Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemanfaatan Peta Konsep Dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Pada Teori Grup

Pemanfaatan Peta Konsep Dalam Menyelesaikan Soal Pembuktian Pada Teori Grup

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Published by muhammad soenarto

More info:

Published by: muhammad soenarto on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2013

pdf

text

original

 
 
Disajikan dalam rangka seminar bulanan prodi matematika fkip-uhamka tanggal 4 juni 2011
 
1
 
PEMANFAATAN PETA KONSEP DALAM MENYELESAIKANSOAL PEMBUKTIAN PADA TEORI GRUP
M. SoenartoProdi Matematika, FKIP UHAMKA.
 Abstrak 
Artikel ini menyajikan pemanfaatan peta konsep dalam menyelesaikan soalpembuktian pada teori grup, dan merupakan alternatif yang dapat digunakan mahasiswasebagai langkah awal dalam menyelesaiakan soal pembuktian pada mata kuliah strukturaljabar. Peta konsep yang dimaksud dalam hal ini adalah skema yang digunakan untuk menyatakan hubungan bermakna antara yang diketahui dalam soal dengan konsep yangakan digunakan untuk membuktikan soal tersebut.
 Kata Kunci:
Peta Konsep, Teori Grup, Pembuktian.
PENDAHULUAN
Mata kuliah struktur aljabar merupakan salah satu mata kuliah yang diberikanpada program strata-1 (S1) pendidikan matematika. Pemberian mata kuliah tersebutdimaksudkan agar mahasiswa memahami beberapa struktur dalam aljabar, dan dapatmenerapkannya untuk menyelesaikan masalah yang sederhana dalam aljabar, sertamampu berpikir logis dan bernalar secara matematika dalam menyelesaikan suatumasalah. Dengan demikian, mata kuliah struktur aljabar sangat penting untuk dikuasaimahasiswa dalam rangka meningkatkan daya nalar yang deduktif, logis dan sistematis.Mata kuliah struktur aljabar sebagai bagian dari aljabar modern merupakan matakuliah dengan struktur deduktif aksiomatis yang ketat. Sebagaimana yang dikemukakan
Birkhoff (1941: v) “the most striking characteristics of modern algebra is the deduction
of theoritical properties of such formal systems as groups, rings, fields, and vector
spaces”. Untuk itu, struktur aljabar sarat dengan definisi dan teorema sehingga
mahasiswa dalam mempelajarinya dituntut kemampuan untuk membuktikan teorema,dan dapat memanfaatkan definisi dan teorema-teorema yang ada dalam menyelesaikansoal-soal yang pada umumnya berbentuk pembuktian. Kromodihardjo (1990: 11.1)menegaskan bahwa pada mata kuliah struktur aljabar kita tidak melakukan perhitungan,tetapi hanya belajar konsep.
 
 
Disajikan dalam rangka seminar bulanan prodi matematika fkip-uhamka tanggal 4 juni 2011
 
