Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Islam Di Indonesia

Hukum Islam Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 167|Likes:
Published by Syafni Andi

More info:

Published by: Syafni Andi on Dec 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
HUKUM ISLAM DI INDONESIA;DULU DAN SEKARANG 
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliahKajian Hukum Islam dan Hukum Positif 
 Oleh:Muhammad Ikhsan7105090722 Dosen:DR. Ramli Hutabarat. M.Hum. UNIVERSITAS INDONESIAPROGRAM PASCASARJANAPROGRAM STUDI KAJIAN TIMUR TENGAH DAN ISLAMKEKHUSUSAN KAJIAN ISLAMJAKARTA2006 HUKUM ISLAM DI INDONESIA; DULU DAN SEKARANGMuhammad Ikhsan Pendahuluan
Tidak dapat dipungkiri bahwa umat Islam di Indonesia adalah unsur paling mayoritas.Dalam tataran dunia Islam internasional, umat Islam Indonesia bahkan dapat disebut sebagai
 
komunitas muslim paling besar yang berkumpul dalam satu batas teritorial kenegaraan. Karenaitu, menjadi sangat menarik untuk memahami alur perjalanan sejarah hukum Islam di tengah-tengah komunitas Islam terbesar di dunia itu. Pertanyaan-pertanyaan seperti: seberapa jauh pengaruh kemayoritasan kaum muslimin Indonesia itu terhadap penerapan hukum Islam diTanah Air –misalnya-, dapat dijawab dengan memaparkan sejarah hukum Islam sejak komunitasmuslim hadir di Indonesia.Di samping itu, kajian tentang sejarah hukum Islam di Indonesia juga dapat dijadikansebagai salah satu pijakan –bagi umat Islam secara khusus- untuk menentukan strategi yang tepatdi masa depan dalam mendekatkan dan “mengakrabkan” bangsa ini dengan hukum Islam. Prosessejarah hukum Islam yang diwarnai “benturan” dengan tradisi yang sebelumnya berlaku dan jugadengan kebijakan-kebijakan politik-kenegaraan, serta tindakan-tindakan yang diambil oleh paratokoh Islam Indonesia terdahulu setidaknya dapat menjadi bahan telaah penting di masa datang.Setidaknya, sejarah itu menunjukkan bahwa proses Islamisasi sebuah masyarakat bukanlah proses yang dapat selesai seketika.Untuk itulah, tulisan ini dihadirkan. Tentu saja tulisan ini tidak dapat menguraikan secaralengkap dan detail setiap rincian sejarah hukum Islam di Tanah air, namun setidaknya apa akanPenulis paparkan di sini dapat memberikan gambaran tentang perjalanan hukum Islam, sejak awal kedatangan agama ini ke bumi Indonesia hingga di era reformasi ini. Pada bagian akhir tulisan ini, Penulis juga menyampaikan kesimpulan tentang apa yang sebaiknya dilakukan olehkaum muslimin Indonesia untuk –apa yang Penulis sebut dengan- “mengakrabkan” bangsa inidengan hukum Islam.
Wallahu a’la wa a’lam
! 
Hukum Islam pada Masa Pra Penjajahan Belanda
Akar sejarah hukum Islam di kawasan nusantara menurut sebagian ahli sejarah dimulai pada abad pertama hijriyah, atau pada sekitar abad ketujuh dan kedelapan masehi.[1]Sebagaigerbang masuk ke dalam kawasan nusantara, kawasan utara pulau Sumatera-lah yang kemudiandijadikan sebagai titik awal gerakan dakwah para pendatang muslim. Secara perlahan, gerakandakwah itu kemudian membentuk masyarakat Islam pertama di Peureulak, Aceh Timur.Berkembangnya komunitas muslim di wilayah itu kemudian diikuti oleh berdirinya kerajaan
 
Islam pertama di Tanah air pada abad ketiga belas. Kerajaan ini dikenal dengan nama SamuderaPasai. Ia terletak di wilayah Aceh Utara.[2] Pengaruh dakwah Islam yang cepat menyebar hingga ke berbagai wilayah nusantarakemudian menyebabkan beberapa kerajaan Islam berdiri menyusul berdirinya KerajaanSamudera Pasai di Aceh. Tidak jauh dari Aceh berdiri Kesultanan Malaka, lalu di pulau Jawa berdiri Kesultanan Demak, Mataram dan Cirebon, kemudian di Sulawesi dan Maluku berdiriKerajaan Gowa dan Kesultanan Ternate serta Tidore.Kesultanan-kesultanan tersebut –sebagaimana tercatat dalam sejarah- itu tentu sajakemudian menetapkan hukum Islam sebagai hukum positif yang berlaku. Penetapan hukumIslam sebagai hukum positif di setiap kesultanan tersebut tentu saja menguatkan pengamalannyayang memang telah berkembang di tengah masyarakat muslim masa itu. Fakta-fakta inidibuktikan dengan adanya literatur-literatu
 fiqh
yang ditulis oleh para ulama nusantara padasekitar abad 16 dan 17.[3]Dan kondisi terus berlangsung hingga para pedagang Belanda datang ke kawasan nusantara. 
Hukum Islam pada Masa Penjajahan Belanda
Cikal bakal penjajahan Belanda terhadap kawasan nusantara dimulai dengan kehadiranOrganisasi Perdagangan Dagang Belanda di Hindia Timur, atau yang lebih dikenal dengan VOC.Sebagai sebuah organisasi dagang, VOC dapat dikatakan memiliki peran yang melebihifungsinya. Hal ini sangat dimungkinkan sebab Pemerintah Kerajaan Belanda memangmenjadikan VOC sebagai perpanjangtangannya di kawasan Hindia Timur. Karena itu disampingmenjalankan fungsi perdagangan, VOC juga mewakili Kerajaan Belanda dalam menjalankanfungsi-fungsi pemerintahan. Tentu saja dengan menggunakan hukum Belanda yang mereka bawa.Dalam kenyataannya, penggunaan hukum Belanda itu menemukan kesulitan. Inidisebabkan karena penduduk pribumi berat menerima hukum-hukum yang asing bagi mereka.Akibatnya, VOC pun membebaskan penduduk pribumi untuk menjalankan apa yang selama initelah mereka jalankan.[4]Kaitannya dengan hukum Islam, dapat dicatat beberapa “kompromi” yang dilakukan oleh pihak VOC, yaitu:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->