Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
faktor yang mempengaruhi manajemen laba

faktor yang mempengaruhi manajemen laba

Ratings: (0)|Views: 90 |Likes:
Published by CahMbeling

More info:

Published by: CahMbeling on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
| 45 |
Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.16, No.1 Januari 2012, hlm. 45–55Terakreditasi SK. No. 64a/DIKTI/Kep/2010http://jurkubank.wordpress.com
Korespondensi dengan Penulis:
Herman Darwis
: Telp. +62 921 311 0903 Fax. +62 921 311 0901E-mail: herman. darwis@gmail.com
MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN
CORPORATE GOVERNANCE 
SEBAGAI PEMODERASI
Herman Darwis
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas KhairunJl. Pertamina Gambesi Kampus II TernateSelatan, 97728.
 Abstract 
The objective of study was to provide empirical evidence of the influence of earnings management on corporatevalue. Managerial ownership affected the relationship between earning management with corporate values,and institutional ownership affected the relations between earning management to the corporate value.The population of this study was manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange, the observa-tion period from the year 2008-2010. The technique used was purposive sample with the analysis method usedwas a simple regression for hypothesis one, and moderate analyst regression for hypotheses two and three. Thestudy found that earnings management had no effect on corporate value. Managerial ownership did not affectthe relationship between earnings management to corporate value. Institutional ownership affected the rela-tionship between earnings management to corporate value. Ownership of shares held by institutional partiescould weaken the influence of earnings management on corporate value. It was because the institutional own-ership could control the company more closely so that the possibility of management performed earningsmanagement could be reduced.
 Key words
:earnings management, corporate governance, managerial ownership, institutional ownership,corporate value.
Corporate governance
merupakan suatu sistem yangmengatur dan mengendalikan perusahaan yang di-harapkan dapat memberikan dan meningkatkannilai perusahaan kepada para pemegang saham.Dengan demikian penerapan
 good corporate gover-nance
dipercaya dapat meningkatkan nilai perusa-haan.Ciri utama dari lemahnya
corporate governance
adalah adanya tindakan mementingkan diri sendiridi pihak manajer perusahaan dengan mengesam-pingkan kepentingan investor. Hal ini akan mem-buat investor kehilangan kepercayaannya terhadappengembalian investasi yang telah merekainvestasikan pada perusahaan. Hubungan agensimuncul ketika salah satu pihak (
 principal
) menyewapihak lain (
agent
) untuk melaksanakan suatu jasa,dan dalam melakukan hal itu mendelegasikan we-wenang untuk membuat keputusan kepada agentersebut.Kewenangan yang dimiliki agen seringkalitidak memaksimalkan kepentingan pemilik karenaadanya perbedaan kepentingan (
conflict of interest
).
 
Jurnal Keuangan dan Perbankan | KEUANGAN
Vol. 16, No.1, Januari 2012: 45–55
| 46 |
Hal ini disebut sebagai masalah keagenan. Olehkarena itu, diperlukan perlindungan terhadap ke-pentingan investor dari perilaku menyimpang yangdilakukan oleh pihak manajemen. Herawaty (2008)menjelaskan, bahwa salah satu bentuk penyim-pangan yang dilakukan oleh manajemen sebagaiagen yaitu dalam proses penyusunan laporan ke-uangan manajemen dapat memengaruhi tingkatlaba yang ditampilkan dalam laporan keuanganatau yang sering disebut dengan manajemen laba(
earnings management
). Manajemen laba
 
adalah tin-dakan yang dilakukan manajemen untuk mening-katkan atau menurunkan laba perusahaan dalamlaporan keuangan. Tujuan manajemen laba
 
adalahuntuk meningkatkan kesejahteraan pihak tertentuwalaupun dalam jangka panjang tidak terdapatperbedaan laba kumulatif perusahaan dengan labayang dapat diidentifikasikan sebagai suatu keun-tungan.Praktek manajemen laba dinilai merugikankarena dapat menurunkan nilai laporan keuangandan memberikan informasi yang tidak relevan bagiinvestor. Menurut Herawaty (2008) teori keagenanmemberikan pandangan bahwa masalah manaje-men laba
 
dapat diminimumkan dengan pengawas-an sendiri melalui
 good corporate governance.
Penelitian tentang pengaruh manajemen labaterhadap nilai perusahaan dilakukan oleh Herawaty(2008) menemukan bahwa manajemen laba mem-punyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Penelitian yang dilakukan Fernandes & Ferreira(2007) menyatakan bahwa manajemen laba mem-punyai hubungan yang negatif terhadap nilai per-usahaan. Penelitian Wedari (2004); Herawaty (2008)menemukan bahwa praktek
corporate governance
me-miliki hubungan terhadap manajemen laba
 , s
e-dangkan menurut Siregar & Bachtiar (2004) tidakterdapat hubungan antara praktek
corporate gover-nance
dengan manajemen laba
.
Hasil penelitian Mitton (2002), Black,
et al.
(2003), Klapper & Love (2003), dan Febriyana (2007),menemukan bahwa
corporate governance
memilikihubungan positif dengan nilai perusahaan. Siallagan& Machfoedz (2006) menemukan bahwa meka-nisme
corporate governance
berpengaruh terhadapnilai perusahaan. Penelitian Rachmawati & Triat-moko (2007) menunjukkan adanya hubunganantara nilai perusahaan dengan persentase sahamyang dimiliki oleh pihak manajemen perusahaan.Penelitian yang dilakukan Wahyudi & Pawestri(2006) menyimpulkan bahwa struktur kepemilikaninstitusional tidak berpengaruh terhadap keputus-an keuangan maupun nilai perusahaan.Herawaty (2008) menguji hubungan antaramanajemen laba
 