2
 Pentingnya kemampuan pembuktian dalam mata kuliah struktur aljabar dapat dilihat pada buku-buku teks yang selalu mencantumkan soal-soal yang berbentuk pembuktian. Seperti buku-buku teks yang ditulis Birkhoff (1941, 1979), Fraleigh (1989);Herstein (1975); Kromodihardjo (1988); Sukahar (1997); Suradi (1997) pada umumnyasoal-soal yang diberikan merupakan soal pembuktian.Berdasarkan pengalaman penulis dalam mengajarkan mata kuliah struktur aljabardi FMIPA Universitas Negeri Makassar, nampak bahwa kemampuan mahasiswa dalampembuk-tian masih kurang menggembirakan. Hal ini dapat kita lihat dari pekerjaanmahasiswa dalam menyelesaikan soal struktur aljabar. Mereka masih mengalamikesulitan dalam mengkaitkan informasi yang diketahui dan yang akan dibuktikan dalamsoal. Walaupun dalam proses perkuliahan setiap latihan selalu dimunculkan soalpembuktian. Mungkin, mahasiswa kesulitan mengkaitkan konsep-konsep yang begitubanyak terhadap permasalahan yang dihadapinya, sehingga mengalami kesulitanmenentukan langkah yang akan ditempuh dalam membuktikan soal tersebut. Salah satucara yang dapat mengatasi kesulitan tersebut, adalah memanfaatkan peta konsep.
PEMBUKTIAN DALAM TEORI GRUP
Mata kuliah struktur aljabar memperkenalkan konsep tentang aljabar abstrak yang lebih ditekankan pada kemampuan berpikir logis dan bernalar sistematis dalammenyelesaikan masalah. Isi mata kuliah ini berdasarkan kurikulum pendidikanmatematika dan ilmu pengetahuan alam tahun 1990, untuk program S1 LPTK adalah: (1)Tinjauan ulang tentang operasi dan himpunan, pemetaan dan relasi ekivalen, (2) Grupmeliputi: sifat-sifat dan contoh grup, order grup, sifat-sifat dan contoh grup siklis,subgrup normal, homomorfisma grup, peta dan kernel, (3) Ring meliputi: sifat-sifat dancontoh ring, homomofisma ring, daerah integral, field dan ideal, dan (4) Ring polinomatas field bilangan real.Pembahasan dalam artikel ini difokuskan pada topik teori grup dan dibatasi padatopik yang dikategorikan sebagai grup elementer. Beberapa topik dalam grup elementer
 
 
Disajikan dalam rangka seminar bulanan prodi matematika fkip-uhamka tanggal 4 juni 2011
 
3
 yang dimaksud adalah (1) definisi grup; (2) sifat-sifat sederhana dari grup, (3) definisisubgrup, (4) beberapa teorema tentang subgrup. Topik-topik dalam grup elementer ini,didasari oleh beberapa aksioma. Hal ini dapat di lihat dari definisi grup berikut:Misalkan G adalah himpunan yang tidak kosong dan
*
operasi yang didefinisikandalam G.
,
G
disebut grup jika memenuhi:(1)
),(
Gba
 
Gba
(sifat tertutup)(2)
),,(
Gcba
 
cbacba
)()(
(sifat assosiatif)(3)
aaeeaGaGe
))((
(ada elemen identitas)(4)
eaaaaGaGa
111
))((
(ada elemen invers)Selanjutnya sifat (1), (2), (3), dan (4) biasa disebut aksioma dari grup. Menurut
Soedjadi (1999/2000) “aksioma” merupakan “pernyataan pangkal” dalam struktur 
matematika, yang diperlukan agar dapat dihindarkan berputar-putar dalam pembuktian.Sedangkan istilah
sistem
diartikan sebagai “sekumpulan unsur 
-unsur atau elemen yang
terkait satu sama lain dan mempunyai tujuan tertentu”, dan
struktur 
diartikan sebagai
“suatu sistem yang did
alamnya memuat atau diperhatikan adanya hubungan yang
hirarkis”.
Lebih lanjut Soedjadi mengemukakan bahwa suatu kumpulan aksioma dapatmerupakan sebuah sistem apabila memenuhi (1)
konsisten
: aksioma-aksioma tersebuttidak kontradiktif; (2)
independen
: aksioma yang satu tidak dapat diturunkan dariaksioma yang lain; dan (3)
komplit atau lengkap
: pernyataan yang diturunkan dari sistemtersebut dapat dibuktikan kebenaran dan kesalahannya. Oleh karena itu, kumpulankeempat aksioma dalam grup yang disebutkan di atas membentuk sebuah sistemaksioma, yang disebut sistem aksioma grup.Berdasarkan uraian di atas, untuk menyelesaikan soal-soal pembuktian dalamteori grup, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur grup (aksioma-aksioma, konsep-konsep yang didefinisikan, teorema-teorema). Salah satu cara untuk memahami keterkaitan antara struktur dalam teori grup adalah menggunakan peta

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->