angin, kombinasi dengan polinasi droplet mungkin cara transport serbuk sari daritumbuhan nenek moyang. Setelah ditransport pada ovul (jaringan stigma) gametofit jantanmelengkapi tahap dengan melangsungkan pembelahan mitosis dan deferensiasi. Padagametofit jantan tumbuh buluh serbuk sari eksosporik., yang berfungsi sebagai organhaustorium, memperoleh nutrisi dengan absorpsi dari jaringan sporofit disekelilingnya.BULUH SERBUK SARI Gametofit jantan dari semua tumbuhan biji yang masih adamembentuk buluh serbuk sari segera setelah serbuk sari kontak dengan jaringanmegasporangium (nuselus) dari ovul. Pembentukan buluh polen disebut sebagai sifonogami(siphono: buluh, dan gamos perkawinan) Pembentukan buluh polen berfungsi sebagai organhaustorium, tumbuh dan feeding dari jaringan megasporagium (nuselus). Buluh polen jugaberfungsi mengantar sel sperma secara langsung atau tidak langsung, menuju sel telurdalam ovul. POLINASI DROPLET Satu kemungkinan evolusi yang berkaitan dengan evolusi bijiadalah polinasi droplet. Yang dimaksud polinasi droplet adalah cairan yang dikeluarkan olehbakal biji muda melalui mikropil. Droplet ini sebagian besar terdiri dari air dan beberapagula atau asam amino yang dibentuk oleh perombakan sel-sel yang ada di ujung distalmegasporangium (nuselus). Ruang yang dihasilkan dari perombakan sel disebut denganpollination chamber. Polinasi droplet berfungsi dalam transportasi serbuk sari melaluimikropil. Hal ini berlangsung dengan resorbsi droplet, yang "menarik" serbuk sari kontakdengan droplet menuju poll chamber. Tidak diketahui apakah polinasi dropletmenggambarkan tumbuhan biji paling awal. Bagaimanapun, adanya polinasi dropler padabanyak tumbuhan biji tidak berbunga mengusulkan bahwa terjadinya mungkin apomorfik
 
untuk paling tidak garis keturunan tumbuhan biji yang masih ada. Perhatikan bahwa ovuldari angiosperma tidak ada pollinasi droplet atau pollinasi chamber, pada tumbuhanberbunga berlangsung beberapa mekanisme transfer serbuk sari. PERKEMBANGAN OVULDAN BIJI Setelah polinasi megasporosit berkembang dalam megasporangium dari ovul.Megasporosit merpuakan sel tunggal yang membelah miosis menghasilkan tetrad atauempat megaspore haploid yang sebagian besar tumbuhan biji tersusun secara linier. Tigamegaspore distal abortive; hanya megaspore proksimal (dekat pangkal ovul) melanjutkanperkembangan. Dalam ruang polinasi, polen berkembang menjadi gametofit jantan yangtumbuh menuju megasporangium. Pada gymnospermae gametofit jantan ini bias hidupdalam jaringan megasporangium for some time padaumumnya beberapa bulan sampai satutahun. Megaspore fungsional membesar disertai dengan pembelahan mitosis untukmembentuk gametofit betina endosporik. Pada biji gymnosperma arkegoniumterdeferensiasi pada bagian ujung gametofit betina. Seperti pada tumbuhan non biji tiaparkegonium memiliki satu sel telur besar dan sel leher linier pendek dan sel saluran ventralatau inti. Akhirnya gametofit jantan melepaskan atau membawa sel sperma menuju ruangantara megasporangium dan gametofit betina yang disebut dengan ruang arkegonium.(catatan bahwa ovul angiosperma tidak ada arkegonium dan ruang arkegonium). Di sini, selsperma berenang menuju (sikas dan ginkgo) atau dilepaskan pada close proximity (coniferdan Gnetales) pada arkegonium dari gametofit betina. Sel sperma masuk arkegoniumselanjutnya berlangsung fertilisasi. Catatan bahwa tidak benar untuk tumbuhan berbungfa,fertilisasi langsung terjadi setelah polinasi. Zigot diploid yang dihasilkan membelah mitosisdan berlangsung deferensiasi akhirnya menjadi embrio, sporofit belum dewasa. Jaringangamtofit betina mengelilingi embrio dan berfungsi sebagai jaringan nutrisi untuk embriopada saat perkecambahan biji (perkecualian pada tumbuhan berbunga) Megasporangium(nuselus) akhirnya degenerasi. Integumen berkembang menjadi kulit biji perifer yangmungkin terdeferensiasi menjadi lapisan keras atau berdaging. ADAPTASI BIJI Signifikansiadaptasi biji tidak diragukan lagi. Pertama, biji memberikan perlindungan melalui kulit bijidari kerusakan mekanik, kekeringan dan seringkali predasi. Kedua, biji berfungsi sebagai unitpemencaran dari reproduksi seksual. Pada sebagian besar tumbuhan, biji mengalamimodifikasi untuk pemencaran. Sebagai contoh, kulit biji luar berdaging berfungsi untukpemencaran dengan bantuan hewan. Pada kenyataannya, beberapa tumbuhan dimakanhewan, lapisan luarnya dicerna sisanya adalah biji (termasuk embrio yang dilindungi olehlapiran dalan keras) melintas tidak berbahaya melalui usus hewan, siap untuk berkecambah.Pada tumbuhan lain, deferensiasi kulit biji menjadi satu sayap atau lebih berfungsi sebagaialat pemebncaran biji. Ketiga kulit biji mungkin mempunyai mekanisme dormansi yangmenyebabkab biji hanya bisa berkecambah ketika lingkungan dengan suhu, cahaya dankelembaban ideal. Keempat, pada perkecambahan, jaringan nutrisi mengelilingi embriomemberikan energy untuk kecambah muda membantu pertumbuhan menjadi individudewasa. Yang menarik, tumbuhan biji dari gametofit betina (yang berkembang di dalammegaspore) tetap bertahan dan secara nutrisi tergantung pada sporofit. Ini merupakankondisi yang berlawanan dengan golongan lumut. EUSTELE Selain biji, apomorfi untuk

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->