Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Vol IV No 18 II P3DI September 2012

Vol IV No 18 II P3DI September 2012

Ratings: (0)|Views: 41|Likes:
Published by Yulia Indahri

Penarikan Penyidik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Harris Y. P. Sibuea)

Sengketa Kepemilikan Kepulauan Senkaku/Diaoyu dan Stabilitas Kawasan (Rizki Roza)

Lambang Kepalangmerahan bagi Perlindungan Kemanusiaan (Anih Sri Suryani)

Hilirisasi Miyak Kelapa Sawit (CPO) (Galuh Prila Dewi)

Efektivitas Mesin Partai Politik dalam Pemilihan Gubernur DKI 2012 (Debora Sanur Lindawaty)

Penarikan Penyidik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Harris Y. P. Sibuea)

Sengketa Kepemilikan Kepulauan Senkaku/Diaoyu dan Stabilitas Kawasan (Rizki Roza)

Lambang Kepalangmerahan bagi Perlindungan Kemanusiaan (Anih Sri Suryani)

Hilirisasi Miyak Kelapa Sawit (CPO) (Galuh Prila Dewi)

Efektivitas Mesin Partai Politik dalam Pemilihan Gubernur DKI 2012 (Debora Sanur Lindawaty)

More info:

Published by: Yulia Indahri on Dec 07, 2012
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

 
Penarikan Penyidik KepolisianRepublik Indonesia (Polri) dariKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Harris Y. P. Sibuea
*)
Abstrak
Sesuatu yang dianggap sebagai masalah kecil dapat mengakibatkan kelumpuhan penegakan hukum di dalam lembaga KPK. Sampai kini masih banyak kasus korupsi yang belum terselesaikan oleh KPK. Penarikan 20 penyidik KPK akan menghambat  proses penyelesaian kasus korupsi di Indonesia. Pihak Kepolisian sudah menarik 20 penyidiknya dari KPK dengan 14 penyidik sebagai gantinya, namun tidak sesuai dengan standarisasi kriteria penyidik KPK yang harus mempunyai pengetahuan penyidikan, integritas, dan kapabilitas.
H U K U M
 A. Pendahuluan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)merupakan komisi di Indonesia yangdibentuk pada tahun 2003 untuk mengatasi,menanggulangi dan memberantaskorupsi di Indonesia. Komisi ini didirikanberdasarkan kepada UU No. 30 Tahun2002 tentang Komisi PemberantasanTindak Pidana Korupsi yang sampai saatini merupakan landasan hukum bagi KPKuntuk melaksanakan tugasnya.Berbagai kasus korupsi sampai saatini masih banyak yang ditangani oleh KPK.Salah satu kasus dugaan korupsi yangsedang menjadi pembicaraan banyak orangyaitu kasus dugaan
mark up
pembelianalat simulator Surat Izin Mengemudi (SIM)yang dilakukan oleh Kepolisian RepublikIndonesia (Polri). Pemberantasan tindakpidana korupsi mutlak harus dilakukan. Halini merupakan salah satu kewajiban bagipara penegak hukum di negara di seluruhdunia untuk memerangi tindak pidanakorupsi. Pemberantasan tindak pidanakorupsi di Indonesia pada saat sekarangini mengalami guncangan. Salah satu halyang menyebabkannya adalah penarikan20 penyidik Kepolisian dari KPK. Dugaanbermunculan dari berbagai pihak termasukpihak Polri sendiri. Ada pendapat bahwahal tersebut terkait dengan kasus korupsisimulator Surat Izin Mengemudi (SIM)yang menyeret sejumlah perwira polisi,namun pihak Polri mengatakan bahwapenarikan tersebut karena surat perintahuntuk bertugas di KPK telah habis masaberlakunya yakni telah 4 tahun.Suatu hal yang dianggap kecil ataubiasa saja, namun sebenarnya dapat
*)
Peneliti bidang Hukum pada Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) Setjen DPR RI, e-mail:harris.sibuea@dpr.go.id
-
1
-
Vol. IV, No. 18/II/P3DI/September/2012
 
