Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI GURU TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN WAKATOBI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI GURU TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN WAKATOBI

Ratings: (0)|Views: 83 |Likes:
Published by L.M. ARIFIN

More info:

Published by: L.M. ARIFIN on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
13
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN TERDAHULU2.1 Tinjauan Pustaka2.1.1 Persepsi
Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiaporang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik melaluipenglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itumerupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatupencatatan yang benar terhadap situasi. Seperti yang dikatakan oleh David Krech(Thoha, 2011:142) bahwa:
Peta kognitif individu itu bukanlah penyajian potografik dari suatukenyataan fisik, melainkan agak bersifat konstruksi pribadi yang kurangsempurna mengenai objek tertentu, diseleksi sesuai dengan kepentinganutamanya dan dipahami menuntut kebiasaannya. Setiap pemahaman(
 perceive
) adalah pada tingkat tertentu bukanlah seniman yangrepresentatif, karena lukisan gambar tentang kenyataan itu hanyamenyatakan pandangan realitas individunya
.Berdasarkan pendapat Krech tersebut dapat dikemukakan bahwa persepsiadalah suatu proses kognitif yang kompleks dan menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barang kali sangat berbeda dari kenyataannya.Menurut Rakhmat (2001:51), bahwa persepsi adalah pengalaman tentangobjek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menimbulkaninformasi dan menafsirkan pesan. Sedangkan menurut Thoha (2002:123), bahwapersepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di
 
14
 
dalam memahami informasi tentang lingkungan, baik lewat penglihatan,pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman.Walgito (2003:46), mengemukakan bahwa:
Persepsi merupakan proses pengorganisasian, penginterprestasianterhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehinggamerupakan sesuatu yang berarti dan merupakan aktifitas yangterintegrasi/ 
integrated 
dalam individu
.Berdasarkan pendapat Walgito tersebut, dapat dijelaskan bahwa persepsimerupakan tanggapan (penerimaan) individu yang terungkap dari dalam dirinyasebagai suatu proses interprestasi dalam memahami informasi tentang suatuobjek. Rivai dan Mulyadi (2010:236), mengemukakan bahwa persepsi adalahsuatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkankesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.Menurut Hamme dan Organ (Indrawijaya, 2010:43), berpendapat bahwa:
Manusia dalam mengorganisasikan, menafsirkan dan memberi artikepada suatu rangsangan selalu menggunakan inderanya, yaitu melaluiproses mendengar, melihat, merasa, meraba, dan mencium yang dapatterjadi terpisah-pisah atau serentak. Intensitas dan tingkat penggunaanindera akan mempengaruhi pula tingkat kepekaan seseorang dan inikemudian turut mempengaruhi persepsi, proses persepsi dan pemecahanmasalah dari seseorang, serta kepribadian dan aspirasi seseorang. Setiapkali seseorang dihadapkan pada suatu rangsangan yang sudah biasa iahadapi, maka ia akan langsung mengumpulkan informasi (daripengalamannya) dan membandingkannya dengan rangsangan yang iahadapi sekarang. Bagaimana ia memberi arti terhadap rangsangan tersebuttergantung kepada kepribadian dan aspirasi yang bersangkutan
.Berdasarkan pendapat Hammer-Organ tersebut, dapat digeneralisasibahwa persepsi sangat bersifat pribadi dan usaha sungguh-sungguh memahamipersepsi orang merupakan bagian penting dari perilaku organisasi.
 
15
 
Ratnaningsih (2008:54), mengutarakan ciri-ciri persepsi adalah sebagaiberikut:a. Modalitas.b. Dimensi ruang.c. Dimensi waktu.d. Struktur konteks.e. Dunia penuh artiBerdasarkan pendapat Ratnaningsih tersebut, dapat dijelaskan bahwa,(1) Modalitas, dimana rangsangan yang diterima harus sesuai dengan modalitastiap-tiap indera, yaitu sifat sensorik dasar masing-masing, (2) Dimensi ruang,dimana dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang), (3) Dimensiwaktu, dimana dunia persepsi mempunyai dimensi waktu, seperti cepat lambat,tua muda, dan lain-lain, (4) Struktur konteks, dimana keseluruhan yang menyatuobjek-objek atau gejala-gejala dalam dunia pengamatan mempunyai struktur yangmenyatu dengan konteksnya, dan (4) Dunia penuh arti, dimana dunia persepsiadalah dunia penuh arti, dimana kita cenderung mengamati pada gejala-gejalayang mempunyai makna bagi kita, yang ada hubungannya dengan tujuan yangada dalam diri kita.Sebelum seseorang melakukan persepsi atau tanggapan terhadap suatupermasalahan, maka harus mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri apa saja yangharus diperhatikan dalam melakukan persepsi sehingga tidak salah nantinyadalam mempersepsikan sesuatu. Selanjutnya Dagun (1997:842), mengemukakanbahwa:
Fungsi persepsi adalah merefleksi hubungan-hubungan terpisah yangmelekat pada objek 
 – 
objek dan proses-proses dunia luar, bertindak sebagaibasis untuk membangun konsep-konsep yang kompleks, berperan besardalam menemukan sifat-sifat lain dari suatu objek yang tidak teramati

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->