Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Johana Makro

Johana Makro

Ratings: (0)|Views: 89|Likes:
Published by I'anatus Syarifah

More info:

Published by: I'anatus Syarifah on Dec 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2014

pdf

text

original

 
 
ISSN : 0854-7108
Psikologi Nusantara:Kesanakah Kita Menuju?
Johana E. Prawitasari
Buletin Psikologi, Volume 14 Nomor 1, Juni 2006
Tulisan ini akan menyorotiperkembangan psikologi baik sebagaiilmu pengetahuan maupun terapan diIndonesia dan di negara maju. Akandibandingkan apa yang telah terjadi diIndonesia dan negara maju. Khususnyatulisan ini akan mempertanyakan kemanakah psikologi di Indonesia akanmenuju. Apakah psikologi Indonesia akan berkembang berdasarkan kearifan lokalyang mungkin dapat disebut psikologinusantara? Langkah bersama sepertiapakah yang perlu dipikirkan dandilakukan?Aslinya tulisan ini merupakan bagian dari pidato saya saat LustrumFakultas Psikologi UGM tanggal 8 Januari2005. Isinya terdiri atas kajian tentanghasil penelitian dan tulisan yang ada diAnima dan Jurnal Psikologi terbitantahun 2004 dan 2005, Buletin Psikologiterbitan tahun 2003 dan 2005, danAmerican Psychological Association(APA) Monitor bulan September 2004 danApril 2006. Publikasi di jurnal dan buletin psikologi tersebut merupakanpsikologi mutakhir di Indonesia.Psikologi terapan relatif baru di negaramaju dapat dilihat pada APA Monitortersebut. Beberapa artikel akan dikajidalam tulisan ini. Yang terakhir ini tidakada dalam pidato saya.Bahasan terakhir yaitu gagasan tentangpsikologi nusantara berikut pemikirankurikulum dasar yang dapat disusun bersama. Untuk itu akan diajukanpertanyaan-pertanyaan yang perludijawab bersama tentang kemungkinanpengembangan psikologi nusantaradengan konsekuensi logisnya.
Psikologi Mutakhir di Indonesia
Perkembangan terkini suatu ilmupengetahuan dapat disimak dari tulisanhasil penelitian empiris yang diterbitkandi jurnal dan kajian pemikiran konsepsecara teoritik di buletin. Jurnal, yangmempunyai mitra bestari dan penilaiansejawat, merupakan masyarakat ilmiah.Di situ anggotanya memaparkan hasilpenelitian, yang telah dinilaikelayakannya oleh sejawat dan mitra bestari, supaya khalayak ramai dapatmengikutinya dan menjaga supaya tidakmudah terjadi plagiat. Saat ini menurutpengamatan saya hampir setiaplembaga, yang mempunyai fakultaspsikologi, mempunyai penerbitan jurnal
1
 
sendiri. Seperti misalnya, UniversitasIslam Indonesia mempunyai Psikologika.Universitas Sanata Dharma menerbitkanSuksma. Universitas Indonesiamenerbitkan Jurnal Psikologi Sosial.Universitas Padjadjaran menerbitkan Jurnal Psikologi sama dengan FakultasPsikologi UGM. Masih banyak lagiuniversitas yang menerbitkan jurnalpsikologi dengan nama yang bermacam-macam, sayangnya saya belum punyakoleksi lengkap jurnal-jurnal tersebut.Dasar tulisan ini terbatas, sayahanya mengkaji tulisan yang diterbitkandi Anima yang diterbitkan oleh FakultasPsikologi Universitas Surabaya, lalu Jurnal Psikologi dan Buletin Psikologiyang diterbitkan oleh Fakultas PsikologiUGM. Kedua jurnal telah terakreditasioleh Dikti Diknas. Kebetulan sayamenjadi mitra bestari Anima, sehinggasaya menerima jurnal tersebut tiap kaliterbit. Jurnal Psikologi dan BuletinPsikologi saya beli. Saya belum tahuapakah ada jurnal psikologi lainnya yangtelah diakreditasi Dikti Diknas, sehinggasaya tidak dapat membahasnya.
Anima April 2004
Dalam Anima terbitan April 2004,saya tidak menemukan tema khususdalam penerbitan ini. Dua orangpsikiater, Endang Warsiki dan Sumarno,menulis dalam bahasa Inggris tentang“Psychogenic vomiting in infants andchildren”. Mereka membahas tentangdasar psikologis muntah pada bayi dananak-anak yang tidak menderitapenyakit lain atau gangguan fisik lain.Selain kajian teoritis berdasarkanpsikoanalisis dan hasil penelitian laintentang gangguan itu di luar negeri,mereka juga menggambarkan 4 kasusyang nampaknya telah mereka tangani.Mereka mengacu analisis biopsikologisuntuk situasi yang dialami individu dananalisis psikososial untuk hubunganindividu dengan orang tuanya. Faktor didalam dan di luar keluarga yangmempengaruhi juga dikaji. Dinamikamuntah diterangkan melalui kaitmengait antara situasi biologis,psikologis, dan sosial yang dialami olehindividu. Mereka menyajikan skemamunculnya sindroma muntahpsikogenik sebagai dasar analisis padakasus yang mereka tangani. Yang tidak jelas dalam bahasan mereka yaitupenanganan psikiatrik selain analisiskasus. Memang disebutkan adanya terapi bermain dan konsultasi untuk orang tuasupaya dapat berhubungan dengan anakmereka. Akan lebih bermanfaat bagipembaca bila ada bahasan tentang itu,sehingga jelas proses penyembuhan padakasus yang mereka tangani.Alimatus Sahrah membahaspersepsi terhadap kepemimpinanperempuan. Penelitian ini sangat khasgaya penelitian psikologi yang banyakmenggunakan survei sebagai metodeutamanya. Ia membandingkan persepsilaki-laki dan perempuan dalamkelompok peran jenis androgini,maskulin, feminin, dan tidak jelas.Diperoleh hasil bahwa persepsi tentang
Johana E. PrawitasariBuletin Psikologi, Volume 14 Nomor 1, Juni 2006ISSN : 0854-7108
2
 