dan nilai perusahaan yang dimo-derasi oleh
corporate governance.
Hasil penelitiannyamembuktikan bahwa komisaris independen, kuali-tas audit dan kepemilikan institusional merupakanvariabel pemoderasi antara
earnings management
dan nilai perusahaan, sedangkan kepemilikan ma-najerial bukan merupakan variabel pemoderasi.Berdasarkan ketidakkonsistenan penelitiansebelumnya, maka penelitian ini menguji kembalipengaruh
 good corporate governance
terhadaphubungan antara manajemen laba dengan nilai per-usahaan, dengan menggunakan data yang lebihterbaru dan metode analisis uji selisih mutlak.
HIPOTESISPengaruh Manajemen Laba terhadap NilaiPerusahaan
Manajer sebagai pengelola perusahaan lebihbanyak mengetahui informasi internal dan prospekperusahaan di masa yang akan datang dibandingpemilik (pemegang saham) sehingga menimbulkanasimetri informasi. Manajer diwajibkan membe-rikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepadapemilik. Sinyal yang diberikan merupakan cermin-an nilai perusahaan melalui pengungkapan infor-masi akuntansi seperti laporan keuangan. Laporankeuangan tersebut penting bagi pengguna ekternalperusahaan karena kelompok itu berada dalamkondisi yang paling tidak tinggi tingkat kepastian-nya. Asimetri antara manajemen dan pemilik mem-berikan kesempatan pada manajer untuk melaku-
 
Manajemen Laba Terhadap Nilai Perusahaan dengan
Corporate Governance
Sebagai Pemoderasi
 Herman Darwis
| 47 |
kan manajemen laba guna meningkatkan nilai per-usahaan pada saat tertentu. Pada mulanya nilaiperusahaan memang meningkat pada periode ter-tentu, namun sebenarnya manajemen laba dapatmenurunkan nilai perusahaan pada masa yangakan datang.Penelitian tentang pengaruh manajemen labaterhadap nilai perusahaan dilakukan oleh Herawaty(2008) menemukan bahwa manajemen laba mem-punyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Sloan (1996) menguji sifat kandungan informasikomponen akrual dan komponen aliran kas apakahterefleksi dalam harga saham. Terbukti bahwakinerja laba yang berasal dari komponen akrualsebagai aktifitas manajemen laba
 
memiliki per-sistensi yang lebih rendah dibanding aliran kas.Laba yang dilaporkan lebih besar dari aliran kasoperasi yang dapat meningkatkan nilai perusahaansaat ini. Berdasarkan uraian teori dan penelitianterdahulu maka hipotesis yang diajukan adalah:H
1
:Manajemen laba berpengaruh terhadap nilaiperusahaan.
Pengaruh
Corporate Governance
terhadapHubungan antara Manajemen Laba denganNilai Perusahaan
Perspektif teori agensi, agen yang
risk adverse
dan cenderung mementingkan dirinya sendiri akanmengalokasikan sumber-sumber
 
dari investasiyang tidak meningkatkan nilai perusahaan ke alter-natif investasi yang lebih menguntungkan. Perma-salahan agensi akan mengindikasikan bahwa nilaiperusahaan akan naik apabila pemilik perusahaanbisa mengendalikan perilaku manajemen agartidak menghamburkan sumber
 
perusahaan, baikdalam bentuk investasi yang tidak layak maupundalam bentuk
shirking. Corporate governance
meru-pakan suatu sistem yang mengatur dan mengenda-likan perusahaan yang diharapkan dapat membe-rikan dan meningkatkan nilai perusahaan kepadapara pemegang saham. Dengan demikian, pene-rapan
 good corporate governance
dipercaya dapat me-ningkatkan nilai perusahaan.Penelitian tentang pengaruh
corporate gover-nance
terhadap nilai perusahaan dilakukan olehBlack,
et al.
(2003) membuktikan bahwa
corporate governance index
secara keseluruhan merupakan halpenting dan menjadi salah satu faktor penyebabyang dapat menjelaskan nilai pasar bagi perusaha-an-perusahaan independen di Korea. Johnson,
etal.
(2000) memberikan bukti bahwa rendahnyakualitas
corporate governance
dalam suatu negara ber-dampak negatif pada pasar saham dan nilai tukarmata uang negara bersangkutan pada masa krisisdi Asia. Klapper & Love (2002) menemukan adanyahubungan positif antara
corporate governance
dengankinerja perusahaan.Silveira & Bairos (2006), menemukan bahwaadanya pengaruh kualitas CG terhadap nilai pasarperusahaan. Pawestri (2006) yang menyatakanbahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruhterhadap nilai perusahaan. Siallagan & Machfoedz(2006) menemukan bahwa kepemilikan manajerialberpengaruh secara negatif terhadap nilai perusa-haan. Rachmawati & Triatmoko (2007) menyimpul-kan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruhpositif terhadap nilai perusahaan
(price book value),s
edangkan kepemilikan institusional berpengaruhterhadap nilai perusahaan. Darwis (2009) menemu-kan bahwa implementasi GCG dan kepemilikaninstitusional berpengaruh terhadap kinerja perusa-haan.Dengan alasan meningkatkan nilai perusaha-an, manajemen melakukan tindakan oportunis de-ngan melakukan manajemen laba
.
Oleh karena ituadanya praktek
corporate governance
di perusahaanakan membatasi manajemen laba
 
karena adanyamekanisme pengendalian dalam perusahaan ter-sebut. Praktek
corporate governance
dapat diproksidengan komisaris independen, kepemilikan mana-gerial, kepemilikan institusional dan klasifikasiakuntan publik. Investor institusional yang seringsebut sebagai investor yang canggih
(sophisticated)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->