Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Sosial Masyarakat Pantai

Sistem Sosial Masyarakat Pantai

Ratings: (0)|Views: 613|Likes:
Published by Ahdiat Celebes

More info:

Published by: Ahdiat Celebes on Dec 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
SISTEM SOSIAL MASYARAKAT PANTAIMAKALAH
AHDIATP 0201212401PROGRAM PASCASARJANAPROGRAM STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAHKONSENTRASI MANAJEMEN KELAUTANUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR2012
 
A.PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai lebih kurang 17.500 buah dan dikenal sebagai salah satunegara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar, dengan kekayaan ragamflora dan faunanya, termasuk didalamnya endemik. Sebagai konsekuensinya,Indonesia secara komparatif memiliki keunggulan dibandingkan negara lain.Pertama adalah keunggulan sumberdaya alam. Sebagai negara kepulauan,tidaklah mengherankan jika lebih kurang dua pertiga dari luas keseluruhan teritorialnegara kesatuan yang berbentuk republik ini merupakan perairan, dengan luaslebih kurang 5,8 juta km2. Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu negarayang memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Kanada, yang mencapailebih kurang 81.000 km. Dan sudah barang tentu dengan luas perairan, panjanggaris pantai dan jumlah pulau yang demikian besar, secara alami Indonesiamewarisi kekayaan sumberdaya alam yang melimpah.Kedua adalah keunggulan sumberdaya manusia.Secara kuantitas, jumlahpenduduk Indonesia merupakan yang terbesar kelima di dunia, yaitu lebih kurang220 juta jiwa. Dan, lebih kurang 60 persen diantaranya hidup dan bermukim disekitar wilayah pesisir. Dan, sebagian besar diantaranya menggantungkankehidupannya kepada keberadaan sumberdaya alam pesisir dan lautan. Sehinggatidaklah mengherankan bahwa sebagian besar kegiatan dan aktivitas sehari-harinya selalu berkaitan dengan keberadaan sumberdaya di sekitarnya.Sebagai konsekuensinya, sumberdaya pesisir dan laut semakin banyakdieksploitasi, mulai dengan menggunakan teknologi yang paling sederhanasampai teknologi moderen. Fenomena ini memberikan indikasi bahwasemakin tinggi tingkat penggunaan teknologi eksploitasi, maka semakin besartekanan terhadap keberadaan sumberdaya tersebut. Bahkan tidaklahmengherankan bilamana tingkat teknologi yang digunakan sangat ekstraktif dancenderung destruktif, maka hal ini akan menjadi ancaman yang sangatsignifikan bagi keberlangsungnan sumberdaya pesisir dan laut Indonesia.Oleh karena itu, demi menjaga keberlanjutan sumberdaya tersebut, makaperlu kiranya dirancang dan diimplementasikan rambu-rambu atau batasan-batasan eksploitasi disesuaikan dengan keberadaan sumberdaya, zonasi dankarakteristik sumberdaya serta karakteristik daerahnya (propinsi / kabupaten /kota) sebagai satuan wilayah pembangunannya. Dalam hal ini, karena implikasipemanfaatan sumberdaya dilakukan oleh masyarakat pesisir, maka perlukiranya diketahui bagaimana sebenarnya karakteristik masyarakat pesisir,sehingga kebijakan, strategi dan program pengelolaan sumberdaya dapatmengakomodasi karakter masyarakat pesisir yang memang sangat dinamis dansangat tergantung pada ketersediaan sumberdaya pesisir dan laut disekitarnya.
B.KARAKTERISTIK MASYARAKAT PESISIR
Masyarakat pesisir pada umumnya telah menjadi bagian masyarakat yangpluraristik tapi masih tetap memiliki jiwa kebersamaan. Artinya bahwa strukturmasyarakat pesisir rata-rata merupakan gabungan karakteristik masyarakatperkotaan dan pedesaan. Karena, struktur masyarakat pesisir sangat plurar,sehingga mampu membentuk sistem dan nilai budaya yang merupakan akulturasibudaya dari masing-masing komponen yang membentuk struktur masyarakatnya.Hal menarik adalah bahwa bagi masyarakat pesisir, hidup di dekat pantaimerupakan hal yang paling diinginkan untuk dilakukan mengingat segenap aspekkemudahan dapat mereka peroleh dalam berbagai aktivitas kesehariannya. Dua
 