 
kepemimpinan perempuan berbedaantara laki-laki dan perempuan.Kelompok peran jenis kelamin juga berbeda dalam persepsi mereka. Laki-laki cenderung lebih negatif menilaikepemimpinan perempuan daripadaperempuan. Yang paling menilai negatifyaitu kelompok laki-laki maskulin. Hasilseperti ini sudah dapat diramalkansebelumnya. Kelompok laki-lakimaskulin, yang sangat sadar akan peran jenisnya, dengan sendirinya tidak dapatmenerima kepemimpinan perempuan.Penelitian survei seperti ini mendukungkesimpulan sementara yang didasarkanpada penelitian sebelumnya dan teoriyang ada.Seperti penelitian Alimatus Sahrah,Soetanto Hartono melakukan penelitianawal tentang perilaku seksualmahasiswa di Surabaya dengan metodesurvei. Keduanya menggunakankuesioner untuk memperoleh data.Penelitian Hartono lebih bersifatdeskriptif yaitu menggambarkanfrekuensi responden yang memilihpilihan tiap aitem dalam kuesioner. Iamenyimpulkan bahwa sebagian besarmahasiswa masih berpegang pada sikaptradisional tentang kehidupan seksmereka. Hanya sedikit mahasiswa baiklaki-laki maupun perempuanmenyetujui seks pranikah denganalasannya masing-masing. Di antarapilihan alasan yaitu sebagain besarperempuan memilih “asal tidak hamil.”Sebagian besar laki-laki memilih “sekssebagai kebutuhan dasar.” Sebagian besar subjek juga masih menghargaikeperawanan. Yang tidak menganggappenting keperawanan memberikanalasan bahwa itu tidak menjaminkebahagiaan perkawinan.Yang lebih cocok dengan temapsikologi nusantara yaitu tulisan DickyHastjarjo. Ia membandingkan tarafkekonkritan kata benda padamasyarakat Jawa, Sunda, dan Bali.Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen untuk meneliti ingatan.Peneliti menggunakan sekumpulanstimulus sebanyak 300 kata bendadengan parameter tingkat kejelasannya.Ditemukan bahwa makin jelas suatu kata benda maka makin dapat diingat kata itu.Dalam bahasannya penelitimemasukkan unsur budaya untukmenerangkan stimulus kata bendatersebut karena menggambarkan apayang ada di sekitarnya. Stimulus sepertiini mungkin akan menguntungkan sukutertentu. Nampaknya stimulus katayang dianggap universalpunkemungkinan juga masih punya muatan budaya.Ada tiga penelitian yang jugamenggunakan metode eksperimenseperti penelitian Hastjarjo. KalauHastjarjo lebih menuju padapengembangan asesmen terutama untukpengukuran ingatan kata berdasarkankejelasan (catatan: Hastjarjomenggunakan istilah kekonkritan), tigapenelitian lainnya lebih berguna sebagaipsikologi terapan. Ketiga penelitian inimelihat pengaruh perlakuan pada
Psikologi Nusantara: Kesanakah Kita Menuju?
ISSN : 0854-7108Buletin Psikologi, Volume 14 Nomor 1, Juni 2006
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->