Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Lokasi Industri(1)

Teori Lokasi Industri(1)

Ratings: (0)|Views: 360|Likes:
Published by Asep Saepudin

More info:

Published by: Asep Saepudin on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/03/2013

pdf

text

original

 
A.
 
DefinisiTeori lokasi industri adalah pemilihan lokasi optimal. Lokasi optimal yaitu lokasi terbaik secaraekonomis (dapat memberikan keuntungan maksimal, biaya terendah dan pendapatan tertinggi). Teorilokasi disebut juga ilmu yang menyelidiki tata ruang kegiatan ekonomi. Ilmu yang menyelidikialokasi geografis dari sumber-sumber yang langka serta hubungannya dengan atau pengaruhnyaterhadap lokasi berbagai macam kegiatan lainnya. Lokasi atau ruang yang dimaksud disini yaitupermukaan bumi, baik yang ada diatasnya maupun yang ada dibawahnya sepanjang manusia bisamenjangkaunya.Untuk memahami teori lokasi tentunya kita harus mengenal terlebih dahulu studi ruang yangmerupakan analisis atas dampak atau keteraitan antar kegiatan disuatu lokasi dengan berbagaikegiatan lain pada lokasi lain. Selain itu studi ruang ada juga studi lokasiyang melihat kedekatan atau jauhnya suatu kegiatan dengan kegiatan lain dan apa dampaknya atas kegiatan masing-masing karenalokasi berdekatan tersebut. Hal ini berpengaruh terhadap Intensitas Mobilitas yang memperhitungkan jarak, waktu, biaya, tenaga, dan informasi.Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biayatransportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukanbagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi.B.
 
PerkembanganTeori Lokasi Industri yang berorientasi ekonomi dikemukakan oleh Weber,Hoover, Christaller danLosch, dan beberapa ahli lainnya.I.
 
Teori WeberTeori ini dikenal dengan Teori Least Cost Location yang penekanan pada prinsip pokok, yaitu bahwalokasi industri dipilihkan di tempat-tempat yang biayanya paling minimal terkenal dengan modelsegitiga lokasional weber. Teori ini ditentukan oleh tiga faktor utama penentu lokasi yaitu material,konsumsi dan tenaga kerja. Menurut Weber biaya transportasi akan bertambah secara proporsionaldengan jarak. Titik terendah biaya transportasi adalah titik yang menunjukkan biaya minimum untuk angkutan bahan baku (input) dan distribusi hasil produksi (output). Jika sumber bahan baku dan pasarberada pada arah yang berbeda, maka lokasi biaya transportasi termurah adalah pada pertemuankeduanya.Asumsi yang digunakan Weber untuk mendapatkan least cost location ada 7 pra kondisi, yaitu1.
 
Konsumen terkonsentrasi di beberapa pusat2.
 
Iklim homogen3.
 
Wilayah terisolasi4.
 
pasar persaingan sempurna5.
 
Sumberdaya atau bahan mentah tersedia dalam jumlah memadai6.
 
Bahan bakar mineral dan tambang tersedia secara tidak merata dan hanya terjangkau pada tempatyang terbatas7.
 
Tenaga kerja menyebar tidak merata
 
Penelitian lokasi industri didasarkan atas prinsip minimalisasi biaya. Lokasi setiap industri tergantungpada biaya total transportasi dan tenaga kerja dimana penjumlahan keduanya harus minimum.Keuntungan Maksimum = Tr
 – 
Tc jika asumsinya
:
 
 
Wilayah analisis terisolasi, iklim homogen, konsumen terkonsentrasi dan kondisi pasar adalahpersaingan sempurna
 
SDA (sumber daya alam) tersedia dimana-mana (ubiquitous) dalam jumlah memadai
 
Material lainnya (bahan bakar, tambang) tersedia secara sporadis dan hanya terjangkau padabeberapa tempat terbatas.
 
Tk tidak ubiquitous (tidak menyebar secara merata) tapi berkelompok pada beberapa lokasidengan mobilitas terbatas.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lokasi :1. Biaya transportasi (jarak dan berat lokasional).Berat lokasional adalah berat total semua barang input yang harus diangkut ketempat produksi untuk menghasilkan satu satuan output ditambah berat output yang akan dibawa ke pasar. Berat total terdiridari satu-satuan produk akhir ditambah semua berat input yang harus diangkut ke lokasi pabrik yangdiperlukan untuk menghasilkan satu satuan output.Ad 1. Biaya transportasiDimana :T = lokasi optimumM1 m2 = sumber bahan bakuP = pasarXyz = bobot input dan outputAbc = jarak lokasi input dan outputPenentuan lokasi optimum (dekat lokasi bahan baku atau pasar ) dengan menggunakan indeksmaterial :bobot bhn baku lokalIm = -------------------------------------bobot produk akhir
 
Bila im > 1: perusahaan berlokasidekat bahan baku
 
Bila im < 1: perusahaan berlokasidekat pasar2. Upah tenaga kerjaAd. Biaya tenaga kerja
 
Penghematan biaya tk/unit produksi lebih besar dari pada tambahan biaya transportasi/unit produksikarena berpindahnya lokasi industri ke dekat sumber tk Biaya MinimumT = lokasi biaya transportasi terendahL = lokasi biaya tk terendah
 
Titik-2 di luar t memiliki tingkat biaya transportasi yang sama penyimpangannya dari titik t
 
Bila titik-2 tsb dihubungkan satu sama lain
close curve
isodapan
 
Isodopan : kurva yang menggambarkan berbagai lokasi industri yang memberikan tingkat biayatransportasi yang sama
 
Perbedaan isodopan satu dengan lainnya menunjukkan pertambahan biaya akibat pertambahan jarak dari titik t dengan tingkat pertambahan yang sama pada masing-masing isodapan
 
Pada gbr terlihat, diluar titik t terdapat isodapan 1,2 dan 3. Titik l adalah lokasi pasar tk di dalamisodapan 2
 
Perusahaan akan pindah lokasi ke l atau tetap di lokasi titik t, tergantung pd berapa besarperbedaan biaya yang dihemat dari upah buruh yang rendah bila pindah ke lokasi l dibandingkandengan biaya transportasi yang harus dikeluarkan karena kepindahan tsb3. AglomerasiTempat kecenderungan berkumpulnya beberapa pelaku ekonomi pada suatu lokasi karena ada upayasaling memanfaatkan dari fasilitas yang tersedia. Tambahan biaya transportasi akan diimbangi olehpenghematan diluar biaya transoprtasi (non transportasi: fasilitas pendukung)T1 t2 t3 = masing-2 lokasi industri yang memiliki biaya transportasi minimum
 
Isodapan kritis : selisih biaya dari salahsatu kurva isodapan dari titik t adalahsama dengan keuntungan non transportasiyang dapat diperoleh pada suatu tempatalternatif 
 
Titik a mrp isodapan kritis untuk masing-masing industri, krn titik a mrp pusatperpotongan maka akan terjadi aglomerasipada titik a

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->