contoh sederhana dari kemudahan-kemudahan tersebut diantaranya: Pertama,bahwa kemudahan aksesibilitas dari dan ke sumber mata pencaharian lebihterjamin, mengingat sebagian masyarakat pesisir menggantungkan kehidupannyapada pemanfaatan potensi perikanan dan laut yang terdapat di sekitarnya, sepertipenangkapan ikan, pengumpulan atau budidaya rumput laut, dan sebagainya.Kedua, bahwa mereka lebih mudah mendapatkan kebutuhan akan MCK (mandi,cuci dan kakus), dimana mereka dapat dengan serta merta menceburkan dirinyauntuk membersihkan tubuhnya; mencuci segenap peralatan dan perlengkapanrumah tangga, seperti pakaian, gelas dan piring; bahkan mereka lebih mudahmembuang air (besar maupun kecil). Selain itu, mereka juga dapat dengan mudahmembuang limbah domestiknya langsung ke pantai/laut.Masyarakat pesisir mempunyai sifat-sifat atau karakteristik tertentu yang khas/unik.Sifat ini sangat erat kaitannya dengan sifat usaha di bidang perikanan itusendiri. Karena sifat dari usaha-usaha perikanan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan, musim dan pasar, maka karakteristik masyarakat pesisir juga terpengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Beberapa sifat dan karakteristikusaha-usaha masyarakat pesisir diuraikan sebagai berikut.
1.Ketergantungan pada Kondisi Lingkungan
Salah satu sifat usaha perikanan yang sangat menonjol adalah bahwakeberlanjutan atau keberhasilan usaha tersebut sangat bergantung pada kondisilingkungan, khususnya air. Keadaan ini mempunyai implikasi yang sangat pentingbagi kondisi kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Kehidupan masyarakatpesisir menjadi sangat tergantung pada kondisi lingkungan itu dan sangatrentan terhadap kerusakan lingkungan, khususnya pencemaran, karena limbahindustri maupun tumpahan minyak, misalnya, dapat menggoncang sendi-sendikehidupan sosialekonomi masyarakat pesisir. Pencemaran di pantai Jawabeberapa waktu lalu, contohnya, telah menyebabkan produksi udang tambakanjlok secara drastis.Hal ini tentu mempunyai konsekuensi yang besarterhadap kehidupan para petani tambak tersebut.
2.Ketergantungan pada Musim
Karakteristik lain yang sangat menyolok di kalangan masyarakat pesisirkhususnya masyarakat nelayan, adalah ketergantungan mereka pada musim.Ketergantungan pada musim ini semakin besar bagi para nelayan kecil.Padamusim penangkapan para nelayan sangat sibuk melaut. Sebaliknya, pada musimpeceklik kegiatan melaut menjadi berkurang sehingga banyak nelayan yangterpaksa menganggur.Kondisi ini mempunyai implikasi besar pula terhadap kondisi sosialekonomi masyarakat pantai secara umum dan kaum nelayan khususnya.Mereka mungkin mampu membeli barang-barang yang mahal seperti kursi-meja, lemari, dan sebagainya. Sebaliknya, pada musim paceklik pendapatanmereka menurun drastis, sehingga kehidupan mereka juga semakin buruk.Secara umum pendapatan nelayan memang sangat berfluktuasi dari hari kehari. Pada satu hari mungkin memperoleh tangkapan yang sangat tinggi, tapi padahari berikutnya bisa saja “kosong”. Hasil tangkapan, dan pada gilirannyapendapatan nelayan, juga sangat dipengaruhi oleh jumlah nelayan yang beroperasidi suatu daerah penangkapan (fishing ground). Di daerah yang padat penduduknyaseperti daerah pantai utara Jawa, misalnya, sudah terjadi kelebihan tangkap(overfishing). Hal ini mengakibatkan volume hasil tangkapan para nelayan menjadisemakin kecil, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatanmereka.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->