-
2
-mengakibatkan kelumpuhan penegakanhukum di dalam lembaga KPK. Sampaikini masih banyak kasus korupsi yangbelum terselesaikan oleh KPK. Jika benarterjadi penarikan 20 penyidik KPK dantidak diganti dengan jumlah penyidik yangsama oleh Polri maka hal tersebut akanmenghambat proses penyelesaian kasuskorupsi di Indonesia. Pihak Polri sudahmengganti 20 penyidik Kepolisian yangditarik dengan 14 penyidik baru, namuntidak sesuai dengan standarisasi kriteriapenyidik KPK yang harus mempunyaipengetahuan penyidikan, integritas, dankapabilitas.20 penyidik yang ditarik oleh Polriterdiri dari 12 orang di antaranya barusetahun bertugas di KPK, 7 orang sudah 6tahun 7 bulan dan sisanya bertugas di KPKselama 6 tahun. Jika dirinci lebih dalam,4 orang di antaranya memang sudahsenior dan hampir habis masa kontraknya,4 lainnya menjadi Kepala Satuan Tugas(Satgas) Penanganan Perkara, sementara 12penyidik Polri yang lain tengah menanganiperkara di KPK. Berikut adalah 20 namapenyidik KPK yang ditarik Kepolisian:1. AKBP Yudhiawan Wibisono2. AKBP M Iqram3. AKBP Cahyono Wibowo4. AKBP Adri Effendi5. AKBP John CE Nababan6. AKBP Djoko Poerwanto7. Kompol Sugiyanto8. Kompol Hendri N Christian9. Kompol Gunawan10. Kompol Rizka Anungnata11. Kompol Bhakti Eri Nurmansyah12. Kompol Indra Lutrianto Amstono13. Kompol Rilo Pambudi14. Kompol Dodo Simangunsong15. Kompol Bambang Sukoco16. Kompol Ferdy Irawan17. AKP Ardi Rahananto18. AKP M Agus Hidayat19. AKP Wahyu Istanto Bram Widarso20. AKP Susilo EdyHarapan masyarakat akan semakindikorbankan akibat ketidakharmonisanhubungan antara KPK dan Polri yang salingegois tentang kekuatannya masing-masing.Padahal kepemimpinan dalam penegakanhukum harus bersikap reformis danmengedepankan kewibawaan lembaganya,demi tegaknya kehormatan hukum danterpenuhinya rasa kepuasan masyarakatyang mendambakan pemerintahan bersihdari korupsi. KPK harus memikirkanlangkah ke depan yang harus dilakukanuntuk meningkatkan kinerja dari segikualitas maupun kuantitas.
B. Aspek Pelanggaran Hukum
Penarikan anggota Polri yangmenjadi penyidik di KPK sebelum 4 tahunbertugas bisa melanggar hukum. Polri atauinstansi lain tidak bisa secara mendadakmenarik pegawainya yang bertugas diKPK. Febri Diansyah, peneliti hukumICW, berpandangan ada ketentuan yangmengatur mengenai kepegawaian di KPKselain UU No. 30 Tahun 2002 Tentang KPK,yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63Tahun 2005 Tentang Sumber Daya Manusiadi KPK. PP No. 63 Tahun 2005 merupakanturunan UU KPK yang secara khususmengatur sistem sumber daya manusia diKPK.Dalam Pasal 5 ayat (3) PP No. 63Tahun 2005 diatur masa penugasanpegawai negeri yang dipekerjakan padaKPK paling lama 4 tahun dan hanya dapatdiperpanjang 1 (satu) kali. Jadi Polri atauinstitusi lain yang pegawainya bertugasdi KPK tidak dapat seenaknya menarikpegawai mereka dari KPK sebelum 4 tahunbertugas.Melengkapi Pasal 5 ayat (3) PP No.63 Tahun 2005, bahwa penyidik diangkatdan diberhentikan oleh KPK, artinya yangberhak memberhentikan yang bersangkutansebagai penyidik adalah KPK. Hal ini sesuaidengan Pasal 45 UU No. 20 Tahun 2002Tentang KPK “Penyidik adalah Penyidikpada Komisi Pemberantasan Korupsiyang diangkat dan diberhentikan olehKomisi Pemberantasan Korupsi.” Dengandemikian sebanyak 20 penyidik yangditarik oleh Polri dan belum disetujui KPKtersebut sebenarnya tetap bisa menjadipegawai KPK hingga ada keputusan lebihlanjut. Pekerjaan dan tugas mereka sebagaipenyidik juga sah secara hukum.
 
-
3
-
C. Penyidik KPK 
KPK merupakan satu-satunyalembaga di Indonesia yang dibentuk untukmemberantas tindak pidana korupsi.Penyidik merupakan salah satu komponenyang penting untuk mendukung kinerjaKPK terkait pemberantasan korupsi. KPKtentu memiliki alasan kenapa berusahamempertahankan 20 penyidik Polri sampaitidak mau diganti dengan 14 penyidik baruyang ditawarkan pihak Polri. Alasan yangdinyatakan KPK adalah, 14 orang tersebuttidak memenuhi strandarisasi sebagaipenyidik yang telah ditetapkan olehKPK. Memang perlu dipikirkan ke depanbagaimana kuantitas penyidik KPK, apakahtetap mengandalkan atau bersinergi denganPolri atau merekrut penyidik independen.Berbagai kalangan menyatakanpandangannya terkait penarikan penyidikPolri dari KPK antara lain Prof. Dr.Elwi Danil, pakar hukum pidana dariUniversitas Andalas berpandangan bahwaKPK perlu melakukan rekrutmen penyidikindependen, agar tidak mengganggupenanganan kasus besar di lembaga itu.Sangat penting juga dipikirkan perundang-undangan yang terkait dengan rekrutmenpenyidik independen untuk KPK, sehinggatidak selalu tergantung kepada penyidik diKepolisian. Jika sudah ada regulasi yangdapat membenarkan langkah tersebut,maka perlu dilakukan.Selanjutnya Tama S. Langkun,Koordinator Divisi Investigasi
IndonesiaCorruption Watch
(ICW), menyatakankebutuhan KPK terhadap kepemilikan 300penyidik merupakan keharusan, selainkualitas penyidik yang ditingkatkan, KPK juga layak meningkatkan kuantitasnya.Hal ini dikarenakan beberapa negarayang komisi anti korupsinya berhasil,pada umumnya memiliki jumlah penyidikyang relatif banyak, sesuai dengan luaswilayah, misalnya negara kecil sepertiTanzania memiliki 28% atau 200 penyidikdari 718 anggota anggota komisi antikorupsinya. Jika dibandingkan denganIndonesia yang jumlah penduduknyacukup banyak dan wilayahnya luas, tentudibutuhkan lembaga antikorupsi yangsecara kualitas dan kuantitas terpenuhi.Sekarang ini sangat penting untukmerekrut penyidik independen. Kemudian jika dibandingkan dengan penyidikdi
Independent Commission Against Corruption of Hong Kong 
(ICAC), lembagapemberantasan korupsi Hongkong, yang jumlah penyidiknya mencapai 3000-anorang. Pegawai ICAC itu hampir 5000orang dengan penyidiknya 3000-an orang.Adapun Donal Fariz, Peneliti
Indonesia Corruption Watch
(ICW),menyarankan agar KPK melanjutkanproses rekrutmen penyidik mereka secaramandiri. KPK perlu mengembangkan prosesrekrutmen penyidik dari luar Kepolisianagar KPK bisa melepaskan ketergantunganterhadap Polri. Penyidik independenadalah jawaban atas persoalan KPK saatini. Selama KPK bergantung kepadaKepolisian, sehingga tak ada jaminanbagi KPK untuk mempertahankan parapenyidik yang ditugaskan di sana. Karenaitu, merekrut penyidik independen adalahlangkah strategis yang akan memperbaikikinerja KPK pada masa-masa mendatang.KPK telah merekrut 30 penyidikdari internal KPK untuk mengantisipasikekosongan penyidik setelah penarikan 20penyidik Polri. Ada 5 alasan KPK memilihpenyidik dari kalangan internal yakni:Pertama, tidak akan terjadi loyalitas gandadari penyidik sebagaimana terjadi selamaini; Kedua, penyidik tidak akan mengalami
split personality 
karena intervensi dari pihakluar; Ketiga, KPK tidak sekedar menjadi
training center 
yang mendidik dan melatihpenyidik yang profesional dan berintegritaskemudian ditarik oleh instansi asalnya;Keempat, selain tidak merugikan keuangannegara, dengan penyidik sendiri, kinerjaindividu maupun lembaga KPK semakinoptimal; Kelima, tidak kalah pentingkoordinasi dan supervisi KPK terhadapKepolisian dan Kejaksaan akan optimal.Penarikan 20 penyidik Polri dari KPKdapat dikatakan memenuhi persyaratanadministrasi dari sisi surat keputusan masakerja instansi Polri, yaitu telah 4 tahun.Namun dari sisi lembaga pemberantasankorupsi KPK, para penyidik tersebut belumdiberhentikan sesuai dengan Pasal 45UU KPK yang menyatakan bahwa yangmengangkat dan memberhentikan penyidik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->